MISTERI RUANGAN MUSIK

Posted By Cerpen universal on Sunday, August 23, 2020 | August 23, 2020

MISTERI RUANGAN MUSIK

Perkenalkan namaku Syafira anissa rahma, aku masih duduk di bangku 1 smp tapi aku sudah cukup popular di sekolahku.

Tringgg… Tring…

Suara bell sekolahku berbunyi dengan keras, aku segera berlari menuju gerbang sekolah, yaa hari ini aku kesiangan, huh… untunglah hari ini pas sekali masuknya, sesampai di kelas teman temanku sedang berkerumun di meja guru, akupun menaruh tasku dan segera menuju ke meja guru. Ternyata sedang pemberitahuan ulangan kemarin… Alhamdullilah nilaiku 100, yaa… selain populer di sekolah aku juga orang yang cukup pintar, yang selalu mendapat rangking 3 besar.

Keramaian kelas saat itu mendadak hening, karena guru bahasa Indonesia masuk, semua murid pun segera menuju tempatnya masing masing, selama perjalanan berlangsung aku sangat memperhatikan baik baik.

Beberapa jam kemudian bell istirahat berbunyi, aku segera ke mejanya raina untuk mengajaknya pergi ke kantin, tetapi dia malah menolak ajakanku, dia malah meminta aku untuk melihat ruangan seni musik yang sudah tak terpakai di belakang kantin, akhirnya aku setuju, karena aku juga penasaran dengan ruangan itu, tidak ada satu pun orang yang melewati ruangan itu, aku dan raina segera pergi ke ruang musik itu… tanpa keraguan aku mebuka pintu ruangan itu, saat kubuka betapa terkejutnya aku dan raina, yang ternyata isi dari ruangan musik itu hanyalah beberapa peralatan musik, tidak ada yang aneh dari ruangan seni musik itu. “fir… aku ke kelas bentar yah, aku lupa kalau aku bawa bekel jadi aku harus makan bekelnya, kalu tidak ibuku bisa marah” Ucap raina “Ya sudah aku ingin masuk ke ruangan ini untuk tahu lebih jelasnya” Jawabku “Ya udah hati hati fir, nanti ada hantu lagi hehe” Canda raina “Mana mungkinlah inikan masih siang… ya walaupun di sini sepi banget” jawabku, raina segera pergi… dan sekarang hanya ada aku, dengan rasa penasaran aku memberanikan diri untuk masuk ke ruangan ini, aku segera mencari saklar lampu tetapi tidak kutemui, yang kutemui malahan sebuah lukisan yang tertutupi kain putih, saat aku mencoba membuka lukisan itu tiba tiba pintunya tertutup sendiri, aku pun langsung berlari ke arah pintu itu dan mencoba membuka pintunya anehnya pintunya terkunci padahal tidak ada siapa siapa dari tadi di depan pintu.

Kejadian itu membuatku merinding, tetapi aku tidak boleh berpasrah, aku harus mencari jalan keluarnya, dan sebelumnya aku harus membuka lukisan itu. Saat aku buka lukisan itu bertapa terkejutnya aku melihat lukisan itu bertulisan “Tidak ada satupun orang yang mendengarkan aku bermain angklung” yang di tulis memakai cat berwarna merah darah… tulisan itu mebuatku ketakutan, saat aku mencoba untuk menutupnya kembali tiba tiba angklungnya berbunyi sendiri, kali ini aku meringis ketakutan, dan berteriak “Siapapun tolong aku” seketika sesosok perempuan muncul di hadapanku dan berkata “Giliran kamu sekarang!!” Ucapnya. Saat mendengar kata itu aku langsung tidak sadarkan diri.

“Firaa apakah kamu sudah sadar?” Ucap seseorang yang ternyata raina “Raina, aku ada dimana?” Ucapku dengan lemas “Kamu sedang di uks, tadi aku dan teman teman yang lainnya melihat kamu tergeletak di ruangan seni musik itu, kamu udah baikan sekarang?” Tanya raina “Sudah mendingan kok, raina ada yang aneh dari ruangan itu” Ucapku. Aku pun menceritakan semua yang terjadi padaku tadi kepada raina, dia sangat terkejut mendengar ceritaku tadi, katanya saat aku berada di ruangan seni musik, salah satu kakak kelas mencariku dan ia bertanya kepada raina, setelah raina menjawab kalau aku sedang di ruangan seni musik yang tak terpakai, ia sangat kaget dan menceritakan sejarah ruangan musik yang tak terpakai itu.

Katanya dulu ada seorang murid yang di bully dan tidak tahan sehingga dia putus asa, dan bunuh diri. Sampai sekarang arwah murid itu masih ada ruangan musik itu, mitosnya yang berani memasuki ruangan itu sendirian akan di ganggu, makannya ruangan musik itu di tutup. Setelah mendengar ucapan kakak kelas itu raina mengajak beberapa teman dan juga guru untuk menemui raina, dan membawaku ke uks.

Dari kejadian itu aku hanya bisa belajar kalau putus asa bukan satu satunya jalan kita menghadapi masalah, dan aku hanya menjadikan kejadian itu sebagai mimpi burukku.
Blog, Updated at: August 23, 2020

0 komentar:

Post a Comment