HANTU DI HOTEL
Toni berjalan dengan santai menuju rumah Anto. Belum sampai rumah Anto, ya Toni bertemu dengan Anto di jalan.
"Anto. Ikut aku," ajakan Toni.
"Kemana?" tanya Anto.
"Ke suatu tempat," kata Toni.
"Pastinya ingin membuktikan kebenaran," kata Anto.
"Ya, begitulah," kata Toni.
"Ok. Aku ikut," kata Anto.
Anto sepakat ikut Toni. Dengan berjalan bersamaan Toni dan Anto menuju tujuan. Sampai di depan hotel. Toni dan Anto memilih duduk di bawah pohon, ya di taman di seberang jalan.
"Hotel di depan kita ini ada hantunya," kata Toni.
"Masa. Aku tidak percaya," kata Anto.
"Koran yang menceritakan cerita misterinya," kata Toni memberikan koran ke Anto.
Ya Anto mengambil koran dari tangan Toni dan segera di bacanya dengan baik. Toni melihat keadaan hotel dengan baik. Selang beberapa saat Anto selesai baca korannya.
"Ceweknya di bunuh diri dari lantai 13. Berdasarkan data di kumpulkan polisi. Ternyata cewek yang bunuh diri dari lantai 13, ya tidak murni bunuh diri karena kehendak sendiri. Di bunuh oleh teman kencannya, ya bisa di bilang pacarnya," kata Anto menyimpulkan cerita yang ia baca di koran.
"Hubungan kegilaan manusia. Berakibat kematian," kata Toni.
"Positif jadi hantu tuh cewek. Paling bales dendamnya sama pacarnya itu yang di penjara," kata Anto.
"Dari tadi aku amati. Tidak ada hantu," kata Toni.
"Siang bolong begini ada hantu. Malem lah ada hantu. Jauh lebih menakutkan," kata Anto.
"Aku masih penasaran. Ingin masuk ke dalam hotel memeriksa dengan baik. Siapa tahu ketemu dengan hantu," kata Toni.
"Kalau begitu. Kita masuk ke dalam hotel dengan diam-diam, ya menyelinap kaya pencuri gitu," kata Anto.
"Itu sih mana bisa. Di jaga ketat hotelnya dengan sapam," kata Toni.
"Oiya baru inget. Aku ada kenalan orang dalem. Masuk ke dalam hotel sebentar saja, pasti di bolehkan," kata Anto.
"Ok. Kita ke dalam hotel memeriksanya. Untuk pembuktikan kebenarannya. Ada hantu apa tidak?" kata Toni.
Toni dan Anto yang telah sepakat, ya beranjak dari tempat duduknya di bawah pohon rindang di seberang jalan. Keduanya berjalan masuk ke dalam hotel, ya untuk menemui temannya Anto. Bertemulah Anto dengan Jony yang kerja jadi pelayan di hotel. Jony memperbolehkan Anto dan Toni masuk ke hotel dan menyamar jadi pelayan hotel. Anto dan Toni menjalankan misinya, naik ke lantai 13 dengan lif. Sampai di lantai 13. Toni dan Anto menuju kamar yang terjadi tragedi di dalam kamar tersebut. Masuklah keduanya ke dalam kamar dan segera di periksa dengan baik tuh kamar.
"Kamar ini bagus ya," kata Toni.
"Iya," kata Anto.
"Hantunya tetap tidak ada," kata Toni.
"Memang hantunya tidak ada," kata Anto.
"Sia-sia. Memeriksa sampai ke kamar hotel," kata Toni.
"Ya gak juga sia-sia. Kamar hotel ini bagus banget, ya nyaman gitu. Pantes banyak orang yang menginap di hotel ini. Hubungan kegilaan di hotel ini pun terjadi juga," kata Anto.
"Memang sih banyak berita begitu," kata Toni.
"Sudah ah memeriksanya. Tidak ada hantunya," kata Anto.
"Ya," kata Toni.
Toni dan Anto telah selesai memeriksa kamar tersebut. Keduanya keluar dari kamar dan berjalan menuju lif. Tahu-tahu ada cewek cantik berjalan menuju arah Toni dan Anto, ya jadinya berpapasan dengan cewek yang cantik banget. Cewek itu masuk ke kamarnya yang di periksa sama Toni dan Anto. Ya Toni dan Anto berhenti berjalan karena curiga dengan cewek tersebut.
"Jangan-jangan cewek itu hantu," kata Toni.
"Mungkin saja sih. Tapi kakinya menginjak lantai. Jadi cewek secantik itu bukan hantu," kata Anto.
"Di film-film. Hantu itu kebanyakan cewek cantik," kata Toni menegaskan.
"Itu kan film. Inikan kenyataan," kata Anto.
"Berarti bukan hantu. Aku kirain hantu tuh cewek," kata Toni.
"Sebenarnya aku meras begitu sih. Cewek itu hantu, tapi keraguannya tinggi. Karena hari masih siang," kata Anto.
Anto dan Toni masuk lif. Turun keduanya ke lantai bawah. Toni dan Anto menemui Joni, ya mengucapkan terima kasih karena di bolehkan memeriksa kamar yang terjadi tragedi yang di beritakan di koran. Toni dan Anto keluar dari hotel. Sedang kan cewek yang di perkirakan Toni dan Anto, ya ternyata Hantu.
"Ternyata tidak ada hantu," kata Toni.
"Penasaran banget ingin ketemu hantu," kata Anto.
"Cuma ingin membuktikan kebenaran saja. Ada hantu atau tidak?"kata Toni.
"Kalau bertemu dengan hantu beneran gimana?" kata Anto.
"Ya kaburlah. Hantu itu wujudnya menyeramkan. Kaya di film-film," kata Toni.
"Film horor. Otomatis, hantunya di buat serem. Menciptakan ketakutan pada penonton yang nonton film horor," kata Anto.
"Cari makan aja yuk!" kata Toni.
"Makan apa?" kata Anto.
"Mie ayam aja dekat sini. Yang masuk berita di koran dan juga Tv, ya di promosin sama artis gitu," kata Toni.
"Ok. Mie ayam," kata Anto.
Anto dan Toni berjalan menuju tempat jualan mie ayam. Sampai di tempat jualan mie ayam, ya segera Toni dan Anto memesan mie ayam dan makan di tempat sambil menikmati keadaan.


0 komentar:
Post a Comment