SPIDERMAN
Panji sedang duduk santai di dalam bus sekolah. Saat di daerah perumahan pinggiran kota, bus berhenti di halte. Jane masuk ke dalam bus dan duduk di depan Panji. Bus pun mau di jalankan oleh pak sopir. Parker berlari secepat mungkin dan memukul bus dan sambil berteriak "Tunggu aku mau naik".
Jane mendengar teriakan dari Parker dan begitu juga penumpang di dalam bus, jadi Jane berkata "Pak sopir jangan di jalan mobilnya, teman aku mau ikut mobil bus ini!"
Pak sopir saut "Iya".
Parker pun naik bus dan duduk bersama Panji di belakang. Pak sopir pun membawa mobil bus sekolah ke tujuannya ya sekolahan.
Sampai di sekolah SMA. Semua remaja keluar dari bus menuju sekolah langsung kelas mereka semua. Saat mau masuk kelas. Parker di jegal kakinya oleh Gordon anak sok hebat di sekolah.
Parker yang terjatuh di lantai, hanya diam dan tidak melawan. Seperti biasa Jane dateng menolong Parker yang di kerjain Gordon. Parker pun masuk kelas bersama Jane. Panji memang melihat Parker di kerjain Gordon, tetap diam tidak mau ikut campur.
Guru masuk ke dalam kelas, dan pendidikan segera di mulai. Panji mengeluarkan bukunya dalam tasnya, begitu dengan teman-temannya. Proses belajar mengajar berjalan dengan baik, sampai ganti guru yang membimbing, waktu istirahat yang di tetapkan sampai mulai belajar lagi dan ganti guru lagi yang membimbing sampai akhirnya waktunya usai juga pendidikan di sekolah.
Panji pulang dengan menggunakan mobil bus, ya begitu juga dengan Parker dan Jane. Sampai di perumahan pinggir kota dan mobil bus berhenti di halte. Panji pun keluar dari mobil bus. Parker dan Jane tetap di bus karena masih harus menunggu di halte berikutnya.
Panji berjalan menuju rumah. Saat mengkol ke gang menuju rumahnya. Panji melihat Bapak-Bapak berlari dengan membawa tas koper dan di kejar empat penjahat. Panji ingin menolong Bapak tersebut. Saat Bapak itu terpojok, penjahat mau merampas tas di bawa Bapak tersebut. Panji pun berlari untuk menyerang penjahat tersebut. Tapi tas koper di rebutkan terpental dan jatuh di depan Panji dan terbuka sendiri tas koper tersebut. Terlihat oleh Panji sebuah benda di dalam koper seperti gelang gitu.
Bapak pemilik koper berlari ingin mengambil koper tersebut begitu juga 4 penjahat. Panji pun langsung menutup koper dan membawa lari koper tersebut bersama Bapak pemilik koper. 4 penjahat mengejar Panji dan Bapak tersebut.
Sampai di sebuah gedung tua. Panji dan Bapak tersebut bersembunyi dengan baik. 4 penjahat mencari dengan baik orang yang membawa koper.
Bapak pemilik koper pun membuka tasnya dan mengambil gelang di dalam tas dan berkata "Aku percayakan gelang kekuatan ini untuk kamu pake".
Panji memang terkejut perkataan Bapak tersebut yang baru di kenalnya, tetapi gelang kekuatan telah terpasang di tangan kiri Panji. Bapak tersebut menekan tombol di gelang. Seketika Panji berubah menjadi sosok yang keren gitu. Lalu Bapak itu berkata "Kamu berubah jadi Milenium".
"Milenium," kata Panji yang masih bingung.
"Iya, Milenium. Pahlawan super. Gunakan kekuatan dari gelang tersebut untuk menolong kita dari 4 penjahat yang menginginkan kekuatan ini, yang sekarang kamu pakai," kata Bapak.
Panji yang bingung dengan keadaannya mengikuti mau Bapak yang membuat diri Panji jadi sosok yang hebat gitu. Panji yang menjadi Milenium dengan kostum hitam dan huruf 'M' di dada berwarna silver maka di kenal dengan pahlawan super bernama Milenium. Dengan penampilan yang keren abis Milenium keluar dari persembunyian dan menghadapi 4 penjahat dengan berani. Milenium pun bertarung dengan hebatnya melawan 4 penjahat sampai kalah semuanya dan kabur dari tempat tersebut. Sebelum lari, salah satu penjahat menembak Bapak yang memberi Panji kekuatan pada gelang tersebut.
