WONDER WOMEN

Posted By Cerpen universal on Friday, December 13, 2019 | December 13, 2019

WONDER WOMEN

Diyana menghadap Ibu Ratu di istananya.

"Ibu apa gerakan aku di panggil?" tanya Diyana dengan santun.

"Anak ku, Putri Diyana. Aku memerintahkan kamu untuk membunuh Medusa karena telah membuat kehancuran di penduduk desa dengan memberikan kutukan pada warga desa menjadi patung," kata Ibu Ratu.

"Perintah Ibu aku laksanakan," kata Diyana.

Diyana meninggal ruang istana menuju tempat tinggalnya untuk memakai baju perangnya dan membawa perlengkapan berperang seperti pedang, tameng dan tali jujuran dari Dewi Hestia.

Diyana pun berangkat menuju kuil Medusa dengan menggunakan kuda. Saat masuk hutan. Diyana turun dari atas kuda dan pelan-pelan berjalan. Tiba-tiba kayu besar seperti gada mengarah ke Diyana.

Karena mampu menghindari serangan gada yang besar tersebut, tetapi gada besar membunuh kuda Diyana sampai rembuk banget banget. 

"Aku didik dengan baik Ibu ku di suku Amazon yang terkenal prajurit wanita yang tangguh," kata Diyana.

Diyana pun mulai menghadapi Raksasa mata satu yang di kenal dengan nama Cylop. Raksasa Cylop menyerang dengan gada besarnya ke Diyana. Dengan lincah Diyana menghindari serangan Raksasa Cylop.

Lalu dengan tali di lemparkan Diyana ke kakinya Raksasa Cylop. Tali tersebut mengikat kaki Raksasa Cylop dan segera Diyana menariknya. Raksasa Cylop jatuh ke tanah. 
Diyana langsung berlari naik ke tubuh Raksasa Cylop dan langsung memotong lehernya Raksasa Cylop dengan pedangnya sangat tajem sekali. Setika Raksasa Cylop mati di pedangnya Diyana. 

Lalu Diyana melanjutkan perjalanannya ke kuil Medusa. Saat di perjalanan  melewati aliran sungai terdengar suara gaduh kaya terjadi pertarungan hebat gitu. Diyana pun berlari dengan cepat karena ingin tahu pertarungan siapa?.

Terlihat di mata Diyana, pertarungan hebat di udara antara Hawkgirl dengan Monster Elang. Pertarungan di udara sangat sengit banget. Hawkgirl mulai menyerang dengan cepat kuat untuk mengakhiri pertarungan dengan Monster Elang. Tapi Monster Elang mampu menahan serangan Hawkgirl sampai di pentalkan ke tanah dan Diyana menolong Hawkgirl yang mau di bunuh dengan cakar Monster Elang. Diyana menahan serangan Monster Elang dengan tamengnya yang sangat kuat banget, lalu mendorongnya Monster Elang sampai terpental dan segera Diyana memenggal kepala Monster Elang dengan pedangnya yang sangat tajem.

Seketika Monster Elang mati. Diyana pun membantu Hawkgirl dari keadaannya.

"Terima kasih atas bantunnya," kata Hawkgirl.

"Sama-sama," kata Diyana.

"Diyana kamu hendak kemana kamu?" tanya Hawkgirl.

"Aku ingin ke kuil Medusa dan ingin membunuh Medusa," kata Diyana.

"Aku ikut dengan mu Diyana," kata Hawkgirl.

"Iya ikut lah, tapi ingat jangan menyusahkan aku dalam pertarungan," kata Diyana.

"Beres Diyana," kata Hawkgirl.

Diyana dan Hawkgirl melanjutkan perjalanan ke kuil Medusa. Sampai di pemukiman penduduk desa yang jadi batu.

"Bener-bener, tidak ada manusia yang hidup," kata Hawkgirl.

"Semua ini ulah kekejaman Medusa pada desa ini," kata Diyana.

Muncul anak kecil yang cantik dan sambil berkata "Wonder Wowen".

