DANAU YANG ADA HANTUNYA

Posted By Cerpen universal on Tuesday, January 12, 2021 | January 12, 2021

DANAU YANG ADA HANTUNYA

Anto berjalan santai menuju rumah, ya seusai membeli di warungnya Lastri. Toni yang membawa pancingan dan juga motor, ya menuju rumahnya Anto. Toni malah bertemu di Anto di tengah jalan, ya menghentikan laju motornya.

"Pegang pancingan ini dan naik motor!" kata Toni.

Anto mengambil pancingan di tangan Toni dan segera duduk di motor. Toni segera membawa motornya dengan baik ke tujuan.

"Toni sebenarnya kita mau kemana?" tanya Anto.

"Mau danau dekat sini," kata Toni.

"Danau," kata Anto.

Anto diam saja, ya karena mengikuti maunya Toni. Selang berapa saat sampai di danau. Toni dan Anto memulai mendekati danau.

"Sebenarnya kita ke sini mau ngapain?" tanya Anto.

"Mancing. Sekalian membuktikan kebenaran Danau ini ada hantunya apa enggak?" kata Toni.

"Mancing sih. Ok lah. Kalau membuktikan danau ini ada hantunya memang itu kabar dari mana?" kata Anto.

"Dari koran," kata Toni sambil memberikan koran ke Anto.

Anto mengambil koran dari tangan Toni dan segera di baca tuh koran. Toni mulai memancing di danau tersebut. Dengan sabar Toni menunggu pancingan yang umpannya di makan ikan. Anto selesai juga membaca koran tersebut.

"Cerita memang misteri. Seorang cewek patah hati yang bunuh diri di danau ini. Mayat sampai sekarang tidak pernah di temukan," kata Anto.

"Ceritanya memang seperti itu," kata Toni.

Anto mengambil roti di plastik dan membuka bungkus plastik roti, ya segera memakannya.

"Enak roti ini," kata Anto.

Toni, ya mengambil roti di plastik juga dan membuka bungkus plastik dan segera memakan tuh roti dengan baik.

"Enak roti ini," kata Toni.

"Cewek bunuh diri karena patah hati itu, ya terlalu bodoh mengakhiri hidupnya," kata Anto.

"Memang sih. Patah hati itu sakit. Sampai bunuh diri, ya bodoh juga sih," kata Toni.

"Siang hari gini mana ada hantu dan cuaca juga mendung lagi. Kayanya mau hujan," kata Anto.

"Moga-moga tidak jadi hujan. Jadi minimal tidak bertemu hantu dapet ikan," kata Toni.

"Kalau begitu aku mancing juga," kata Anto.

"Maka itu aku bawa pancingan dua," kata Toni.

"Iya deh," kata Anto.

Anto memancing di danau. Dengan sabar Anto memancing, ya agar umpan di pancingan di makan ikan. Umpan pun di makan ikan, ya segera di tarik tuh pancingan sama Toni.

"Dapet ikan. Lumayan besar ikan dari danau ini," kata Toni.

"Toni udah dapet ikan. Aku belum. Sebentar lagi pasti aku dapet," kata Anto yang optimis.

Anto dengan sabar banget menunggu pancingan, ya umpannya di makan ikan. Toni kembali mancing lagi.

"Hantunya tetap tidak muncul," kata Toni.

"Cerita di koran tersebut, mungkin cerita saja. Tujuannya agar jadi daya tarik pada danau ini," kata Anto.

"Mungkin juga sih. Aku sih maunya kenyataan gitu. Bukan cerita rekayasa saja dengan tujuan agar danau ini jadi misterius," kata Toni.

"Kenyataannya. Hantunya tidak muncul juga," kata Anto.

"Iya juga ya," kata Toni.

Pancingan Toni dan Anto, ya bergerak. Umpan di pancingan di makan. Toni dan Anto menarik pancingan. Toni mendapatkan baju putih yang rusak. Anto mendapatkan ikan dan berkata "Aku dapet ikan, hore!" Toni bingung dengan hasil pancingannya yang mendapatkan baju putih yang rusak dan berkata "Baju ini, kaya baju cewek."

Anto memegang batu tersebut untuk membuktikan omongan Toni.

"Iya baju ini. Baju cewek," kata Anto.

"Jangan-jangan cerita di koran bener dong," kata Toni.

"Kemungkina sih," kata Anto.

"Hantunya tetap tidak muncul," kata Toni.

"Hantu lagi," kata Anto.

Toni membuang baju putih itu ke danau lagi. Karena hari mulai sore. Keduanya menghentikan memancing dan juga menyudahkan untuk membuktikan tentang hantu di danau tersebut. Toni membawa motor dengan baik menuju rumah Anto, ya Anto duduk di boncengan dengan baiklah. Hantu dari tadi memang mengawasi Toni dan Anto.

"Sebenarnya ceritanya aku mati bukan bunuh diri karena patah hati. Aku mati di bunuh pacar ku dan di buang mayatnya di danau ini," kata hantu yang berwujud cewek cantik.

Hantu pun menghilang. Selang berapa saat Toni dan Anto, ya sampai di rumah Anto. Keduanya segera membereskan ikan hasil pancingan, ya di goreng saja. Setelah ikan masak. Anto dan Toni menikmati ikan hasil pancingan dari danau yang katanya ada hantunya.

"Enak ikan ini," kata Toni.

"Memang enak banget ikan ini," kata Anto.

"Tapi sayang. Aku tidak bertemu hantu," kata Toni.

"Kalau ketemu hantu beneran. Gimana?" kata Anto.

"Ya kabur. Kan aku takut bertemu hantu yang wujudnya serem," kata Toni.

"Sama aja dengan aku. Takut bertemu dengan hantu yang wujudnya serem," kata Anto.

Anto dan Toni terus menikmati makan ikan yang enak tersebut, ya sampai perut kenyang. Setelah itu keduanya, ya main catur di ruang tamu.

Blog, Updated at: January 12, 2021

0 komentar:

Post a Comment