I’M NOT A PHO
“Huahhh, udah jam 06.00. siap siap dulu ahh..” sirfa bangun dari tempat tidurnya.
Gedebak gedebuk kesana kesini hingga selesai untuk pergi sekolah.
“Sirfa.. ayo makan dulu?” ucap mama sirfa.
“Mah, aku jalan duluan ya udah terlambat nih..” ujar sirfa.
Sesampainya di sekolah.
“Hai sirfa, ruang kamu di lantai 2 ya?” ucap muti.
“Ok” jawab sirfah sembari berlari mencari ruang ulangannya.
“Sir, udah ngambil kertas ulangan harian pkn ke fadhilah belum?” tanya Sherly.
“Belum, ya udah aku ke ruang sebelah dulu ya” jawab sirfah
“Fad, mana kertas ulangan hariannya?” tanya sirfa.
“Oh iya nih” sembari menyodorkan kertas.
“Thanks” ucap sirfa.
“Sir, tali sepatu tuh benerin nanti jatuh aja” ucap Karina.
Sirfah hanya mengangguk saja dan tidak mempedulikan omongan karina.
Sirfah berjalan dan kesandung tali sepatunya.
“Haaa…” teriak sirfah ingin jatuh.
Tanpa ragu kakak kelas pun menolongnya.
“Kamu gak papa?” tanya kakak kelas.
Sirfah hanya diam termanggu melihat ketampanan kakak kelas itu.
“I.. i.. ya aku gak papa” jawab sirfah dengan gugup
“Kringg.. kring..”
Bel berbunyi tanda waktu ujian pun habis.
“Jangan pulang dulu ya kita briefing briefing dulu di kelas”ucap ketua kelas.
“Sirfah kamu mau ke mana kita ke kelas yuk” ucap Karina.
“Kamu duluan aja rin” jawab sirfah.
“Jadi aditya maulana namanya” bicara dalam hati
Selepas pulang sekolah dan sesampainya di rumah sirfah langsung cepat ambil ponsel yang ada di meja itu.
“Ohh.. jadi aditya maulana nama sosmednya” ucapnya bicara sendiri
“Hai kak, makasih yak kak tadi udah tolongin aku” ucap sirfah bahagia.
“Iya sama sama kok” jawab adit
Sudah beberapa bulan ini sirfah dan adit menjadi dekat.
“Hai kak?” tanya sirfah pada Adit.
“Ohh… jadi ini cewek yang kegatelan itu yang buat hubungan gua sama adit hancur ya kan?” tanya balik pacarnya Adit.
Sirfah hanya diam dan mematikan ponselnya. seolah olah ia merasa bersalah atas pertemanan ia dan adit membuat hubungan adit dan pacarnya menjadi hancur.
Pukul 06.00 sirfah berangkat sekolah seperti biasanya.
“Kring… kring…” tanda bel istirahat berbunyi.
“Sirfah ini ada surat dari adit” ucap ali teman sekelas adit sembari menyodorkan kertas.
“Sirfah, maafin atas pacar aku ya?, aku tau kamu pasti sedih. selama 2 bulan kita menjadi teman aku bahagia dan nyaman sama kamu tapi aku tidak bisa memiliki kamu karena aku sudah dimiliki yang lain. i love you sirfah. maafin aku…”
Sirfah berlari dengan kencang menuju kamar mandi dan meneteskan derasnya air mata.
“I love you to, dit”


0 komentar:
Post a Comment