Diyana yang dirinya di kenal Wonder Women, mendekati anak kecil tersebut. 

"Gadis kecil yang manis, siapa nama mu?" kata Diyana.

"Magelan," katanya dengan lugu.

Lalu Magelan berlari untuk menemui Ibunya yang bersembunyi di dalam rumah, karena takut dengan Medusa yanga akan mengutuk dirinya jadi batu seperti warga lainnya. Diyana dan Hawkgilr melanjutkan perjalan ke kuil Medusa.

Sampai juga di kuil Medusa, Diyana dan Hawkgirl. Terlihat penuh dengan kesatria yang di kutuk Medusa menjadi batu. Medusa muncul dengan menyerang Diyana dengan sebuah pedang yang besar banget karena memang Medusa itu Raksasa. Diyana menghindari serangan Medusa yang membabi buta dan juga Hawkgirl. 

Medusa mulai menyerang lagi dengan pedangnya. Diyana menahan serangan Medusa dengan pedang, jadi adu kekuatan. Hawkgirl menyerang Medusa dengan sebuah tinjuan, tapi Medusa menghempaskan serangan Hawkgirl dengan tangannya yang kuat banget sampai terpentallah Hawkgirl dan menabrak dinding.

Diyana mulai mundur dari serangan Medusa. Saat Diyana mau menyerang Medusa lagi. Mulai lah Medusa menggunakan kemampuan sihirnya untuk mengutuk lawannya jadi batu saat dirinya Medusa berubah menjadi wujud Ular. 

Diyana pun berteriak ke Hawkgilr "Tutup mata mu, Hawkgirl".

Hawkgirl mendengarkan omongan Diyana untuk menutup mata. Diyana pun menutup matanya. Medusa tidak bisa mengutuk Diyana dan Hawkgirl jadi batu. Diyana tetap bisa menyerang Medusa walau mata tertutup sekali pun. Medusa terus menyerang Diyana dengan pedangnya. Tetap Diyana bisa menghindari serangan Medusa dengan pendengarannya yang tajem. 

Medusa terus menyerang Diyana dengan membabi buta. Diyana mulai memainkan teknik tarian pedang suku wanita Amazon. Dengan cepat dan tepat Diyana menyerang Medusa dan memenggal kepalanya.

Seketika Medusa mati. Diyana membuka matanya, begitu juga Hawkgirl. Medusa mati, maka kutukan pada manusia yang menjadi batu kembali jadi manusia lagi.

Semua warga desa senang kembali menjadi manusia lagi begitu juga pata kesatria yang ada di kuil Medusa. Diyana dan Hawkgirl meninggalkan kuil Medusa. Saat melewati desa yang warganya di kutuk Medusa jadi batu, kini bersorak sorai dengan meneriakkan "Wonder Women hebat".

Magelan berlari menuju Diyana dan Hawkgirl dengan memberikan seikat bunga yang cantik ke Diyana.

"Terima kasih, Magelan atas bunganya," kata Diyana.

"Iya," saut Magelan.

Diyana dan Hawkgirl meninggalkan desa tersebut dan melanjutkan perjalan menuju ke kekerajaan suku wanita Amazon.  Sampai di istana. Diyana menghadap Ibu Ratu.

"Aku telah berhasil membunuh Medusa, dan mengembalikan orang-orang ke wujud semula yang di kutuk jadi batu," kata Diyana.

"Bagus, Putri Diyana. Kamu telah berhasil melaksanakan tugas yang aku berikan," kata Ibu Ratu.

"Kalau begitu, aku permisi Ibu Ratu," kata Diyana.

"Silakan, Putri Diyana," kata Ibu Ratu.

Diyana dan Hawkgirl pun meninggalkan istana untuk berjalan-jalan di pantai yang indah banget, menikmati keadaan mereka berdua yang santai setelah pertarungan yang hebat melawan Medusa.

Blog, Updated at: December 13, 2019

0 komentar:

Post a Comment