"Nak, kamu harus berjanji. Gunakan kekuatan itu di jalan kebaikan," kata Bapak yang menahan luka tembakan di bagian dadanya.
"Baik, Pak. Aku berjanji menggunakan kekuatan yang aku pakai di jalan kebaikan," kata Panji.
Bapak pun meninggal. Panji pun membawa Bapak tersebut ke rumah sakit dan sekalian lapor polisi untuk mencari tahu siapa Bapak itu sebenarnya. Panji pun sampai rumahnya, langsung ke kamarnya dan mengerjakan PRnya.
***
Mobil bus sampai di halte. Parker dan Jane keluar dari bus. Keduanya jalan bareng bersama menuju rumah masing-masing. Rasa itu timbul di Parker, walau sebenarnya Parker tahu kalau Jane dekat dengan Jonatan. Parker pun sebenarnya tidak mau cari masalah, mencoba tidak ada salahnya kan. Parker pun berkata Jane "Aku ingin mengatakan tentang perasaan ku pada mu Jane, tapi aku takut menyinggung kamu".
"Omongin aja. Aku tidak akan tersinggung dengan ucapan kamu, Parker. Kita teman," kata Jane.
"Teman," kata Parker dalam hatinya, ya Parker pun berkata juga dengan niatnya "Sebenarnya sudah lama aku menyukai kamu Jane".
"Aku juga," jawab Jane.
Parker terkejut dengan perkataan Jane, berkata lagi Parker "Tapi kamu sudah ada yang mendekati kamu Jane, Jonatan maksud ku".
"Aku dengan Jonatan hanya teman kok. Sebenarnya yang aku sukai kamu Parker. Tapi cewek malu berkata duluan kalau suka sama cowok," kata Jane yang penuh kejujuran.
"Jadi kita sepakat jadian!" kata Parker.
"Iya," saut Jane.
"Tapi hubungan kita, lebih baik seperti apa adanya sekang tidak ada yang sepesial gitu. Agar tidak jadi bahan omongan orang dan menyinggung Jonatan," saran Parker.
"Kaya lebih baik begitu. Aku terima hubungan kita biasa-biasa aja," kata Jane.
Parker dan Jane sepakat ada ikatan jadian pacaran gitu. Parker mulai berani memegang tangan Jane. Jadi antara Parker dan Jane bahagia. Sampai di depan rumah. Ya Jane dan Parker seperti biasanya, hanya teman saja.
Parker masuk rumah dan begitu juga dengan Jane. Di dalam kamar Parker sibuk dengan PRnya dan lain-lainnya. Jane dapet tamu di rumahnya, Falesia main ke rumahnya Jane, ya sekedar ngobrol urusan cewek gitu.
***
Waktu terus berjalan terus dengan mestinya sampai waktu tidur. Panji pun lelah sekali telah melakukan kegiatan macam-macam di dalam rumahnya. Panji pun tidur di kamarnya. Ibu Mira melihat anak kesayangannya tidur di kamar dengan nyenyak, segera mematikan lampu kamarnya Panji.
Esok paginya. Panji berbenah diri ke untuk ke sekolah dan tidak lupa pamitan dengan Ibu Mira, Ibu Panji yang tersayang. Panji pun bergegas menuju halte bus. Sampai di halte bus. Bus pun berhenti dan segera Panji masuk mobil bus. Pak sopir segera membawa mobil bus dengan baik.
Sampai di halte berikutnya. Jane masuk bus dan duduk di depan Panji. Parker pun masuk bus juga dan duduk bersama Panji. Baru bus di bawa lagi sama Pak sopir ke tujuan semestinya sekolah SMA. Selang beberapa saat sampai di sekolah. Semua penumpang bus keluar dari bus menuju ke sekolah tepatnya ke kelas masing-masing. Pak sopir bus membawa bus yang ke tempat lain lah.
Di dalam kelas.Ternyata guru menyuruh semua anak-anak untuk naik bus lagi, karena ada pelajaran di lapangan, ya lebih tepatnya kunjungan ke perusahan teknologi yang sedang berkembang saat ini. Sampai di tempat tujuan. Guru memandu muridnya yang ia bimbing untuk memperkenalkan perkembangan dari perusahaan yang berkembang pesat dengan teknologi.
Hary mulai mendekati Jane, ya suka gitu. Parker tetap biasa aja karena komitmen dengan Jane. Lalu Jane pun lebih baik ngobrol sama Felesia.
Tapi sebelum itu Parker meminta Jane untuk ia foto, dengan alasan mading sekolah. Ya Jane mau di foto oleh Parker. Saat mau menjepret tuh kamera. Laba-laba yang turun dari langit-langit secara perlahan-lahan dan ke tangan Parker dan di gigit lah Parker oleh Laba-laba.
