I' M SORRY THAT I LOVE YOU

Posted By Cerpen universal on Wednesday, July 15, 2020 | July 15, 2020

I’M SORRY THAT I LOVE YOU

Namaku Sofiana Rahmawati, aku adalah siswi kelas 2 SMU di Surabaya. Aku adalah cewek yang modis karena menurutku penampilan adalah segala-galanya. Coba kalian pikir, jika kita modis pasti teman-teman kita akan bilang oww si A yang modis itu kan orangnya, atau aku ngefans banget sama si A karena dia itu modis banget. Tapi, itu semua berubah ketika ada seseorang yang hadir di hidupku.

Matahari masih setia menemani hari dengan panasnya yang terik. Entah mengapa mataku tiba-tiba ingin melihat ke lapangan basket. Di sana kudapati seorang cowok yang oke banget. Wajahnya yang rupawan dan kepiawannya dalam bermain basket telah menyita perhatianku.

“Cieee.. si Sofi kalau lihat nggak kedip” ucap seseorang yang telah membuyarkan lamunanku. 

“Eh.. kamu Lin. Sudah dari tadi di sini?” tanyaku mencoba mengalihkan pembicaraan. 

“Ya ela Sof. Udah dari tadi kali, sejak tu mata melototin Si Djibran” ucap Alin. 

“Djibran? Siapa dia?” tanyaku. 

“Tu, si cakep yang lagi main basket” jawab Alin sambil menaikkan alisnya yang kanan. 

“Ih.. kamu apaan sih. Udah ah, ayo pulang!” kataku sambil berlalu menarik tangan Alin

Sejak kejadian itu aku jadi sering memikirkan Djibran. Gayanya yang cool membuatku penasaran ingin menaklukkan hatinya. Jadi ngebayangin enak kali ya punya pacar setampan dia.

“Hayo lagi ngelamunin Djibran ya” ucap Alin mengagetkanku. 

“Eh.. kamu Lin tahu aja sih” jawabku malu. 

“Tuh kan bener apa kataku mulai kecantol Djibran” ucap Alin sambil senyum-senyum

“Menurut kamu aku bisa nggak menaklukkan hatinya Djibran?” tanyaku pede. 

“Menurutku lebih baik buanglah rasa cinta itu karena Djibran nggak mungkin mau sama kamu” ucapnya. 

“Kenapa? Aku kan modis” jawabku masih penuh pede. 

“Sof dengerin aku ya. Bener kamu tu cantik, modis dan banyak penggemarnya. Tapi cowok seperti Djibran itu nggak suka dengan cewek seperti kamu” ucap Alin panjang lebar. 

“Kamu iri ya sama aku” Ucap ku. 

“Ehmm.. terserah kamu deh. Nanti kalu sakit hati rasakan sendiri ya” ucap Alin. 

Hari ini aku berangkat ke sekolah pagi sekali supaya aku bisa melihat Djibran lebih lama. Hehehe. Untung saja pak Sobri langsung tancap gas mengantarku. Sesampai di sekolah, aku melihat seorang cowok sedang berjalan di lorong dengan membawa setumpuk buku. Tiba-tiba saja aku mempunyai ide gila.

Gubrak! Maaf-maaf aku tergesa-gesa” ucapku yang sengaja menabrak nya. 

“Iya nggak apa-apa” jawabnya cuek. 

Aku langsung memunguti buku-buku yang jatuh di lantai. Ya.. sambil mencari perhatian pada Djibran sih sebenarnya.

“Ini bukumu. Eh.. bentar-bentar namamu Djibran ya? Kenalin aku Sofi” ucapku sambil mengulurkan tangan tapi Djibran hanya diam.

“Thanks ya sudah mengambilkan bukuku” ucapnya singkat sambil berlalu

Aku semakin penasaran saja ingin menaklukkan hatinya. Pengen tahu banget sih apa yang jadi favoritnya, makanan kesukaannya, acara favoritnya atau hobinya. Pokoknya aku pengen banget jadi ceweknya.

“Kenapa Bran, kok cemberut terus?” Tanya Glend. 

“Gimana aku nggak cemberut? Sepekan ini aku stress banget!” ucap Djibran. 

“Apa sih yang bikin kamu stress Bran?” Tanya Glend. 

“Sofia, cewek centil yang ngikutin aku terus sepekan ini. Sok perhatian, belum tiap hari WA aku terus. Hihh males” ucap Djibran. 

“Iya.. ya aku tahu. Lagian kamu juga sudah punya Sintya” ucap Glend. 

Kata-kata itu kudengar langsung dari mulut Djibran. Hatiku sakit sekali bagai disayat sembilu hingga air mataku meleleh. Tak ada yang bisa kulakukan kecuali berlari sambil membawa rasa sakit.

“Kenapa Sof?” Tanya Alin. 

“Enggak kok Lin. I’m ok” jawabku sambil mengusap air mata. 

“Ini pasti gara-gara Djibran ya? Aku kan udah bilang Sof tapi kamunya saja yang nggak mau ngerti. Oh ya, ayo ikut aku” ajak Alin. 

Alin menggandeng tanganku kemudian kami pergi ke lapangan basket.

“Mau ngapain Lin kita di sini?” tanyaku. 

“Kau tahu siapa dia?” ucap Alin sambil menunjuk seorang gadis yang kemarin mendapat juara 1 menulis essay dan dia juga ahli pidato.

“Iya aku tahu dia Sintya. Juara lomba menulis essay kan? Kenapa Lin?” tanyaku. 

“Itulah ceweknya Djibran. Kalau kamu tidak percaya tunggu dia memberikan sambutan” ucap Alin

“Terimakasih saya ucapkan kepada semua yang telah mendukung saya. Mama, papa, teman-teman dan Djibran yang selalu mendukung saya”
Kemudian Djibran naik ke panggung dan menyalami Sintya, sedangkan aku masih tertegun tak percaya. Benarkah apa yang dikatakan Alin?

Semua siswa telah pulang kecuali aku yang masih sendiri menikmati kegalauan. Tiba-tiba saja aku mendengar sepasang suara di lorong sekolah yang ternyata adalah Djibran dan Sintya
“Thanks ya beb udah support aku selama ini” ucap Sintya
“Iya sama-sama sayang. I love you” ucap Djibran sambil memeluk Sintya
Kulihat mereka adalah pasangan yang serasi, kusadari dibandingkan Sintya aku hanyalah sebuah debu yang tak berarti, mungkin dengan merelakan mereka tetap bersatu aku telah memberikan secuil kebahagiaan padanya. Love you Djibran
Blog, Updated at: July 15, 2020

0 komentar:

Post a Comment