CERITA HANTU

Posted By Cerpen universal on Saturday, January 16, 2021 | January 16, 2021

CERITA HANTU

Toni lagi santai baca koran di teras depan rumah, ya sambil minum kopi. Anto selesai belanja di minimarket, ya beli rotilah. Anto pun memutuskan main ke rumahnya Toni. Berjalan dengan santai Anto menuju rumah Toni. Di jalan Anto melihat gadis yang ia kenal, teman masa kecil. 

"Apakah Anges masih mengenali aku ya?" kata Anto.

Anto, ya akhirnya berpapasan dengan Anges. Ya Agnes jojong saja berjalan, kaya tidak mengenal Anto.

"Ternyata Anges telah melupakan aku, teman masa kecil," kata Anto.

Anto, ya tidak memikirkan tentang Agnes. Terus berjalan dan berjalan, ya pada akhirnya sampai di rumah Toni.

"Assalamualaikum," kata Anto.

Toni menghentikan baca korannya dan menjawab salamnya Anto "Waalaikumsalam."

Toni mempersilakan Anto duduk. Anto segera duduk dan menaruh plastik di meja, yang isinya roti.

"Toni lagi asik apa?" tanya Anto.

"Biasa. Baca koran. Ada cerita misteri yang menarik," kata Toni.

"Ceritanya seperti apa?" kata Anto.

"Kalau itu sih. Baca sendiri di koran!" kata Toni memberikan koran ke Anto.

Anto mengambil koran dari tangan Toni, ya segera di baca dengan baik tuh koran yang ceritanya misteri. Toni ke dalam rumah, ya langsung ke dapur. Toni membuat kopi. Kopi pun jadi, ya segera di bawa ke teras depan rumah. Toni menaruh gelas kopi di meja dan berkata "Kopinya, Anto!"

"Iya," kata Anto.

Anto terus melanjutkan baca korannya, ya menuntaskan baca cerita misteri. Toni mengambil gelas kopinya dan segera meminum kopinya.

"Enak," kata Toni.

Toni menaruh gelas kopi di meja dan mengambil roti di plastik, ya segera di buka dari plastiknya dan di makanlah roti. Anto selesai membaca koran, ya koran di taruh di meja. 

"Cerita yang menarik. Ada hantu di rumah tua. Terjadi pembunuhan pada zaman kolonial Belanda. Seorang anak kecil di bunuh dan mayatnya di kuburkan di kamarnya sama pembunuhnya. Waktu silih berganti. Penghuni rumah pun berganti. Hantu anak kecil tersebut menteror penghuni rumah tersebut," kata Anto.

Anto mengambil gelas kopi dan segera meminum kopinya.

"Enak kopi ini," kata Anto.

Anto menaruh gelas kopi di meja.

"Toni biasanya mau membuktikan kebenaran dari cerita misteri di koran?" kata Anto.

"Lokasinya dekat. Ayo kalau begitu kita berangkat membuktikan kebenaran itu cerita di koran!" kata Toni.

"Besok aja!" kata Anto.

"Jadi Anto males, ya di ajak untuk membuktikan kebenaran tentang cerita misteri," kata Toni.

"Bisa di bilang begitu sih. Rumah Toni kan, rumah tua. Pastinya di anggap orang sekitar sini. Rumah yang angker. Penuh dengan misteri," kata Anto.

"Kalau di pikir dengan baik. Iya juga sih. Kadang ada sesuatu yang ganjil  di rumah aku ini. Seperti pintu nutup sendiri, kadang. Perabotan rumah, ya pindah gitu," kata Toni.

"Itu sih bukan misteri namanya. Toni yang menutup pintu dan memindahkan perabotan rumah," kata Anto.

"Kalau di buka kartunya, ya tidak jadi cerita misteri. Cerita biasa-biasa aja!" kata Toni.

Toni pun mengambil gelas kopi dan meninum kopinya dengan baik. Ya Anto mengambil gelas kopinya di meja dan meminum kopinya dengan baik juga. Setelah itu keduanya menaruh gelas kopi di meja bersamaan.

"Rumah tua. Pastinya ada hantunya," kata Toni.

"Mungkin juga," kata Anto.

"Di film sering banget. Rumah tua di kaitkan dengan hantu," kata Toni.

"Ya pastinya ceritanya penuh dengan tragedi yang mencekam, ya nilai sejarah perjalanan dari penghuni di rumah tua," kata Anto.

"Serem banget sih.....hantunya," kata Toni.

"Nama juga hantu. Wujudnya seremlah," kata Anto menegaskan omongan Anto. 

"Main catur saja!" kata Toni.

"Ayo!" kata Anto.

Toni dan Anto menyusun pion di papan catur dan segera memainkan catur dengan baik. 

"Aku bertemu dengan Agnes di jalan, tapi ia tidak mengenali aku lagi," kata Anto.

"Agnes. Siapa Agnes. Aku lupa," kata Toni.

"Agnes. Teman masa kecil," kata Anto.

"Oooooo Agnes. Teman masa kecil," kata Toni.

"Sekarang Agnes jadi cewek yang cantik, ya muslimah penampilannya," kata Anto.

"Cewek sholehah," kata Toni.

"Kaya begitu sih," kata Anto.

Anto memakan bentengnya Toni, ya pake kuda. 

"Benteng ku telah termakan," kata Toni.

Toni menjalankan peluncurnya dengan baik. Anto menjalankan sternya dengan baik pula.

"Kayanya kalau berteman dengan hantu baik, asik juga ya!" kata Anto.

"Iya juga. Ya berteman dengan hantu baik. Bisa menolong urusan pribadi gitu," kata Toni.

"Kadang aku ingin dekat lagi dengan Agnes, ya seperti masa kecil gitu. Tapi cewek sholehah susah untuk di taklukkan. Punya teman hantu, ya menolong gitu," kata Toni.

"Hantunya bukan nolong. Malah mental karena ilmunya Agnes. Cewek sholehah," kata Anto.

"Iya juga. Hantunya mental dengan ilmunya Agnes. Cewek sholehah susah untuk di taklukkan," kata Toni.

Toni pun menyekak langkah rajanya Anto. Segeralah Anto menyelamatkan raja dengan mengorbankan pionnya. Permainan catur terus berlangsung dengan baik sampai akhirnya Toni yang menang. Permainan pun di lanjutkan kembali, ronde ke dua gitu..

Blog, Updated at: January 16, 2021

0 komentar:

Post a Comment