SANTAI
Heru dan Toing duduk di bawah pohon mangga, ya sambil minum kopi di halaman depan. Karena tidak ada camilan makan yang di makan, cuma kopi aja tidak asik gitu. Jadi Toing ke warung untuk membeli gorengan di warungnya Minah dengan gerak cepat sekali. Heru menunggu Toing, ya sambil minum kopi. Sampai di warungnya Minah, ya Toing membeli gorengan saja dan segera pulang ke rumah. Toing pun berjalan pulang sambil membawa gorengan di plastik. Di jalan Toing bertemu dengan Putri, ya berpapasan gitu.
"Putri," sapa Toing.
"Apa?" kata Putri.
"Mau kemana?" tanya Toing.
"Mau ke rumah Mira. Ada urusan dengan Mira," kata Putri.
"Urusan dengan Mira toh. Kalau begitu salam aja deh untuk Mira," kata Toing.
"Iya deh, aku sampein sama Mira," kata Putri.
"Kalau begitu aku permisi masih ada urusan juga. Assalamualaikum," kata Toing.
"Waalaikumsalam," kata Putri.
Putri pun berjalan lagi menuju rumah Mira. Toing berjalan menuju rumah. Sampai di rumah.
"Toing, lama amat cuma ke warung aja!" kata Heru.
Toing pun duduk di sebelah Heru.
"Maaf deh. Ini gorengan yang aku beli di warung Minah di makan dong!" kata Toing.
"Ok tidak ada masalah," kata Heru mengambil gorengan di plastik dan segera di makan.
Toing makan gorengan yang ia beli di warung Minah.
"Hidup di dunia ini menyesuaikan keadaan dengan rencana masing-masing," kata Toing.
"Memang semuanya sesuai rencana masing-masing, jika ingin menggapai sesuatu," kata Heru.
Toing mengambil gelas kopinya di meja dan meminumnya dengan baik. Heru makan gorengan yang enak itu.
"Hidup mengejar impian," kata Toing menaruh gelas kopinya di meja.
"Ya.....kenyataan hidup menggapai impian. Tujuannya kerja dan menikah. Kalau bisa menikah di usia muda gitu," kata Heru.
"Kalau nikah di usia muda banyak anak dong," kata Toing.
"Kalau nikah muda pastinya banyak anak dong. Padahal ngurus anak itu repot banget bagi waktu dengan pekerjaan," kata Heru.
"Kenyataan memang gitu. Aku masih kecil, kata Ibu...ya repot untuk di jagain. Bapak dan Ibu kerja keras untuk memenuhi kebutuhan ekonomi setiap hari," kata Toing.
"Enak jadi orang kaya, ya. Menikah muda dan banyak anak. Harta banyak harus di wariskan pada anak-anak," kata Heru.
"Pada akhirnya jadi polemik tentang harta warisan orang tua. Rebutan gitu, ya proses pembagian harta warisan," kata Toing.
"Kenyataan memang sih. Ada cerita orang kaya sekitar sini, ya anak lima gitu. Ketika orang tuanya hidup, ya rebutan harta. Ketiga orang tua mati, ya rebutan harta. Biasa di didik dengan kemewahan jadi tidak mau hidup dalam kemiskinan. Kaya di sanjung. Kalau miskin di hina-hina," kata Heru.
"Yang paling enak itu ternyata....hidup sederhana. Santai banget," kata Toing.
"Memang hidup sederhana itu santai. Cukup dan cukup. Urusan menikah muda di pikirkan dua kalil. Repot ngurus anak," kata Heru.
"Oooo iya. Aku ketemu dengan Putri di jalan sih," kata Toing.
"Perasaan Toing sering bertemu dengan Putri. Apakah Putri jodohnya Toing, ya?!" kata Heru.
"Iya juga, ya. Yang suka sama Putri, kan Heru. Tapi kenapa aku sering bertemu dengan Putri. Di sengaja atau juga tidak sengaja?!" kata Toing.
"Mungkin Putri jodohnya Toing," kata Heru.
"Mungkin. Entar dulu. Kok Heru ngomong begitu? Jangan-jangan mengikhlaskan Putri untuk aku lagi!" kata Toing.
"Kalau kenyataannya Toing berjodoh dengan Putri, ya di ikhlasin saja. Untuk apa rebutan cewek ? Tidak ada gunanya!" kata Heru.
"Memang sih Putri itu gadis yang baik dan pinter. Tapi sebenarnya aku tidak ingin mendapatkan Putri. Ada cewek yang aku sukai, ya mencoba gitu," kata Toing.
"Siapa Toing?" kata Heru.
"Mira. Temannya Putri," kata Toing.
"Mira. Aku belum kenal tuh cewek," kata Heru.
"Pokoknya tuh cewek baik orangnya dan juga cantik," kata Toing.
"Toing telah menentukan pilihannya lagi pada cewek yang di sukai," kata Heru.
Angin bertiup kencang dan akhirnya hujan. Heru dan Toing, ya langsung bergerak masuk rumah serta membawa gelas kopi dan juga gorengan di plastik. Heru dan Toing duduk di ruang tam, ya menaruh gelas kopi dan gorengan di plastik di meja.
"Asik-asik santai. Hujan hari ini," kata Toing.
"Musim penghujan. Kenyataannya seperti itu," kata Heru.
"Nonton Tv aja ah!" kata Toing sambil mengambil remot di meja dan di hidupkan Tv.
"Boleh juga!" kata Heru.
Tv pun hidup dan chenel acara Tv yang bagus di cari dengan remot di pegang Toing.
"Sinetron tema cinta saja!" kata Toing.
"Boleh juga!" kata Heru.
Toing menaruh remot di meja. Jadi Heru dan Toing santi banget nonton Tv yang acara bagus banget....sinetron tema cinta.


0 komentar:
Post a Comment