TAKDIR ANGIN

Posted By Cerpen universal on Thursday, May 21, 2020 | May 21, 2020

TAKDIR ANGIN

Keadaan sudah malam, Zed pun terdiam berada di tempat yang ia sukai sambil melihat keadaan kota dan juga berteriak "Pusing".

***

Pak polisi, walinya Zed, Pak Josep dan temannya baik Zed, Noa...sedang membiarkan tentang Zed tertangkap polisi yang berpatroli di sebuah gang ya di bawa ke kantor. Pak Josep pun berusaha mengeluarkan Zed agar tidak di penjara. Usaha itu pun berhasil dengan baik. Saat di jalan pulang. Pak Josep pun berkata "Sampai di kota ini, lagi-lagi berurusan dengan polisi".

Zed pun menghilang begitu saja. Pak Josep dan Noa mencari Zed. Ternyata Zed pun berada di tempat yang ia sukai. Noa pun menemui Zed dan bicara dengan baik "Kau tidak ke rumah Ibu ku untuk makan, tetapi malah di sini".

Zed tetap diam saja omongin Noa. Hari ini ulang tahunnya Zed, jadinya Noa memberikan sebuah hadiah buku elang, yang sebagai jimat pelindung dan juga artinya kebebasan. Zed menerima hadiahnya Noa dan di simpan dengan baik. Tidak-tidak Noa sakit dan Zed segera membawanya ke rumah sakit untuk menemui dokter. Di ruangan dokter, Noa di periksa dan Zed yang menemani sih. Dokter memeriksa alat penopang Nao.

"Kamu harus bisa menjaga keadaan mu, alat ini di pasang untuk memperpanjang hidup mu," kata dokter.

Dokter pun selesai juga memeriksa Nao. Ya dengan samar, Nao pun berkata "Aku ingin bebas".

Zed meninggalkan tempat tersebut, ya menemui Ibunya di rumah sakit jiwa. Di kamar Ibunya. Zed melihat keadaan Ibunya yang aneh melihat ubur-ubur di akuarium. Zed pun berkata "Ibu hari ini ulang tahun ku, Noa memberikan aku bulu elang sebagai hadia ulang tahun".

Ibunya Zed langsung berreaksi dengan bulu elang dan berkata "Bulu".

"Ibu, apa Ibu tahu sesuatu?" tanya dengan suara keras.

Pak polisi membuka kamar tersebut dan menemukan Zed, ya akhirnya di tangkaplah Zed untuk di bawa ke kantor polisi. Saat di jalan menunggu mobil polisi dateng. Pak Josep berubah menjadi menyeramkan sekali dan mengeluarkan alat pada tubuhnya berupa kelereng dan berubah menjadi pedang dan menusuk Pak polisi yang menangkap Zed. 

Sebelum mati Pak polisi berkata "Shadow specter".

"Kau harus di bunuh saat muda," kata Pak Josep.

Zed terdiam saja dengan keadaannya padahal keadaan benar-benar mengancam diri. Pak Josep pun mau menusukkan pedangnya ke Zed tapi di tangkis dengan tangan kirinya Zed yang ada lingkaran tiga dan bereaksi sih, ya mengeluarkan energi. Tiba-tiba Ibunya Zed muncul dan mengeluarkan kelereng dan di lempar kan ke Pak Josep menjadi api. Pak Josep pun berusaha menghindari serangan dari Ibunya Zed. Pak Josep pun melarikan diri dengan melompat ke gedung dan Ibunya Zed mengejarnya.

"Ibu," kata Zed.

Polisi pun dateng untuk menangkap Zed karena tuduhan membunuh petugas polisi. Noa pun dateng untuk menolong Zed, tapi jatuh ke jalan karena sakit....jadi di bawa ke a bulan untuk di larikan ke rumah sakit. Zed pun berontak dari keadaannya di bawa ke kantor polisi mau di masukkan ke dalam mobil polisi. Zed pun berhasil dan segera melarikan diri. Polisi pun mengejar Zed. Noa pun di bawa pake mobil ambulan dan melihat Zed yang kabur, maka itu Nao membekap sopir ambulan agar di turunkan.

Sampai di sebuah tempat dan di hadapan Zed adalah pager besi yang tinggi. Muncul sebuah lingkaran seperti bola tadinya kecil menjadi besar dan terlihat sosok makluk seperti malaikat. Zed pun berlari ke lingkaran energy tersebut. Polisi mencegah Zed masuk ke dalam lingkaran energi, tapi gagal. Di atas gedung. Ibunya Zed mengalahkan Pak Josep dan melihat Zed pergi ke dunia lain dengan lingkaran energi. 

***

Lina sedang latihan dengan Guru Ryu, mengeluarkan kemampuan dari kelereng yang di lemparkan menjadi senjata seperti pisau. Guru Ryu, ya mengeluarkan kemampuannya dari tongkat naganya, ya mengeluarkan api. Berkali-kali Lina menyerang tetap akhirnya tidak bisa menggoyahkan pertahanannya Guru Ryu. 

Latihan pun selesai. Datenglah Robi yang menantang Guru Ryu untuk mengambil kekuatanya. Guru Ryu pun berani menghadapi lawannya. Di keluarkan oleh Tobi kelereng ke tanah dan menjadi besar keluarlah roh makluk buas seperti kumbang.

"Ayo, Zikaru...kita hadapi lawan kita!" kata Tobi. 

Guru Ryu pun mengeluarkan kelereng dan berubah menjadi tongkat naga. Tiba-tiba ada sebuah tornado. Dari tornado tersebut muncullah Zed. Jasmin dan Guru Ryu melihat pemuda tersebut yang muncul dari pusaran tornado begitu juga dengan Tobi melihatnya.

Zed pun melihat dan merasakan keadaan lingkungan tenang sekali dengan hembusan angin yang sepoy-sepoy jadinya sejuk banget dan berkata "Angin". 
Blog, Updated at: May 21, 2020

0 komentar:

Post a Comment