ANTARA CINTA DAN BENCI
Hari ini adalah hari pertama aku bekerja di kantor baruku,
Singkat cerita. Setelah dua minggu berlalu ada seorang cowok yang telah
membantuku dalam presentasi, dia bernama Rein.
Dan Rein pun langsung chat aku..
“Gimana tadi presentasinya dibantuin Bagus kan?” kata Rein.
Aku pun menjawab, “Iyah, terimakasih yaa udah mau bantu”.
Sejak saat itu kita pun terus komunikasi, sering teleponan,
bahkan sebelum tidur Rein vidio call aku dulu. Kita pun juga jalan bareng,
bercanda bareng, happy happy bareng. Dan sejak ada Rein aku bahagia karena aku bisa melupakan
rasa sakit hati aku kepada mantan aku.
Lalu kedeketan kita pun diketahui temanku, dan temanku
bilang kepadaku bahwa Rein sudah mau nikah di tahun ini dan aku pun shock aku
kaget karena Rein yang bilang sendiri sama aku kalau dia pun jomblo dia juga
kesepian sendiri.
Lalu aku pun langsung menanyakan hal ini kepada Rein.
“Rein kamu mau nikah tahun ini?” tanya ku.
“Tidak cantika, kata siapa itu hoaks” jawab Rein.
Dan aku pun mempercayai perkataan Rein, dan aku tetap
menjalankan kisah ku kepada Rein.. Rein selalu perhatian dia pun ingin
mengajakku ke Puncak sampai naik ke atas puncak, dan akhirnya kesampaian juga
aku ke puncak sama Rein.
Karena sudah terlalu malam banget sampai sana bahkan sudah
pagi sekitar jam 3.00 aku milih tidur di mobil tidak keluar mobil, ingin naik
ke atas puncak pun jadi malas karena sudah terlalu pagi dan capek karena
paginya pun aku harus kerja, sejak saat itu aku merasakan ada hal yang aneh yaa
rasa itu, aku telah jatuh Cinta pada Rein.
Singkat cerita..
Sejak pulang dari puncak Rein berubah entah kenapa aku pun
tidak tahu, dia tidak pernah perhatian lagi bahkan telepon dan vidio call aku
lagi. Aku pun hanya bisa tenang dan bersikap biasa karena aku sadar aku bukan
siapa siapanya dia.
Dan akhirnya Tuhan pun menunjukkan kebenarannya lewat
sahabatku sendiri. Sahabatku berteman dengan Rein di dunia maya dan ternyata
benar Rein sudah mau menikah karena dia sudah melamar seorang perempuan yang
sudah mempunyai anak satu. Saat aku melihat foto foto Rein dengan wanita
tersebut hatiku sangat kecewa dan aku pun sampai meneteskan air mata. Dan pada
saat itu aku sangat benci dengan Rein, dia tega membohongi dua orang wanita
sekaligus. Dan akhirnya aku pun yang mengalah, aku yang pergi dari kehidupan Rein dengan membawa rasa sayangku terhadap Rein karena Rein telah membuatku
sayang terhadap dia tapi dia pun telah membuatku benci kepadanya.
Entah bagaimana nanti jika aku bertemu dengan dia di kantor,
aku hanya mengaggap dia laki laki jahat yang kejam dan aku akan melupakannya
dan menganggap seperti pertama kali tidak mengenalnya.. Ya Allah cobaanmu
sangat berat untuk kulalui tapi aku selalu sabar, aku ikhlas ya allah jika aku
harus merasakan ini sendirian aku hanya berdoa kepadamu agar apa yang aku rasa
kepada Rein bisa segera hilang dari hati dan pikiranku.
Dan akankah suatu hari nanti Tuhan akan menyatukan aku dan
kamu menjadi kita, atau Tuhan akan menjauhkan kita..? Tetapi aku tidak terfokus
kepada Rein karena aku yakin di suatu saat nanti ada seseorang yang menyayangi
dan mencintaiku dengan tulus, seorang laki laki yang tidak akan menyakiti
hatiku dan selalu membuatku bahagia, dia adalah tulang rusukku.


0 komentar:
Post a Comment