KAMEN RIDER DRIVE
Malam hari di sebuah gedung yang tidak berpenghuni. Magma yang memiliki kekuatan api sedang mengamuk membakar seluruh ruangan di gedung. Dash masuk ke dalam gedung yang terbakar.
"Seperti biasanya kamu, Magma mengamuk saja untuk menunjukkan kekesalan diri mu," kata Dash.
"Kamu, Dash. Mau apa kamu ke sini?" kata Magma.
"Aku, hanya ngecek saja. Monster mana yang mengamuk di kota ini," kata Dash.
"Kalau sudah aku. Mau apa?!" kata Magma.
"Teruskan saja meluapkan kekesalan kamu," kata Dash.
Magma pun mengamuk dengan mengeluarkan api dari ke dua tangannya. Dash meninggalkan gedung yang terbakar dengan lewat jendela dan melompat dari satu gedung ke gedung yang lain.
Kemurkaan Magma menjadi-jadi membuat ledakan dan akhirnya gedung runtuh. Magma pun meninggalkan gedung tersebut.
***
Pagi yang cerah. Tejo berangkat ke tempat kerjaan dengan mengayuh sepedah dengan cepat. Sampai di kedai mie. Tejo langsung masuk kedai.
"Maaf aku telat," kata Tejo.
"Tejo....tejo. Kamu tepat waktu. Lihat jam dinding itu!" kata Pak Agus pemilik kedai mie.
Tejo mencocokan jam di tangan dengan jam di dinding.
"Aku salah menyeting jam tangan aku," kata Tejo.
"Ya....sudah. Kerjakan pekerjaan kamu...seperti biasanya!" kata Pak Agus.
"Baik, Pak," kata Tejo.
Tejo segera membereskan apa pun yang belum rapih dan bersih. Baru setelah itu menunggu pelanggan yang dateng berkunjung makan mie di kedai Pak Agus. Telpon berdering, ya di angkat Pak Agus. Ternyata mesen mie gitu. Pak Agus menyiapkan mie dengan cepat banget, lalu menyuruh Tejo mengantarkan mie pesanan ke pelanggan tetap, di sebuah kantor dekat kedai cuma seratus meter jaraknya sih.
Tejo dengan semangat mengantarkan mie pesanan yang di masak Pak Agus dengan penuh cinta. Baru mau masuk kantor. Magma dateng mengamuk di daerah tersebut dan membakar mobil dan motor yang di parkirkan di pinggir jalan. Tejo ketakutan sekali, ya bersembunyi gitu. Semua orang berlarian kabur dari tempat tersebut, ya termasuk karyawan di dalam gedung.
Seorang pemuda yang gagah keluar dari mobil berwarna merah. Pemuda itu berubah menjadi Kamen Rider Drive.
"Drive, kamu dateng juga untuk mengalahkan aku," kata Magma.
"Iya," kata Drive.
Magma menyerang Drive dengan kekuatan api dari kedua tangannya. Drive menghindari Magma. Drive dengan cepat menghindari serangan Magma dan menendangnya sampai terpental jauh dan menabrak mobil di parkiran.
"Berengsek, kamu Drive," kata Magma.
Magma berubah menjadi monster berwarna merah, ya ada tanduknya sih kaya setan gitu. Magma menyerang Drive lebih liar lagi. Ya kewalahan sih Drive, maka itu berubah menjadi tipe mobil pemadan kebakaran.
Magma menyerang terus dengan api yang di keluarkan dari tangannya. Ya Drive, tipe mobil pemadam....ya memadamkan api dengan tembakan air gitu.
"Api ku padam," kata Magma.
Magma marah dan memicu kekuatan dalam dirinya dan mau di keluarkan. Drive dengan segera kembali ke tipe awal dan menyerang serangan cepat ke Magma tendangan mematikan. Ya Magma yang terkena serangan Drive, ya tidak bisa apa-apa. Jadinya Magma meledak.
Drive pun kembali ke wujudnya menjadi pemuda dan segera masuk mobil dan meninggalkan tempat tersebut.
***
Tejo yang menonton pertarungan Kamen Rider Drive mengalahkan monster, bener-bener sangat terpukau banget. Tidak lupa dengan pekerjaannya, Tejo masuk kantor untuk memberikan pesan mie ke pelanggannya.
***
Kematian Magma di kalahkan Kamen Rider Drive membuat kesal Dash, maka itu ia meninggalkan tempat tersebut dengan melompat dari satu gedung ke gedung lain untuk mencari teman-temannya yang mengacau kota.
***
Petugas pemadam dateng sih untuk mematikan mobil dan motor yang terbakar, tapi orang-orang yang mobil dan motornya yang terbakar sangat sedih dan ada juga yang tertolong karena asuransi membayarkan kerugian dari bencana kebakaran yang di sebabkan serangan monster yang punya kekuatan api dan juga memang tidak di rekayasa.
***
Sampai di ruang kantor. Tejo menyerahkan pesan mie ke Pak Jojon, langganan tetap.
"Silakan di makan mienya," kata Tejo.
"Iya, terima kasih. Oh iya. Uangnya," kata Pak Jojon.
"Iya, terima kasih banyak," kata Tejo.
Tejo pun meninggalkan ruangan tersebut dan kembali ke tempat kerja di kedai mie.


0 komentar:
Post a Comment