CINTA PADA SAHABATKU YANG TERPENDAM
Namaku Farah hasywaza Audrey. Aku biasa dipanggil Audrey oleh teman temanku. Aku punya teman namanya Fikar. Tapi dia itu kakak kelasku. Di balik persahabatan kami ini aku menyimpan rasa cintaku padanya selama kurang lebih 2 tahun sejak kami pertama kali bertemu waktu masa orientasi siswa atau MOS. Sejak saat itu aku selalu senang karena dia menganggapku sebagai seorang yang sangat berarti dalam hidupnya meskipun hanya sebatas sahabat.
Setiap pagi sebelum berangkat sekolah biasanya kami selalu mengelilingi komplek perumahanku. Pagi pagi sekali dia sudah menghampiri rumahku. “Audrey.. Ayo kita keliling komplek!” Katanya. Aku sudah siap dari pagi menunggunya menghampiri rumahku.
Setelah Fikar memanggilku dengan suara yang sangat keras, aku menghampirinya. “ih kamu tuh yaa, gak bisa banget ngomong santai.. Orang lain masih pada tidur tau” kataku. Lalu dia tiba tiba menarik lenganku untuk cepat cepat pergi. Biasanya itu ritual kami setiap pagi. Setelah lari pagi kami berangkat sekolah bersama. Dia memboncengku naik sepeda andalannya. Karena kebetulan kita satu sekolah yang sama bahkan satu kelas yang sama.
Suatu hari seperti biasa kami melakukan ritual lari pagi yang biasa kami lakukan di pagi hari. Pas bel pulang sekolah berbunyi, dia meneleponku “drey, kita ketemuan yuk di cafe biasa, aku tunggu yaa” katanya. Aku senang sekali karena udah lama juga aku gak nongkrong bareng Fikar. “Okee deeh, emang ada apa gitu Kar? Kok harus ketemuan segala?”Kataku. “Nanti deh aku ceritain di sana oke” katanya.
Aku langsung pergi ke cafe itu dengan perasaan senang. Tapi setibanya di sana aku agak sedikit bingung karena ada seorang perempuan. “Seorang perempuan! Tapi, aku rasanya mengenal perempuan itu, iya itu adalah kakak kelasku. Dia itu kak Lestary” kataku dalam hati. Lalu Fikar menyuruhku duduk. “Kamu pasti ingung ya Drey? Aku mau jelain sesuatu” katanya. “Sesuatu apa? Ceritain aja sama Audrey” kataku. “Jadi sebenarnya..” “Sebenarnya apa?” Jawabku memotong perkataan Fikar. “Sebenarnya aku sama Lestary ada hubungan” sontak kata kata Fikar membuatku makin bingung. “Hubungan? Maksdunya apa sih aku gak ngerti kak” kataku karena aku sungguh bingung sama keadaan ini. “Jadi kami udah pacaran selama 2 bulan terakhir” kata kata Fikar itu sontak membuat jantungku beberhenti sejenak, hatiku berantakan, air mata ingin rasanya keluar dan aku ingin sekali menangis.
“Hah? Pacaran? Kenapa kalian gak Kasih tau aku?” Kataku sedikit mengontrol emosiku.
“Maaf ya aku gak ngasih tau kamu. Pasti kamu marah” kata Fikar. Jelas lah aku marah tapi aku mencoba untuk mengontrol emosiku. “Hah marah? Nggak lah malah aku seneng kalian pacaran!” Jawabku dengan penuh kebohongan.
“Syukurlah kamu gak marah, dengan begini kita gak perlu merahasiakan hubungan kita lagi ke kamu Drey” kata Fikar. “Hhe iya iyaa aku seneng banget kalian pacaran, eh aku lupa aku ada janji sama mamah aku pergi duluan yaa” kataku untuk menghindari mereka. “Oh ya udah hati hati di jalan yah Drey” kata kak Lestary. Aku hanya senyum mendengar perkataannya walaupun jauh di dalam lubuk hati ini aku begitu sakit hati kepadanya.
Di jalan menuju pulang aku menangis sepuasnya. Aku ingin sekali marah pada Fikar, tapi apa hak aku sampai harus marah pada hubungan mereka? Toh aku bukan siapa siapanya Fikar. Aku hanya bisa memendam perasaan sakit hati karena hubungan mereka. Dan perasaan ini hanya Tuhan dan aku yang tahu.
Maafkan aku karena menyukaimu seperti orang yang tak terlihat, seperti aku tidak pernah ada. – Audrey
SELESAI


0 komentar:
Post a Comment