"Aww," kata Parker.
Laba-laba menggigit Parker jatuh di lantai dan segera berlari. Fotonya Jane dapet di ambil kamera Parker.
***
Jane pun melaporkan salah satu Laba-laba jadi bahan penelitian lepas satu. Staf bertugas di tempat mencari Laba-laba yang hilang. Panji ya santai, tapi serius menulis semua apa yang ada di tempat tersebut untuk bahan laporan ke guru yang membimbing, agar mendapat nilai yang bagus banget.
Pendidikan di lapangan pun selesai juga. Guru dan para murid yang di bimbingnya masuk ke bus dan segera ke sekolahan. Sampai di sekolahan sistem pendidikan telah usai jamnya, ya sekalian murid-murid tetap di bus untuk pulang ke rumah masing-masing. Sedangkan guru yang membimbing langsung ke kantor untuk menyelesaikan laporan yang kunjungan pendidikan di lapangan.
***
Panji pun keluar dari bus setelah bus berhenti di halte. Dengan santai Panji menuju rumahnya. Saat di persimpangan jalan Panji melihat penjahat yang menembak Bapak yang memberikan Panji gelang kekuatan.
Maka itu Panji mengikutinya. Sampai di sebuah gudang yang tidak terpakai lagi. Panji melihat semua kegiatan para penjahat. Panji pun berubah dengan gelang kekuatan menjadi Milenium.
Mulai Milenium menghadapi para penjahat satu persatu sampai kalah semuanya. Terdengar suara serine polisi menuju gudang tersebut. Milenium menggunakan kemampuan gelang kasat matanya dan segera meninggalkan tempat tersebut. Polisi masuk gudang tersebut dan melihat para penjahat yang terkapar di lantai dengan tidak berdaya gitu.
Milenium pun menonaktifkan kekuatannya dan kembali jadi Panji lagi. Segera Panji bergegas pulang ke rumahnya.
***
Berhenti di halte mobil bus. Parker dan Jane keluar dari bus. Saat berjalan Parker sedikit pusing. Jane memang sedikit khawatir melihat Parker yang terlihat sakit. Tapi Parker menguatkan dirinya untuk sampai di rumah. Jane yang khawatir pada Parker berusaha menghilangkan keresahan itu agar tidak khawatir banget. Jane pun sampai juga di rumahnya.
Parker yang mulai panas dingin langsung tidur di kamarnya. Esok paginya. Parker pun mulai baikkan dan mau ke kamar mandi untuk mandi. Eee melihat perubahan dari tubuhnya dari kaca.
"Berotot," kata Parker.
Parker segera mencoba olah raga di dalam kamar. Tubuhnya terasa ringan banget.
"Jangan-jangan gara-gara aku di gigit Laba-laba," kata Parker sambil memeriksa luka di tangannya yang di gigit Laba-laba.
Parker pun berbenah diri untuk pergi ke sekolah. Tapi ternyata Parker telat masuk bus yang biasa ia naikin. Parker pun mencari alternatif lain ke sekolah dengan nebeng mobilnya Pak John yang satu arah menuju sekolahnya. Selang berapa saat sampai di sekolah.
Saat mau masuk kelas. Gordon ingin mengerjain Parker. Karena insting Laba-labanya pada diri Parker jadi bisa menghindari ulahnya Gordon yang ingin mencelakai diri Parker. Gordon tidak bisa mengerjai Parker lagi.
Parker pun dengan memperhitungkan dengan tepat ada kesempatan, jadinya memegang tangannya Jane untuk menunjukkan bahwa dirinya baik-baik saja. Jane pun yang khawatir Parker yang sakit, jadinya tidak sakit lagi.
Parker mulai belajar di kelasnya dengan baik banget begitu dengan teman-temannya. Sistem pendidikan berjalan dengan baik banget sampai selesai. Parker pun mulai mencari tahu tentang dirinya dengan membuka jaringan di komputernya ia masih di sekolahan. Sedang Jane sudah naik bus yang mengantarnya menuju rumahnya.
Dengan cermat mencari data di komputer, akhirnya terkumpul semua data tersebut.
"Aku terinfeksi racun yang di suntikan ke tubuhku, lewat Laba-laba. Tapi tubuhku bisa bisa beradaptasi dengan racun Laba-laba dan akhirnya menciptakan rangkaian metobolisme yang baru. Aku jadi super kuat banget dan lincah," kata Parker membaca data kesimpulan yang ia kumpulan.
