RAMALAN MASA DEPAN

Posted By Cerpen universal on Wednesday, January 13, 2021 | January 13, 2021

 RAMALAN MASA DEPAN

Toni keluar dari rumahnya. Di lihat langit yang cerah, oleh dua bola matanya Toni.

"Keadaan cuaca baik. Main ke rumah Anto," kata Toni.

Toni berjalan dengan santai menuju rumah Toni. Terlihat seorang cewek cantik berjalan menuju Toni. Saat berpapasan dengan Toni, ya cewek itu wangi banget.

"Gila bener cewek ini. Sudah cantik. Harum lagi," kata Toni.

Toni memang terkesan dengan cewek itu, tapi lebih baik main ke rumah Anto. Toni terus berjalan dengan santai menuju rumah Anto. Selang berapa saat sampai di rumah Anto. Ya Anto sedang santai di teras depan rumah sambil baca koran dan minum kopi.

"Assalamualaikum," kata salam Toni.

"Waalaikumsalam," jawab Anto, ya menghentikan baca korannya dan koran di taruh di meja. 

Anto pun mempersilakan Toni duduk. Toni duduklah. Anto ke dapur untuk membuat kopi. Kopi jadi di buat, ya segera di bawa ke teras depan rumah. Anto menaruh gelas kopi di meja dan berkata "Toni, kopinya."

"Repot banget...Toni membuatkan kopi untuk aku," kata Toni.

"Hal bisa. Menghormati tamu sekaligus teman baik," kata Anto.

"Kalau gitu aku minum ya kopinya!" kata Toni sambil mengambil gelas kopi di meja, ya segera meminum kopinya.

"Emmm," kata Anto.

"Kopi ini enak," kata Toni.

Toni menaruh gelas kopi di meja.

"Anto lagi asik baca koran ya tadi, maaf kalau mengganggu karena aku bertamu," kata Toni.

"Hal biasa itu Toni. Aku baca koran itu ada berita yang lagi heboh banget," kata Anto.

"Berita yang heboh banget. Tentang apa?" kata Toni.

"Kecelakaan pesawat terbang," kata Anto.

"Itu berita biasa aja," kata Toni.

"Ada cerita misterinya yang menarik di tulis di koran. Baca sendiri," kata Anto sambil menyerahkan koran ke Toni.

Toni mengambil koran dari tangannya Anto. Koran di baca dengan seksama oleh Toni. Anto mengambil gelas kopi di meja dan meminumnya.

"Enak kopi ini," kata Anto.

Anto terus menikmati minum kopinya. Toni tetap serisu baca koran tersebut sampai selesai. 

"Ceritanya bangus banget. Bener-bener misteri," kata Toni menaruh koran di meja.

Anto menaruh gelas kopi di meja dan berkata "Bagus cerita misterinya kan!"

"Iya. Seorang cewek yang punya kemampuan membaca masa depan. Menyelamatkan keluarganya yang ingin naik pesawat. Karena akan mengalami kecelakaan pesawat yang di akibatkan kerusakan pada mesin," kata Toni menyimpulkan hasil bacaannya di koran tentang cerita misteri.

"Ayah tidak percaya dengan kemampuan anak gadisnya yang bisa membaca masa depan. Ketika kejadian kecelakan pesawat terjadi. Ayahnya baru percaya kemampuan ramalan tuh anak gadisnya," kata Anto.

"Cewek itu pun bisa meramalkan masa depan dirinya juga. Ya jodoh terbaiknya. Yang selalu menjaganya dan mencintainya," kata Toni.

"Kemampuan meramal itu luar biasa. Bisa mencegah kematian dan juga tahu jodoh sendiri. Pokoknya bener-bener hebat banget," pujian Anto.

"Seadainya aku punya," kata Toni.

"Mana mungkin kan!" kata Anto.

"Iyalah. Bakat meramal tidak punya. Aku hanya pemuda yang biasa-biasa saja," kata Toni.

"Di Tv ada peramal bisa membaca masa depan. Tapi aku sangsi dengan kemampuannya," kata Anto.

"Antara percaya atau tidak," kata Toni.

"Ya begitu lah," kata Anto.

"Nama juga orang nyari rezeki dengan meramal," kata Toni.

"Lebih baik kita main bulu tangkis aja. Biar sehat gitu!" kata Anto.

"Oke. Main bulu tangkis. Dan juga aku ramalkan hari ini cerah banget. Tidak hujan," kata Toni.

"Bisa aja. Toni meramal...cuaca hari ini. Sekedar becandaan saja!" kata Anto.

"Ya...begtiulah!" kata Toni.

Toni menunggu di teras depan rumah, ya Anto ke dalam rumah untuk mengambil raket dan kok yang di taruh di meja. Raket dan kok sudah di ambil, ya di bawa ke luar rumah. Anto menyerahkan raket ke Toni dan berkata "Ayo main!"

Toni mengambil raket dari tangan Anto dan berkata "Siapa takut? Ayo main!"

Toni berajak dari duduknya, ya berjalan bersama Toni ke halaman depan. Mulailah keduanya main bulu tangkis dengan santai tapi serius, jadinya gembira ria.

Blog, Updated at: January 13, 2021

0 komentar:

Post a Comment