DEBUT

Posted By Cerpen universal on Thursday, May 21, 2020 | May 21, 2020

DEBUT

Panji dan Loli pun berjalan ke tempat yang sunyi, ya lebih tepatnya hutan. Panji mulai memakai gelang kekuatan di tangan kirinya. Dengan menekan tombol perubahan Panji menghilang dan menjadi pahlawan super. Loli pun menggunakan kaca mata berwarna untuk melihat Panji, yang menjadi pahlawan super. Panji mulai menekan tombol yang lain untuk menguji kekuatan gelang. Tombol merah, ya di tekan Panji. Keluarlah kekuatan api dari tangan Panji dan di bentuk jadi bola api, ya di lembarkan ke sebuah pohon.

"Bummm," suara ledakan.

Panji, ya senang dengan kekuatan gelang yang mengeluarkan api yang dasyat banget. Mulailah Panji menekan tombol hijau dan segeralah Panji mengeluarkan kekuatan angin dari tangannya, ya menerbangkan pohon-pohon gitu. Ya Loli, ya hampir terbang sih, untung saja memegang pohon besar. Panji pun memencet tombol biru dan di keluarkan air dari tangan Panji. Loli, ya senang melihat Panji mengeluarkan air gitu. Lalu terakhir, Panji menekan tombol ungu dan terbanglah Panji di udara ke sana ke sini. Loli, ya melihat dengan jelas dengan kaca mata berwarna melihat Panji terbang ke sana ke sini.

Telah puas menggunakan kekuatan gelang, ya Panji menekan tombol untuk membalikkan dirinya dan bisa di lihat oleh Loli, tanpa kaca mata berwarna. Panji dan Loli, ya bersumpah untuk tidak memberitahu siapa pun tentang kekuatan gelang tersebut. Setelah itu Panji dan Loli, ya meninggalkan tempat tersebut dan juga hari sudah malam. Sampai juga Panji dan Loli di panti asuhan segera keduanya beristirahat.

***

Pagi-pagi, ya biasa sih Panji menyiapkan seperti biasanya dengan Udin. Nadia, ya sudah siap untuk ke kantor, ya ingin sarapan gitu dan di persilakan oleh Panji dan Udin. Setelah itu ya, Nadia meminta Panji menolongnya untuk urusan kerjaannya menghadapi Bos, Pak Teguh. Panji, mau apa lagi, ya di temenin lah Nadia. Sampai di kantor. Nadia menghadap Bosnya, untuk laporan gitu. Tina, sekertaris Bos...ya menghadapi juga untuk membantu Nadia. Dengan bujukan yang baik, akhirnya Bosnya mengerti dan tidak jadi memecat Nadia. Tetap saja Nadia, ya di suruh Bosnya untuk target mendapatkan berita yang spektakuler gitu.

Panji dan Nadia, meninggalkan kantor setelah urusan dengan Bos selesai. Sampai di sebuah Bank. Ya Nadia ingin mengambil uang gitu Bank. Dateng Sekelompok penjahat berbaju hitam dan bertopeng sih, ya bawa pistol untuk merampok Bank. Dengan menolong pistol ke pegawai Bank untuk memasukan uang ke dalam tas. Ya sapam, yang jaga Bank takut gitu dengan perampok bersenjata.

Panji memang ikut dengan Nadia ke Bank, tapi ya menghilang gitu untuk berubah jadi pahlawan super di tempat yang tidak ada orangnya. Salah satu perampok, ya berbuat tidak menyenangkan ke Nadia sampai Nadia pun berteriak memanggil nama Panji. Perampok pun menyuruh Nadia untuk diam agar tidak berteriak-teriak memanggil nama Panji.

Panji yang telah berubah menjadi pahlawan super, ya tidak bisa di lihat manusia sih kaya hantu. Panji pun mulai mengerjai para perampok dengan kemampuanya kaya hantu. Para perampok bingung di buat Panji. Sampai pistol di tembak ke sana ke sini tidak tahu arah tembakannya. Panji pun mulai serius mengajar para perampok. Ya setelah itu di serahkan ke sapam Bank untuk di tangkap para perampok tersebut dan di bawa ke kantor polisi. Nadia pun dapet berita bagus tentang Manusia Melenium yang menggagalkan perampok di Bank. Panji, yang menjadi Manusia Melenium keluar dari Bank dan mencari tempat yang sepi. Baru deh Panji pun menekan tombol non aktif perubahannya dan menjadi dirinya sendiri. Panji pun kembali ke Bank untuk menemui Nadia.

Nadia pun menceritakan tentang pahlawan yang menggagalkan perampok di Bank, ya nama Manusia Melenium. Panji tetap tidak percaya omongan Nadia, pada akhirnya omongan Nadia pun di tegaskan benar oleh pegawai Bank. Panji, ya jadinya percaya aja yang menggagalkan perampokan Manusia Melenium, kaya cerita di komik saja. 

Nadia pun meninggalkan Bank, ya menuju kantornya untuk laporan dengan Bosnya. Sedangkan Panji, ya kembali ke panti asuhan. Di kantor, ya Nadia meyakinkan bosnya untuk mengangkat berita tentang Manusia Melenium tersebut. Tapi Bosnya, Pak Teguh....ya tidak percaya omongan Nadia tentang Manusia Melenium tersebut. Tetap Nadia berusaha meyakinkan Bosnya untuk mengangkat berita tentang Manusia Melenium. Ya Bosnya tidak mau gitu untuk mengangkat berita Manusia Melenium yang tidak jelas gitu.

Sampai ada telepon gitu, ya di angkat Bosnya dan ternyata yang menelpon adalah Manusia Melenium. Bosnya, ya percaya omongan Nadia. Telepon pun di berikan ke Nadia, gitu oleh Bosnya karena Manusia Melenium mau bicara dengan Nadia. Akhirnya terjadi kesepakatanlah antara Nadia dan Manusia Melenium untuk bicara gitu, ya agar bisa di tulis di surat kabar gitu. Teleponan pun selesai antara Nadia dan Manusia Melenium. 

Nadia pun, ya bicara ke Bosnya tentang mengangkat berita Manusia Melenium tersebut. Ya Bosnya pun setuju untuk mengangkat berita tentang Manusia Melenium. Nadia pun senang sekali beritanya di terima Bosnya. Nadia pun segera melaksanakan kerjaannya dengan baik. 

***

Anak buah Donclo, ya menangkap Profesor Latif, ya di aniyaya lah Profesor Latif oleh anak buah Donclo sampai babak belur gitu, untuk memberitahu keberadaan dari gelang kekuatan tersebut. Profesor Latif, ya tetap bungkam seribu bahasa gitu, walau dirinya....ya mendekati kematian. Donclo marah besar dengan sikap dari Profesor Latif. Tapi Donclo dapet laporan dari anak buahnya, bahwa anak buahnya yang merampok Bank di gagalkan oleh Manusia Melenium. Donclo pun mulai memahami keadaan, maka itu menyuruh anak buahnya mencari Manusia Melenium, ya kemungkinan besar ada kaitannya dengan gelang kekuatan yang di carinya.
Blog, Updated at: May 21, 2020

0 komentar:

Post a Comment