Parker pun mulai proses penelitiannya ke sebuah gedung tua. Di gedung tua mulai Parker memanjat dinding dengan kemampuan dari Laba-laba yang beradaptasi pada dirinya. Parker berhasil sampai ke puncak gedung. Lalu segera penelitian keduanya Parker dengan melompat dari satu gedung ke gedung lain. Parker pun berhasil banget dan banget.
"Jaring laba-laba, apa aku memproduksinya dalam tubuhku ini?" kata Parker yang berpikir.
Parker memeriksa pada dirinya, yang ada hal yang aneh gitu.
"Ternyata aku tidak memproduksi jaring Laba-laba dalam diriku," kata Parker.
Parker pun memutuskan pulang dan mulai proses penelitian pada diri di lanjutkan di rumahnya. Sampai di rumah, tepatnya di dalam kamar. Paker mulai membuat kostum yang tepat pada dirinya untuk menjadi pahlawan super yang berwarna merah dan biru dan jaring Laba-labanya yang di gunakan sebagai senjatanya. Dengan mengumpulkan bahan-bahan yang ada, Parker berhasil membuat kostum Spiderman dan senjata di tangannya yang berupa jaring Laba-laba. Hari sudah larut jadi Parker istirahat tidur.
Esok harinya memang hari libur sih, tepatnya hari minggu. Parker memang melihat Jane jalan dengan Hery. Rasa resah itu ada, tapi di abaikan Parker jadi segera ke gedung tua lagi. Mulai Parker melanjutkan penelitian pada dirinya yang menjadi Spiderman dengan mencoba jaring Laba-laba yang di buatnya.
Parker berhasil melompat dari satu gedung ke gedung lain dan memanfaatkan jaring Laba-laba yang ia gunakan. Dengan bangganya Parker berdiri di puncak gedung dengan kostum Spiderman.
***
Jane pun yang jalan sama Hery ke suatu kafe. Seusai dari kafe tersebut. Ternyata Hery dan Jane di buntutin oleh penjahat jalanan. Saat tempat yang sepi. Hery memang bertarung dengan penjahat jalanan, tetapi kalah. Jane yang ketakutan dengan keadaan Hery di kalahkan penjahat jalanan. Panji tak sengaja lewat situ dan segera berubah jadi Milenium dan segera menghajar para penjahat jalanan sampai tunggang langgang. Spiderman memang berada baru berada di situ dan melihat penjahat kabur di hajar Milenium. Spiderman menembakkan jaring Laba-laba ke penjahat jalanan dan akhirnya tempel di jaring Laba-laba. Spiderman pun pergi dari tempat tersebut, begitu juga dengan Milenium. Polisi pun dateng untuk menangkap penjahat jalanan.
Hary pun di bawa ke rumah sakit untuk di obatin karena luka bertarung dengan penjahat jalanan. Jane pun pulang ke rumah dan istirahat di rumah dengan santai untuk melupakan kejadian tersebut yang bisa jadi trauma.
***
Milenium kembali menjadi Panji dan segera pulang ke rumahnya. Kostum Spiderman di lepas Parker pada dirinya dan kembali ke rumahnya. Parker istirahat dengan tengan tenang di kamarnya. Tiba-tiba Hp pun berbunyi dan segera Parker mengangkatnya Hpnya yang ada di meja belajarnya, ternyata dari Jane.
"Halo, Jane ada apa?" tanya Parker.
"Aku ingin bertemu!" kata Jane.
"Baiklah," kata Parker.
Parker dan Jane menyelesaikan telpon-telponannya, dan keluar dari rumah dan bertemu di depan rumah. Jane dan Parker berjalan ke taman dan duduk di bangku taman. Mulai Jane bercerita tentang keadaan dirinya yang resah. Parker mendengar semua curhatan Jane. Makin lama makin rasa antara Parker dan Jane menyatu di tambah suasana yang tenang dan dingin gitu.
Waktu terus berjalan semestinya dan larut malam. Parker dan Jane pun mengakhiri pertemuan mereka berdua dan kembali ke rumah masing-masing.
***
Osbon yang meneliti tentang rekayasa genetik mengalami ke frustasi karena mitra kerja di perusahaannya menarik dana untuk proyek yang sedang di jalankan. Osbon tetap melanjutkan proyek tersebut di rumahnya di ruangan rahasia di bawah tanah. Usaha Osbon berhasil membuat dirinya kuat dengan menyuntikan serum yang di buatnya, tapi serum itu ternyata tidak sempurna Osbon berubah perangainya, kaya punya kepribadian ganda dan akhirnya dirinya pingsan.
