ADA HANTU DI RUMAH TUA
"Kenapa kita melihat Agnes?" tanya Toni.
"Membuktikan sesuatu," kata Anto.
"Perasaan yang masa kecil yang tumbuh dewasa menjadi benih cinta," kata Toni.
"Bisa di bilang begitu," kata Anto.
Anges pun masuk ke rumah temannya, ya bertamu ke rumah Linda. Toni dan Anto yang memperhatikan Agnes dari jauh dan juga melihat Agnes masuk rumah yang sederhana.
"Agnes tidak ada tuh, sudah masuk ke dalam rumah," kata Toni.
"Pasti temannya Agnes," kata Anto.
"Memang itu rumah siapa?" kata Toni.
"Linda. Temannya Agnes,"kata Anto.
"Ya sudahlah. Lebih baik kita ke rumah tua. Ngurusin cewek tidak habis-habisnya. Antara benar atau tidak perasaan menyukai Agnes," kata Toni.
"Ayolah ke rumah tua," kata Anto.
Anto duduk santai di bonceng Toni, ya Toni membawa motor dengan baik menuju rumah tua. Selang beberapa saat. Sampai di rumah tua. Toni bertemu dengan Pak Abah yang jaga rumah tua, ya tujuannya untuk meminta izin untuk memeriksa rumah ada hantu apa tidak, ya sesuai pemberitaan di koran. Pak Abah membolehkan Toni untuk memeriksa rumah tua tersebut. Toni dan Anto masuk rumah tua.
"Rumah ini di rawat dengan baik," kata Anto.
"Iya," kata Toni.
"Kisah di misteri yang ceritakan di koran. Pada masa kolonial Belanda. Tragedi pembunuhan. Anak kecil itu jadi hantu di rumah ini," kata Anto.
"Ceritanya memang begitu di tulis di koran. Benar enggak ada hantunya rumah ini," kata Toni.
Toni dan Anto terus memeriksa rumah tua dari satu kamar ke kamar lainnya. Tiap sudut rumah di periksa dengan baik sama Toni dan Anto.
"Hantunya tidak ada," kata Toni.
"Siang hari begini. Emangnya ada hantu?" kata Anto.
"Mungkin saja kan," kata Toni.
"Kalau malam hari. Rumah ini bener-bener serem keadaannya," kata Anto.
"Hantunya keluar pada malam hari dong," kata Toni.
"Kemungkinannya sih memang malam hari. Hantu muncul," kata Anto.
"Tambah serem aja nih rumah keadaannya. Kalau beneran ada hantunya," kata Toni.
Terdengar suara anak kecil bermain di kamar. Toni dan Anto mendengar suara anak kecil yang bermain di kamar. Toni dan Anto segera ke kamar yang di tulis di koran bahwa anak kecil yang di bunuh di kamarnya dan mayatnya di kubur di kamarnya. Di dalam kamar, Toni dan Anto tidak melihat ada hantu dan suara anak kecil itu pun menghilang.
"Hantunya tidak ada," kata Toni.
"Suara anak kecil di kamar ini juga menghilang. Aneh. Ini bohongan apa kah beneran ya?" kata Anto.
"Iya juga bisa saja trik suara anak kecil bermain di kamar. Kaya di film-film gitu. Rekaman suara," kata Anto.
"Kita periksa kamar ini dengan lebih baik lagi!" kata Anto.
"Kita periksa. Bohongan apa beneran?" kata Toni.
Toni dan Anto memeriksa kamar tersebut dengan baik lagi. Sampai capek keduanya memeriksa. Tidak ada benda yang mengeluarkan suara anak kecil yang bermain di kamar.
"Jadi beneran suara anak kecil main di kamar ini," kata Toni.
"Bisa jadi sih," kata Anto.
"Hantunya tetap tidak terlihat. Penasaran aku," kata Toni.
"Kalau ketemu dengan hantu gimana?" kata Anto.
"Ya kabur lah. Wujud hantu kan menyeramkan," kata Toni.
"Kalau begitu sudahlah memeriksa kebenarannya rumah tua ini ada hantu apa tidak?!" kata Anto.
"Ok lah. Kita selesai memeriksa rumah tua ini. Balik ke rumah!" kata Toni.
Toni dan Anto telah menyelesaikan memeriksa rumah tua. Toni pun berterima kasih pada Pak Abah yang telah membolehkan memeriksa rumah tua. Toni dan Anto meninggalkan rumah tua, ya Toni membawa motornya dengan baik. Hantu anak kecil pun berdiri di depan pintu masuk rumah, ya melihat Toni dan Anto meninggalkan rumah tua tersebut. Selang berapa saat sampai di rumah Anto. Ya seperti biasanya Anto dan Toni main catur di teras depan rumah sambil menikmati minum kopi yang enak.
"Aku ke pikiran dengan Agnes," kata Anto.
"Cewek lagi," kata Toni.
"Rasa penasaran ini. Beneran benih cinta apa bukan ya?" kata Anto.
"Mana aku tahu?" kata Toni.
Toni pun menyekak rajanya Anto. Ya Anto pun menyelamatkan rajanya dengan mengorbankan peluncur, ya di makan kudanya Toni. Permainan catur makin serius banget. Jadi Anto melupakan tentang Agnes, ya serius main catur dengan baik agar tidak kalah dari Toni.


0 komentar:
Post a Comment