BENIH CINTA

Posted By Cerpen universal on Monday, January 18, 2021 | January 18, 2021

BENIH CINTA

Malam yang tenang. Toni duduk di teras depan sambil minum kopi dan juga baca koran. Anto habis membeli gorengan di warung Lastri, ya memutuskan untuk main ke rumah Toni. Dengan santai Anto berjalan menuju rumah Toni. Anto melihat Agnes, ya jauh sih dari keberadaan Anto. Agnes masuk ke dalam mobil. Ya mobil di bawa dengan baik sama Rangga adiknya Agnes. Anto berhenti berjalan dan berpikir keras tentang Agnes.

"Benih cinta ini bikin aku resah," kata Anto.

Anto melanjutkan perjalanannya ke rumah Toni. Sampai di rumah Toni. Anto segera mengucap salam "Assalamualaikum.

Toni menghentikan baca korannya dan koran di taruh di meja, ya segera menjawab salamnya Anto "Waalaikumsalam. Sahabat baik. Silakan duduk!"

"Iya," kata Anto.

Anto duduk dan menaruh plastik berisi gorengan dan berkata "Gorengan Toni!"

"Iya," kata Toni.

Toni mengambil gorengan di plastik, ya begitu juga Anto. Keduanya menikmati gorengan dengan penuh kesantaian. Toni beranjak duduknya, ya ke dapur untuk membuat kopi. Kopi pun jadi, ya Toni bawa gelas kopi ke teras depan rumah. Gelas kopi di taruh di meja, ya Toni pun berkata "Silakan kopinya Anto!"

"Iya," kata Anto.

Toni mengambil gorengan di plastik, ya segera di makan. Anto mengambil gelas kopi dan segera meminum kopi.

"Enak kopi ini," kata Anto.

Anto menaruh gelas kopi di meja. 

"Toni berita apa yang menarik di koran?" tanya Anto.

"Yang menarik di koran ya. Ada cerita cinta. Kuno tapi menarik. Pandangan pertama," kata Toni.

"Itu cerita cinta apa lagu ya?" kata Anto.

"Sama aja kan," kata Toni.

Toni mengambil gelas kopi dan segera di minum kopinya.

"Memang sih sama aja. Cerita cinta juga. Kaya kisah cinta ku yang tidak jelas?" kata Anto.

Toni menaruh gelas kopi di meja.

"Agnes lagi. Hubungan masa kecil, ya jadi tumbuh benih cinta," kata Toni.

Anto melihat foto di koran dengan baik dan berkata "Foto ini mirip dengan Agnes."

"Mirip sih dengan Agnes. Yang di koran ini kan artis gitu," kata Toni menegaskan.

"Ya aku tahulah di koran menjelaskan Agnes itu artis. Kehidupan di sini kan Agnes itu mahasiswi saja," kata Anto.

"Jadi cerita ini di kaitkan dengan  mirip dengan artis toh!" kata Toni.

"Bisa di bilang begitu sih. Nama juga cerita. Obrolan yang asik sambil minum kopi dan makan gorengan," kata Anto.

"Seperti biasanya. Kalau begitu main catur aja!" kata Toni.

"Main catur lagi. Bosen ah. Cari permainan yang lain!" kata Anto.

"Kalau begitu main ular tangga aja. Nostalgia masa SD  gitu," kata Toni.

"Main ular tangga boleh lah," kata Anto.

Anto dan Toni, ya main ular tangga dengan penuh keceriaan. Keduanya teringat ke masa SD, ya sering main ular tangga. Agnes sering ikutan juga main ular tangga bersama Toni dan Anto.

"Kehidiupan di masa SD, ya penuh kecerian ya Toni," kata Anto.

"Memang sih penuh dengan permainan. Jadinya ceria," kata Toni menegaskan omongan Anto.

Toni dan Anto terus asik main ular tangganya.

"Oooo iya. Permainan ular tangga ini di angkat ke film horor kan Toni?!" kata Anto.

"Kalau ku ingat dengan baik memang ada permainan ular tangga memang di angkat ke film horor. Lawak juga!" kata Toni.

"Jadi bener film horor permainan ular tangga ini," kata Anto.

"Ngomong-ngomong. Beneran suka dengan Agnes atau hanya sekedar terkesan, jadinya tertarik saja ketika Agnes telah tumbuh dewasa menjadi cewek yang cantik jelita dan juga sholehah lagi?!" kata Toni.

"Maka itulah masih penuh  dengan tanda tanya. Aku belum pernah membuktikannya. Ngomong dengan Agnes gitu," kata Anto.

"Kalau ngomong dengan Agnes tentang kejelasan hubungan. Itu sih sama aja jadian. Ujung-ujung segera nikah dengan Agnes. Halal hubungannya," kata Toni.

"Ya....kalau begitu sih jadi tidak perlu di bahas lah. Serius main ular tangga aja. Nostalgia masa SD aja!" kata Anto.

"Ok lah kalau begitu. Serius main ular tangga aja!" kata Toni menegaskan omongan Anto.

Toni dan Anto, ya serius main ular tangga sambil menikmati minum kopi dan makan gorengan yang enak.

Blog, Updated at: January 18, 2021

0 komentar:

Post a Comment