MISTERINYA KEHIDUPAN

Posted By Cerpen universal on Friday, January 15, 2021 | January 15, 2021

MISTERINYA KEHIDUPAN

Anto sedang santai di teras depan rumah, ya sambil minum kopi dan baca koran. Toni yang abis beli gorengan di warung Lastri, ya memutuskan main ke tempat Anto. Toni berjalan dengan santai menuju rumah Anto. Toni melihat dari jauh sosok cewek cantik banget. Makin lama makin mendekati Toni, ya cewek itu karena keduanya bergerak dengan tujuan masing-masing. Setelah berpapasan dengan cewek tersebut dan melihat dengan jelas wajah tuh cewek, ya Toni berhenti berjalan.

"Tuh cewek mirip dengan siapa ya?" kata Toni.

Toni terus berpikir dengan keras untuk mengingat seseorang yang mirip dengan tuh cewek. Sangking keselnya Toni tidak dapet mengingat nama, jadi di lupakan sejenak dulu urusan itu. Toni bergerak ke rumah Anto. Sampai di rumah Anto.

"Assalamualaikum," kata Toni.

Anto menghentikan baca korannya, ya koran di taruh di meja dan juga menjawab salam "Waalaikumsalam. Sahabat baik datang bertamu. Silakan!" 

"Iya," kata Toni.

Toni duduk dan menaruh gorengan di meja dan berkata "Anto, gorengan!"

"Rezeki tidak kemana-mana. Gorengan," kata Anto.

Anto mengambil gorengan di plastik, ya di makannya. Toni, ya makan gorenganlah.

"Asik baca koran. Pasti ada cerita yang menarik," kata Toni.

"Ada sih. Ceritanya memang misteri banget.  Ya menyentuh banget ceritanya," kata Anto.

"Menyentuh banget. Kaya terbawa suasana perasaan gimana gitu?" kata Toni.

"Baca sendiri aja Toni. Nanti juga mengerti!" kata Anto sambil menyerahkan koran ke Toni.

Toni mengambil koran di tangan Anto, ya segera di baca tuh koran dengan baik. Anto mengambil gelas kopi dan segera di minum kopinya.

"Enak,"kata Anto.

Anto menaruh gelas kopi di meja. Toni masih serius baca korannya. Anto ke dalam rumah, ya langsung ke dapur untuk membuat kopi. Kopi jadi di buat, ya segera Anto membawanya ke teras rumah. Kopi di taruh di meja.

"Kopinya," kata Anto.

"Iya," kata Toni.

Toni masih serius baca korannya. Anto mengambil gorengan di plastik dan di makannya.

"Enak gorengan ini," kata Anto.

Toni selesai juga baca korannya dan koran di taruh di meja.

"Ceritanya memang misteri dan juga menyentuh banget," kata Toni.

"Benerkan ceritanya menyentuh," kata Anto.

"Suami bekerja di luar kota. Istrinya sedang hamil tua. Ketika istrinya mau melahirkan. Suaminya berusaha untuk pulang untuk menyaksikan kelahiran anak pertamanya. Suami ternyata terkena musibah kecelakan mobil, ya jadi meninggal. Istrinya berharap suaminya menemani di samping dirinya saat melahirkan. Suaminya bener-bener dateng, menemani istrinya melahirkan. Setelah itu suaminya berkata pada Istri "Jaga buah cinta kita dengan baik. Ikhlaskan kepergian aku untuk selamanya". Istri memang kaget banget dengan omongan suaminya. Sang suami pun menghilang begitu saja. Kabar duka pun dateng pada kerabat tentang suaminya, ya telah meninggal. Istri itu menangis sambil memeluk buah hati yang tercinta dan berkata "Aku ikhlas kepergian mu Mas, untuk selama-lamanya. Aku jaga buah cinta kita"......," kata Toni menyimpulkan cerita yang di baca di koran.

"Hidup itu harus kuat dengan segala ujian, kan Toni," kata Anto.

"Memang harus kuat dengan segala ujian. Kalau sebenarnya berat juga ujian hidup itu," kata Toni.

"Kadang aku ingin mendapatkan istri sholehah, ya seperti di cerita di koran itu," kata Anto.

"Aku ikutan juga ah. Kebaikan di ikutin lebih baik. Kalau keburukan kan di buang jauh-jauh," kata Toni.

"Cewek sholehah susah untuk di takluk kan," kata Anto.

"Kenyataan memang begitu. Cewek yang biasa-biasa sih mudah," kata Toni.

Toni mengambil gelas kopi di meja dan segera di minumnya itu kopi.

"Enak kopi ini," kata Toni.

Anto mengambil gelas kopi di meja dan segera minumnya itu kopi

"Enak," kata Anto.

Anto dan Toni menaruh gelas kopi di meja. Keduanya mengambil gorengan di plastik, ya segera di makannya.

"Aku inget," kata Toni.

"Ingat apa?" kata Anto.

"Aku bertemu dengan cewek. Ya mirip dengan artis gitu," kata Toni.

"Siapa?" kata Anto.

"Indah Permatasari," kata Toni.

"Ooooo mirip dengan artis Indah Permatasari. Dunia memang banyak orang yang mirip dengan artis. Misterinya kehidupan," kata Anto.

"Di bilang misterinya kehidupan, ya boleh lah," kata Toni.

"Ya sudahlah. Main catur aja!" kata Anto.

"Ok. Main catur!" kata Toni.

Toni dan Anto menyusun pion di papan catur dan segera di mainkan dengan penuh keseriusan banget.

Blog, Updated at: January 15, 2021

0 komentar:

Post a Comment