BIDADARI KAMPUS

Posted By Cerpen universal on Thursday, January 9, 2020 | January 09, 2020

BIDADARI KAMPUS

2 November 2014.
Hari ini aku sangat bersemangat menempuh pendidikan. Masa-masa kegalauan sudah lama hilang tertelan waktu yang panjang. Meski kini hatiku pincang, tetap semua akan kuterjang.

Aku adalah mahasiswa reguler angkatan 2014, jurusan yang aku ambil yaitu program studi pendidikan bahasa dan sastra indonesia. Di kampus aku dipercaya menjadi ketua kelas, sebenarnya sih itu juga karena yang lain gak ada yang mau menjabat, dan ditambah lagi aku yang paling tua dari teman-teman yang lainnya, ya sudah pada akhirnya akulah yang menjabat jadi ketua kelas.

Oh iya, di kelas dominan lebih banyak anak cewek bila dibandingkan cowok, mungkin karena jurusannya bahasa kali ya jadi lebih banyak cewek. Total Mahasiswa di kelas itu ada 48 orang, mahasiswa cowok hanya 10 orang, dan sisanya itu cewek semua.

Awalnya aku rasa lebih banyak anak cewek itu seru, karena siapa tahu salah satu dari mereka ada yang nyangkut di hati, hehe. Sesudah aku jalani beberapa minggu belajar, ternyata oh ternyata lumayan pusing juga lebih banyak cewek itu. Ya.. yang jelas aku merasa pusing itu karena jabatan aku sih, ternyata ngatur anak cewek lebih sulit dari yang aku duga, tapi untungnya aku dibantu oleh kedua asisten yaitu sekertaris dan bendahara kelas, jadi tidak terlalu beratlah tugas ketua kelas.

Hari demi hari tak terasa terus berlari. Semua beban dan tanggung jawab seorang mahasiswa telah melekat menjadi jati diri. Tapi terkadang hati masih saja merasa sunyi.

19 Januari 2015.
Aku melihat sosok wanita cantik yang religius, hatinya terlihat halus, dan mudah-mudahan batinnyapun mulus. Dia adalah teman kelasku, orangnya pintar, seru dan karismatislah kalau menurut aku. Saat-saat indah itu, saat aku berada dekat dengannya, bahkan semakin lama aku dekat, semakin jauh aku kenal, aku jadi semakin tertarik kepadanya.

Menurut aku itu sih manusiawi kalau cowok sama cewek kedekatannya erat timbul rasa di hati, hehe. Awalnya sih dari tugas kelompok yang diberikan dosen, kebetulan saat itu aku satu kelompok dengannya. Tiba di hari pengerjaan tugas, aku datang ke rumahnya dan ternyata rumahnya itu tidak jauh dari rumah aku, wahh.. disitu aku berpikir bahwa dunia itu terasa sempit, kok bisa rumah dia masih satu wilayah dengan aku ya, hehe. Setelah mengerjakan tugas selesai, aku dan dia berbincang-bincang dengan topik pembahasan yang entah alurnya kemana, intinya yang penting perbincangannya seru.

Waktu melaju cepat, tidak terasa matahari sudah mau lenyap, akupun pulang ke rumah dan beristirahat. Di malam yang sunyi, Hp ku berdering dan entah siapa yang menelepon, setelah aku lihat ternyata dari dia. Hati terasa senang saat aku tahu kalau dia yang telepon. Singkat cerita intinya dia ingin berangkat ke kampus bareng, alasannya ya karena rumah aku dan dia tidak jauh ditambah satu arah tujuan lagi. Uhh, begitu senangnya aku saat mendengar ajakan dia. Tuhan apakah ini petunjuk-Mu agar aku bisa punya pacar lagi?

Pagi hari yang cerah membangunkan tidurku yang nyenyak, udara yang sejuk membuat hidupku lebih bersemangat. Setelah selesai mandi dan berkemas, aku bergegas pergi menjemput ke rumahnya. Pagi itu dia terlihat sangat cantik dan penuh pesona, aroma wangi parfumnya membuat aku luluh dibuatnya. Di perjalanan aku berbincang dengannya, pertanyaan demi pertanyaan aku banyak lontarkan terhadapnya, hingga tak terasa sampai juga di kampus tercinta.

Raja tata surya semakin lama semakin berada tepat di atas kepala. semua materi pembelajaran telah usai aku terima. Jam perkuliahanpun akhirnya selesai juga.

Saat hendak pulang dia mengajak aku pergi ke toko buku, katanya ada beberapa buku yang harus dia beli untuk keperluan tugas kuliah. Ya sudah aku mau saja, karena semakin lama aku dekat dengannya aku malah semakin senang. Tapi sebelum berangkat, dia ajak aku ke masjid yang ada di kampus untuk melakukan sembahyang dulu. Wahh, ini cewek religinya bagus sekali, pria mana yang gak tertarik sama cewek soleh. Sejenak aku berpikir kalau aku punya pacar religius mungkin kepribadian aku lama-lama bisa jadi lebih baik lagi nih.

Setelah selesai sembahyang aku dan dia pergi ke toko buku. Seperti biasa di perjalanan aku dan dia berbincang sangat seru, bahkan yang paling seru lagi saat dia mencurahkan isi perasaannya mengenai pacaran sama mantannya. Waktu itu aku baru tahu kalau dia belum punya pacar lagi. Wahhh, begitu senangnya aku mendengar itu. Saking serunya berbincang, perjalanan jauh ke toko bukupun tak terasa. Sesampainya di toko dia langsung bergegas mencari buku yang dia butuhkan, dan akhirnya buku itupun dia dapatkan.

