ENAK LOE

Posted By Cerpen universal on Wednesday, February 26, 2020 | February 26, 2020

ENAK LOE

Beny dateng ke kota bersama dengan Lina. Bertemulah dengan Jasmin, cewek tomboy gitu. Jasmin ingin mengadakan pertandingan memasak di balai kota. Lina, warga pendatang, ya menawarkan diri untuk ikut pertandingan memasak. Tika, gadis lugu tapi gak lugu banget. Jadi Tika ikut pertandingan memasak yang diadakan Jasmin, ya sebagai lawannya Lina.

Mulailah pertandingan memasak, Lina mencari bahan-bahan di hutan gitu. Sedangkan Tika lebih baik membeli bahan untuk memasak di pasar. Tika pun dengan serius memilih bahan-bahan di pasar, sampai di puji oleh penjual kentang "Kalau pinter memasak nanti bisa cepet dapet suami".

Tika tersipu malu dengan pujian penjual kentang, jadi membeli kentang untuk bahan memasak. Semua bahan telah di dapetkan Tika, ya segera di bawa ke tempat bertanding memasak. Lina, masih sibuk mencari makan di hutan. Dateng beruang yang ingin menyerang Lina. Dengan tenang Lina menggunakan pisau dan membunuh beruang yang menyerangnya. Saat membereskan beruang yang tergerletak di tanah, ya Lina pun di serang oleh babi hutan. Ya dengan tenang menggunakan pisau di tangannya Lina dan membunuh babi hutan tersebut. Lina pun dapet dua binatang hutan untuk bahan memasaknya dan juga bahan-bahan lainnya. Lina pun membawa babi hutan dan beruang dengan gerobak.

Saat di balai kota. Warga sudah menunggu untuk menonton pertandingan memasak.Tika, ya sudah di tempat memasak dan siap untuk memasak. Di tunggu dengan sabar oleh Jasmin dan semua warga. Dateng juga Lina dengan mendorong gerobak berisi beruang dan babi hutan.

Memang semua orang terkejut dengan bahan yang dibawa Lina. Jasmin pun sampai bertanya ke Lina "Bagaimana kamu mendapatkan bahan untuk memasak yaitu beruang dan babi hutan?".

"Aku...menggunakan ini pisau".

Jasmin, ya sebenarnya tidak percaya begitu saja dengan omongan Lina. Saat Lina mulai menggunakan pisaunya untuk mengulitin daging beruang dan babi hutan dengan teknik pisaunya yang hebat. Jasmin pun percaya termasuk semua warga yang menonton pertandingan memasak.

Jasmin pun memulai pertandingan memasak antara Lina dan Tika. Lina segera memasak bahan-bahan yang akan jadikan makan. Tika pun juga segera memasak dengan bahan yang di beli di pasar. Beny jadi juri untuk mencicipi makanan karena di suruh Jasmin.

Banyak warga, ya tidak percaya dengan teknik memasak Lina....termasuk Jasmin dan Beny. Lina dengan santai memasak bahan makannya. Ya selang berapa saat sih. Jadilah masakan Lina yang campur aduk gitu di hidangkan di mangkok besar. Beny di suruh mencicipinya masakan Lina, yang jadi duluan.

Sebenarnya, ya Beny khawatir dengan masakan Lina yang gak enak dari penampilannya campur aduk itu. Karena jadi juri di paksa oleh Jasmin, ya terpaksa mencoba masakan Lina.

Saat Beny mencicipi masakan Lina, ternyata enak banget. Sampai Beny pun terus mencoba masakan Lina berkali-kali, ya ternyata enak. Jasmin dan warga yang menonton pertandingan memasak pun terkejut dengan pujian Beny sebagai juri yang menyatakan masakan Lina....enak. Tika pun, ya juga terkejut juga, karena melihat masakan Lina yang campur aduk ternyata enak di puji juri.

