CUMA GR
Pada suatu hari saat setelah rapat Organisasi cowok itu menghampiri Delisa yang sedang asik ngobrol dengan temannya. “Hay.. Delisa”. Tegur cowok itu. karena kaget Delisa terdiam “Kebaikan apa yang telah aku perbuat, sehingga membuat malaikat datang menemuiku dan berdiri di depan mataku”. pikir Delisa dalam hati. “E.. hay”. akhinya Delisa menjawab. “Apa kabar Delisa?”. Tanya cowok itu santai. “Baik, e.. ada apa tumben?”. Jawab Delisa grogi. “Sebenernya cuman mau ngobrol aja sih..”. Ucap cowok itu sambil duduk di samping Delisa. “O.. Cuman mau ngobrol” jawab Delisa. “Iya, sama mau minta nomor telephone kamu, boleh?”. Ucap cowok itu basa-basi “Hah!!! dia minta nomor telephone aku?, gak salah? ini pasti mimpi”. Gumam Delisa dalam hati.
“Delisa hay.. Delisa kok malah bengong?”. ucap cowok itu. “E.. hah em boleh-boleh”. Jawab Delisa sedikit agak kaget. “Makasih ya.., nanti aku telephone”. Ucap cowok itu sambil berjalan meninggalkan Delisa.
“Aaaaaaaa… aduh pusing-pusing”. Delisa berputar-putar kegirangan. “Kamu kenapa sih?”. Tanya Cua (Sahabat Delisa).
“Kamu tau gak tadi cowok itu. nyamperi aku, sumpah kayak mimpi. gila dia minta nomor telephone aku”. Ucap Delisa berlebihan. “Huh kirain kenapa, cuman gitu aja rame” jawab Cua santai.
Semenjak hari itu Delisa selalu ceria dan semangat, apalagi kalau menerima telephone dari cowok itu.
“Halo Assalamualaikum Delisa.”
“Walaikumsalam…”
“Delisa lagi ngapain?”
“Ini aku baru belajar..”
“Ganggu gak kalok iya, telephonenya besok aja.”
“Enggak, enggak ganggu kok tenang aja, ini aku udah mau selesai.”
“Delisa udah makan belum?”
“Belum..”
“Makan geh, nanti sakit lho..”
“Iya nanti aku makan.”
“Delisa…”
“Iya…”
“Kamu sahabatnya Cua ya..?”
“Iya, emang kenapa?”
“Enggak papa sih, menurut kamu cua itu orangnya gimana sih?”
“Dia baik, Perhatian, cantik dan setia.”
“Oo.. aku boleh gak minta nomornya Cua buat pendataan.”
“Boleh nanti aku kirim.”
“Ya udah kalau gitu, aku mau ngelanjutin ngetik dulu ya.”
“Iya.”
Hari demi hari Delisa dan cowok itu semakin dekat, mereka suka jalan bareng, seperti hari ini mereka berencana makan malam bareng.
“Kita mau makan di mana nih..”. Celetuk Delisa Memecahkan keheningan di antara mereka “Tenang aja, pokoknya kita pergi ke tempat yang spesial dan istimewa, pasti kamu suka, pokoknya malam ini jadi malam spesial buat kita, soalnya aku mau ngomong sesuatu sama kamu”. Jawab cowok itu santai. “Wah dia mau ngapain? jangan-jangan dia mau nembak aku… aduh-aduh aku belum siap nih”. Gumam Delisa dalam hati.
“Nah udah sampe.” ucap cowok itu.
Saat setelah mereka selesai memesan makanan, cowok itu mulai berbicara serius kepada Delisa. “Sebenarnya aku mau ngomong ini udah lama sama kamu, tapi aku mencari waktu yang pas, mungkin ini waktu yang pas untuk mengungkapkan semua perasaan aku ke kamu, entah mengapa bayangan wajah kamu gak mau pergi dari pikiranku, senyumanmu membuat aku semakin yakin untuk mencintai kamu, kamu mau tidak memjadi pacar aku, Cua”. ucap cowok itu sambil berlutut di depan Delisa. “Hah kok Cua?” Delisa kaget. “Iya Gimana latihan aku buat nembak Cua udah bagus belum? sebenernya aku mau ngomong ini udah lama sama kamu kalau aku suka sama sahabat kamu” ucap Cowok itu Santai tanpa memikirkan perasaan Delisa. “Hah… bentar-bentar terus cicin itu?” tanya Delisa kaget. “Gini kan kamu sahabatnya Cua tuh, pastinya kamu tau selera Cua jadinya aku suruh kamu buat milihin, sekalian sama jari tangan kamu sama besarnya sama Cua” Jawab cowok itu. “Gimana kira-kira diterima gak yaa..?”. Lanjut cowok itu. “e.. e tenang aja aku yakin pasti diterima kok”. Jawab Delisa sambil menahan air matanya. “Ya udah aku mau nyamperi Cua dulu ya..”. Ucap cowok itu sambil pergi meninggalkan Delisa.
“Ternyata dia suka sama sahabat aku.., aku gak percaya ternyata perhatian dan sayang dia sama aku selama ini gak lebih dari seorang teman, aku sayang sama kamu, tapi kenapa? ternyata selama ini aku GR dan cuman basa-basi, hah ya udah gak papa yang penting mereka bahagia, walau gimana pun Cua sahabat aku, aku ikhlas Tuhan”. Ucap Delisa sambil meneteskan air mata dan meninggalkan tempat itu.
Di waktu yang sama di tempat yang berbeda cowok itu nembak Cua, dan Cua pun menjawab “Kenapa kamu suka sama aku? yang jelas-jelas aku gak suka sama kamu, sebenarnya apa selama ini kamu gak tau, ada seseorang yang sayang sama kamu melebihi sayang kamu ke aku, dia selalu ada buat kamu, dan dia sebenarnya selama ini memendam perasaan itu” Ucap Cua lembut. “Siapa orang itu?”. tanya cowok itu. “Dia adalah Delisa”. Jawab Cua Tegas. “Hah Delisa?, gak mungkin”. Jawab cowok itu seakan tak percaya.


0 komentar:
Post a Comment