CINTA AMANDA
Erwin sedang asik ngopi di warung Jamila. Hp pun bergetar dan juga bersuara musik Korea gitu. Erwin pun mendekat tombol di layar Hp dan segera berkata "Halo, Toing ada apa?"
"Bang, Heru mengurung dirinya di kamar setelah di putusin oleh Jesika. Kayanya patah hati," kata Toing.
"Gara-gara cewek, tingkah Heru seperti anak kecil. Abang segera ke kos-kosan kalian," kata Erwin yang tegas.
"Iya, Bang," saut Toing.
Hp pun di matikan keduanya. Erwin pun menghabiskan kopinya dan segera, ya di bayarlah ke Jamila. Erwin segera naik motornya menuju kos-kosan Toing dan Heru. Erwin memotong jalan lewat jalan tikus untuk sampai di kos-kosan, karena di jalan besar ada polisi yang bertugas...ya urusannya ini dan itu untuk pemulihan keadaan jadi normal gitu.
Erwin sampai di kos-kosan Heru dan Toing dan segera masuk rumah. Di ketuk baik-baik Heru tidak menjawab. Erwin, takut kalau Heru bunuh diri di dalam kamar, jadi di dobrak pintu kamar oleh Erwin. Eeee ternyata pintu kamar tidak di kunci.
"Dasar komedi," kata Erwin.
Erwin melihat keadaan Heru yang mabok gitu, Toing juga melihat keadaan Heru yang mabok apalagi di tangan Heru ada botol minuman. Erwin pun berusaha menyadarkan Heru, tapi ternyata Heru mabok beneran. Toing pun menemukan barang terlarang di atas meja, kayanya di pakai Heru.
Erwin marah besar karena Heru pemakai obat terlarang dan juga minum-minuman keras, gara-gara patah hati di putusin oleh Jesika.
"Jadi cowok cemen," kata Erwin.
Erwin mengeluarkan pistol. Toing pun segera berkata "Abang kenapa mengeluarkan pistol?"
"Abang ingin menembak kepala Heru yang isinya kebodohan aja. Cuma patah hati, eee melarikan diri dengan cara mabokan dan juga make obat terlarang. Lebih baik Heru mati dari pada jadi pengecut seperti ini," kata Erwin yang tegas.
"Abang, jangan di lakukan. Aku mohon urungkan niat Abang itu," kata Toing membujuk.
"Toing diam kamu, dari pada Abang...dor kepala mu itu juga," kata Erwin yang marah.
"Iya, Bang," kata Toing yang takut.
Toing pun diam. Erwin mengarahkan pistol di kepala Heru dan berkata "Lebih baik kamu mati dari pada hidup mu seperti orang bodoh!"
Heru melihat baik-baik pistol di kepalanya dan langsung ia sadar.
"Ampun Bang, Heru...tidak lagi mabokan dan makai obat terlarang," kata Heru dengan penuh ketakutan.
"Kalau begitu cepat beritahu dari mana kamu dapet obat-obat terlarang!" kata Erwin yang marah.
"Dari...Johan, Bang Erwin. Preman daerah sini sekaligus kerjaan maling juga sih dan juga pura-pura jadi orang baiknya sih tukang parkir," pengakuan Heru.
"Jadi ulah Johan," kata Erwin.
Erwin pun menelpon temannya anggota 86 dan BNN untuk segera menangkap Johan si pengedar obat terlarang. Ya segera laporkan Erwin di proses oleh anggota 86 dan BNN. Setelah itu Erwin pun keluar dari kamarnya Heru.
"Bang, tidak jadi nembak Heru?" tanya Toing.
"Siapa yang mau nembak Heru? Pistol ini mainan juga," kata Erwin sambil di tembakin pistol dan keluar air.
"Ya, cuma pistol air," kata Toing.
"Komedi," kata Erwin sambil menyimpan pistolnya.
Heru, ya dibiarkan di kamarnya. Erwin dan Toing, ya keluar dari kos-kosan. Erwin melihat Amanda di rumahnya, jadinya terpaku gitu. Toing jadi bingung melihat Erwin, ya Abang sih.
"Toing!" kata Erwin.
"Apa...Abang?" kata Toing.
"Main ke rumah Amanda yuk!" kata Erwin.
"Waduh...cewek lagi. Cinta tidak pernah di terima sama Amanda, tetap aja terus-terusan ngajak ke rumah Amanda. Iya deh Abang," kata Toing.
"Toing, Amanda itu suka apa?" tanya Erwin.
"Biasa sih... makanan," kata Toing.
"Kalau begitu segera pergi beli makan cepet!" perintah Erwin.
"Siap Abang!!! Beli makan pake uang, jadi uangnya Abang, tapi di lebihin ngasih uangnya sih untuk aku Abang," kata Toing.
"Kebiasaan di kasih kerjaan minta imbalan. Ya Abang kasih uang lebih untuk kamu," kata Erwin sambil mengambil uang dari dompetnya dan di berikan pada Toing.
Toing menerima uang dari Erwin, ya Abang gitu. Segera Erwin belanja makan. Singkat waktu, ya Toing membawa makan. Erwin pun membawa makan ke rumah Amanda. Seperti biasa Erwin di sambut baik oleh Amanda, ya jadinya ngobrol bareng di ruang tamu. Toing, ya nemanin sih tapi duduk di teras depan.
"Abang Erwin, niatnya dekat dengan Amanda. Cinta beneran. Tapi kalau aku lihat, Amanda yang menunjukkan sifat jeleknya ini dan itu, tetap saja Abang Erwin suka semua sifat Amanda yang ini dan itu," kata Toing dengan suara samar.
Obrolan Erwin dan Amanda, ya asik gitu tetap aja hasilnya Amanda menganggap Erwin biasa-biasa aja. Jadi Erwin pamit pulang ke Amanda ada urusan kerjaan. Toing, ya masih ngikutin Erwin, sampai di kos-kosan.
"Abang capek gak ngejar cintanya Amanda?" tanya Toing.
"Enggak capek. Asik aja!!! Abisnya cinta," pengakuan Erwin dengan jujur.
"Padahal cinta Abang belum di terima Amanda?!" kata Toing.
"Emang sih. Tapi inilah paling serunya mengejar cinta Amanda. Rasa membara di dalam dada demi mendapatkan cinta Amanda yang Abang sukai," kata Erwin.
"Cinta membutakan segalanya!!!" kata Toing.
"Sudahlah ngobrolnya Abang pulang dulu. Jagain tuh Heru, jangan kebelangsak lagi!!" kata Erwin.
"Iya, Abang," kata Toing.
Erwin, ya segera membawa motornya menuju rumahnya. Toing, ya ngurusin Heru yang masih kacau gitu.


0 komentar:
Post a Comment