Teo, teman Tika tidak percaya dengan juri Beny, karena masakan Lina yang terlihat campur aduk gitu. Teo pun mencoba mencicipinya dengan baik. Eeee...ternyata masakan Lina enak, pujian dari Teo. Dalam hati Teo berkata "Penampilan...saja gak karuan  di sajikan untuk di nilai, ternyata rasa enak".

Lina, ya senang sih di puji masakannya. Tika, sedikit khawatir kalau dirinya kalah dalam pertandingan memasak, karena juri Beny dan Teo memuji masakan Lina. Datenglah Heru dengan pasukannya untuk menangkap Beny.

Karena Heru bertindak duluan dengan menyerang dengan melemparkan kunai ke Beny, ya segera Beny mencaput pedangnya dan terjadi pertarungan sengit antara Heru dan Beni. Pertandingan memasak berantakan. Ya semua orang menghindar dari pertarungan Heru dan Beny. Tika, ya kesal sih melihat Heru, ya Kakaknya Tika. Jadi Tika pun berteriak keras "Berhenti".

Heru dan Beny, ya seketika berhenti tidak melanjutkan pertarungan. Heru pun berkata "Lain kali aku menangkap mu!"

"Ya..kalau kau bisa mengalahkan aku," kata Beny dengan berani.

Keadaan yang kacau balau, ya segera di benani oleh Heru dan anak buahnya. Pertandingan memasak pun mau gak mau di lanjutkan demi mengetahui siapa pemenangnya. Saat Beny, ya mencoba masakan Tika ternyata enak sih tapi tidak seenak Lina. Padahal dihidangkan dengan baik banget. Teo, ya biasa tidak percayaan dengan juri Beny jadi coba mencicipi masakan Tika. Ternyata masakan Tika kalah dari masakan Lina. Dalam hati Teo pun berkata "Apa yang salah ya, padahal penyajiannya bagus tapi rasanya ada yang kurang?".

Jasmin pun memutuskan pertandingan memasak berdasarkan Beny dan Teo, ya menang adalah Lina. Tika pun menerima kekalahannya. Lina pun berkata "Aku seorang petualang sendirian, aku terbiasa memasak dengan bahan yang aku dapatkan di lingkungan apa pun?!".

Mendengar omongan Lina seperti itu, ya Beny yakin bahwa Lina pandai memasak padahal teman yang bertemu di jalan saat menuju kota. Jasmin dan warga pun percaya kalau Lina pandai memasak karena memenangkan pertandingan.

"Aku kalah dengan ahli memasak. Aku harus lebih banyak belajar memasak lagi. Agar masakan ku lebih enak lagi," kata Tika.

"Ternyata, Lina...ahli memasak toh. Hebat," pujian Teo.

Heru, ya mencoba masakan Lina yang penampilannya kacau balau ternyata rasanya enak. Dan juga mencobain masakan Tika, adiknya Heru ternyata masih enak masakan Lina walau sebenarnya penyajiannya masakan Tika bagus. Heru pun, ya hanya diam seribu bahasa agar tidak menyinggung adiknya, Tika yang kalah bertanding memasak.

Pertandingan memasak usai di lanjutkan dengan makan bersama dengan warga yang menonton dan di isi dengan acara menyanyi. Ya ternyata penyanyinya, ya gak cantik-cantik banget gitu, tapi yang membuat semua orang terpukau adalah suaranya yang merdu. 

"Bagusnya," pujian Lina.

"Luar biasa," pujian Jasmin.

"Brafo...brafo," kata Beny sambil tepuk tangan menunjukkan salut kepada penyanyi bersuara emas.

"Penampilan penyanyinya sih biasa-biasa aja, tapi suaranya...itu loh....bener-bener bagus banget. Sama seperti masakan Lina, penyajiannya kacau banget tapi rasanya enak....banget," kata Teo yang jujur.

"Bener-bener bagus...warna vokalnya," pujian Tika.

"Emmm," kata Heru.

Semua orang menikmati suasana dengan penuh ketenangan dan kegembiraan dibalai kota sampai acara selesai.
Blog, Updated at: February 26, 2020

0 komentar:

Post a Comment