Esok paginya. Hery melihat Osbon, Ayahnya Hery di lantai. Karena khawatir Hery menolong Osbon, Ayahnya dan di bawa ke kamarnya dan di tidurkan di kasurnya. Hery pun berangkat ke sekolah. Osbon sadar dari keadaannya dan kepribadian gandanya menguasai dirinya. Mulai Osbon masuk ke tempat ruangan penelitiannya di bawah tanah dan segera memakai kostum yang ia siapkan untuk berperang dan menjadi Gablin. Lalu Gablin naik benda yang melayang dan juga pendorong untuk bergerak tenaga roket.
Gablin terbang menuju perusahaannya. Selang saat sampai di perusahaannya dan segera menembakan roket dari dari benda yang di naikinya. Padahal ada rapat di perusahaannya, ya karena serangan roket tersebut membunuh semua orang. Gablin berhasil rencananya berhasil dan tertawa dengan keras sekali sampai menuju tempat persembunyiannya.
Kabar tentang Gablin tersebar lewat koran dan berita di Tv. Gablin terus membuat teror di mana-mana membuat masyarakat jadi resah. Parker ingin mengalahkan Gablin. Panji pun ingin mengalahkan Gablin yang bikin kekacauan di mana-mana.
Gablin menculik Jane dengan alasan ada kaitan dengan ayahnya Jane, mitra kerja Osbon. Parker pun berusaha menolong Jane dengan memakai kostum Spidermannya. Sampai di jembatan. Gablin makin mengacaukan keadaan sampai menyandera mobil bus yang isinya anak-anak sekolah.
Spiderman bertarung mati-matian menghadapi Gablin. Panji melihat pertarungan Spiderman dan Gablin dari liputan langsung dari orang yang meliput berita. Segera Panji berubah menjadi Milenium dengan kekuatan dari gelang yang ia pakai, lalu menggunakan motor yang ia pinjam dari orang lewat untuk menuju pertarungan Spiderman dan Gablin di jembatan.
Sampai di tempat terjadinya masalah. Milenium menolong bus yang di sandera Gablin dengan ikut mengalahkan Gablin. Ternyata Gablin terlalu susah di kalahkan karena membawa banyak peledak. Spiderman menangkap bom yang di lemparkan Gablin dengan jaring dan di buang ke udara dan ke air. Milenium pun menggunakan kekuatan kasat matanya untuk menolong Jane yang di sandera Gablin. Usaha Milenium berhasil menyelamatkan Jane. Baru deh Spiderman menghajar Gablin dan pada akhirnya Gablin membawa Spiderman terbang ke menuju tempat di sebuah rumah tua untuk bertarung.
Milenium tidak bisa mengejarnya Gablin karena tidak punya kekuatan terbang. Spiderman bertarung sengit dengan Gablin dengan seluruh kemampuannya. Gablin memang licik banget ingin membunuh Spiderman dengan tipuannya yang meminta ampun sama Spiderman.Tapi karena insting Laba-labanya tahu bahwa Gablin menyerang dengan benda terbangnya. Spiderman bisa menghindari semua serangan dari Gablin. Benda terbang pun menabrak Gablin dan tiba-tiba sistem pemicu ledakan pun aktif. Spiderman menghindari dari tempat tersebut dengan melompat keluar dari rumah tua.
"Booom," suara ledakan.
Gablin mati dalalm ledakan tersebut. Spiderman pun pergi meninggalkan tempat tersebut menuju rumahnya.
***
Milenium pun mengembalikan motor yang ia pinjam, setelah itu kembali menjadi Panji lagi dan segera kembali ke rumah untuk beristirahat karena lelah bertarung. Parker membuka kostumnya Spidermannya. Jane sudah ada di rumah setelah polisi mengantarkan Jane ke rumahnya dengan aman. Saat di rumah. Parker bertemu dengan Jane dan langsung berpelukan. Jane pun terkejut dengan Parker penuh dengan luka di tubuhnya, lalu Jane mendesak Parker untuk jujur. Parker pun berkata jujur pada Jane "Aku Spiderman".
Jane terkejut dan sekaligus senang yang menolongnya dari ke brutalan Gablin adalah Parker alias Spiderman. Jane memeluk Parker dengan penuh rasa cinta. Semenjak itu Parker dan Jane tidak ada rahasia lagi dan juga hubungan pacaran keduanya yang tertutup jadi lebih terbuka, jadi semua orang tahu kalau Jane dan Parker pacaran gitu.


0 komentar:
Post a Comment