Tenaga yang terkuras oleh perjalanan yang lumayan jauh membuat perut aku menjadi keroncongan, ya sudah saat itu aku ajak dia makan, kebetulan di dekat toko buku ada tempat makan khas hongkong, nama nasi gorengnya saja aneh “nasi hongkong” padahal isinya sama saja kaya nasi goreng lokal, tapi memang sih rasanya beda hehe.

Selagi pesanan belum datang, aku dan dia melajutkan perbincangan yang tadi sempat tertunda. Dia menceritakan kisah cintanya, hingga raut wajahnya layu, serta terlihat kesal, dan aku merasa kalau dia bercerita jujur tentang perasaannya. Ya sudah aku coba hibur dia dengan beberapa candaan, agar dia bisa tetap semangat menjalani hari-harinya. Dan akhirnya diapun tersenyum kepadaku. Dalam hatiku berkata wahh, ternyata senyumanya sangat manis.Tak lama kemudian pesanan datang, aku dan dia langsung menyantap hidangan yang sudah disediakan.

Seiring berjalannya waktu, tak terasa adzan ashar berkumandang terdengar dari kejauhan, setelah selesai makan diapun bergegas mengajak aku untuk mencari masjid. Aku salut sama dia, ini cewek luar biasa taat agamanya. Apa seperti ini bidadari yang Tuhan ciptakan untuk kaum adam? Humm, aku berpikir sejenak.

Awan hitam berjajar di hamparan langit yang luas. Cuaca nampak tak bersahabat dan terlihat buas. Sayup-sayup dinginnya angin bagai menembus tulang. Aku rasa ini sudah waktunya harus pulang.

Setelah selesai sembahyang, saat aku melihat cuaca, sepertinya akan turun hujan, ya sudah aku dan dia bergegas pulang. Singkat cerita, dia sudah aku antar pulang ke rumah dan akupun sama sudah di rumah hingga berlanjut istrahat.

Saat rembulan bercahaya indah nampak di gelapnya langit, aku duduk melamun di kamar. Apakah pantas bila aku jadi kekasihnya? Apakah dia mau jadi pacar aku? Ahh, kenapa aku jadi kepikiran dia terus? Lebih baik aku tidur untuk menyambut hari esok.

Ayam berkokok tanda pagi telah tiba, sebenarnya itu alarm Hp aku sih, hehe. Pagi itu seperti biasa aku jemput dia lalu pergi berangkat menuju kampus. Kebetulan saat pembelajaran dimulai hari itu giliran dia yang presentasi mengenai salah satu materi pembelajaran yang ditugaskan dosen kepadanya, dengan potensinya yang cekatan dan pintar dia tampil penuh dengan percaya diri. Wah, aku semakin terpukau saja melihatnya, dia itu sosok orang yang baik, pintar, ibadahnya rajin, dan cantik lagi. Oh Tuhan cowok mana sih yang gak mau sama cewek seperti dia.

2 bulan telah aku lewati, semakin lama aku semakin dekat dengannya, berangkat selalu berdua, pulang salalu berdua, bahkan disetiap ada keperluan masalah kampus aku selalu berdua dengannya. Uhh, aku rasa aku suka dan jatuh cinta kepadanya.

19 Maret 2015.
Hari ini bertepatan dengan hari lahir aku, tapi hati ini masih saja terasa sunyi. Aku berharap semoga saja dia mau jadi bidadariku dan menjadi pendamping hidupku. Itu adalah sebaris do’a yang aku ucapkan dalam hati.

Dengan tidak terduga dan tidak disangka-sangka hal yang mengecewakan hadir dalam hariku. Saat jam istirahat, aku dan dia berbincang-bincang seperti biasa, waktu itu dia mencurahkan isi hatinya lagi kepada aku. Tapi kali ini topik pembahasan bukan mengenai mantan kekasihnya, bahkan cowok baru yang dia kenal yang katanya udah datang ke rumahnya dan mau melamarnya. Ahh, hati ini terasa begitu sakit, semua harapan musnah sudah. Huuhh, hembusan nafas mulai aku kontrol, Aku tutupi semua rasa kecewa yang hadir dalam hati, dan aku tetap tersenyum disetiap membalas curahan hatinya. Yang paling membuat putus asa itu saat dia berkata kalau dia menyukai cowok barunya itu. Jleb bangetlah sumpah, nyeseknya itu di hati.

Ya harus gimana lagi kalau sudah seperti ini, dipaksakan juga gak mungkin, karena cintakan tidak bisa dipaksa. Humm,, mungkin ini yang disebut bukan jodoh, dan aku rasa Tuhan berkehendak lain dengan semua masalah yang menimpa aku ini.

Setelah satu minggu dari kejadian itu, aku memutuskan untuk menjadi sahabatnya saja, karena sebesar apapun rasa kecewa kita terhadap seseorang bila itu dijadikan permusuhan dampaknya sudah pasti tidak baik bahkan akan selalu merugikan kita.

Akhir cerita, dia kini menjadi sahabat yang selalu dekat dengan aku, sahabat yang selalu berbagi cerita, berbagi ilmu, dan canda tawa. Mengenai hati yang sunyi yang selalu aku rasa, kini aku masih belum menemukan pasangan yang cocok dan mau denganku. Tapi lihat saja nanti, aku pasti akan menemukan pasangan hidup aku yang benar-benar cocok.
Blog, Updated at: January 09, 2020

0 komentar:

Post a Comment