FRIENDZONE

Posted By Cerpen universal on Thursday, September 10, 2020 | September 10, 2020

FRIEDZONE

“Loe suka ya sama tu orang” tanya Tian yang seketika ngebuat gue jadi deg degkan bukan main, mata Tian masih terfokuskan ke gue tapi telunjuknya terus menunjuk seseorang yang tengah duduk di radius 3 meter dari posisi gue saat ini, ‘arkananta pratama yuda’ iya itu nama laki-laki yang dimaksud Tian laki lagi dengan tinggi 178 kulit kecoklatan dengan mata indahnya yang komplit dengan bulu mata badainya. 

“Apaan sih loe!” jawab gue dengan nada sedikit kencang, sembari menyambar telunjuk Tian kini Tian mengerlingkan matanya pada Arka dengan senyuman jahatnya yang gue yakin dia tujukan buat gue.

Beberapa akhir ini Arka yang nganter gue pulang dengan alasan gue ada urusan tambahan sama Arka buat ngurus perpisahan kakak kelas gue, karena gue pulangnya telat dan gak mungkin lagi ada angkot sedangkan gue gak bisa naik sepeda dan pada akhirnya Arkalah yang jadi tukang ojek gue, dan dengan cepat berita itu nyebar byus… Kaya angin sampai telinga Tian dan jadilah tuduhan itu dia timpalan ke gue.

“Udah selesai proposalnya?” tanya Arka seraya tersenyum, aku mengangguk dan segera memberikan file proposal itu ke padanya, “Oh ya ntar istirahat breafing jangan lupa” ujarnya yang kemudian beranjak pergi, mataku masih terus terpaku pada sesosoknya yang kini semakin jauh hingga mengilang di balik pintu kelasku

“Nad loe pulang sama Dipta ya?” ucap Arka. 

“La kan Dipta beda arah ama gue” jawab gue seraya merapikan beberapa buku ke dalam tas. 

“Santai tadi gue udah bilang sama Dipta buat nganter loe” ucap Arka yang kini tengah asik memainkan handphonenya “la emang lo ada acara lagi?” tanya gue penasaran “gue mau jemput Agni dulu dia gak bawa motor” deg entah kenapa hati gue kerasa hancur bahkan sakit setelah mendengar nama wanita lain keluar dari Arka bahkan wanita yang lebih penting dari gue, iya emang gue siapanya batin gue geram.

Sepoi angin sore ini menemani sendu gue tak sengaja air mata gue luntur ternyata gue salah presepsi selama ini gue kira gue gak ada fell sama Arka tapi salah tian bener gue suka, gue cinta sama Arka, ‘Agni’ gue kenal sangat kenal dia temen satu kelas gue dan gak tiga hari yang lalu jadian sama Arka.

“Loe nangis Na?” tanya Dipta menyadari gue yang lagi nangis di boncenganya, sama gera gue hapus airmata di pipi gue. 

“Apa?, nggak gue cuma kelilipan” jawab gue ngeles. 

“Boleh gue tanya?” sela Dipta dan segera gue jawab dengan anggukan. 

“Gue tau loe nangis karena loe friendzone sama Arka” sumpah itu ucapan Dipta nyadarin hati gue kalau gue terjebak friendzone sama Arka. 
Blog, Updated at: September 10, 2020

0 komentar:

Post a Comment