SUPERBOY

Posted By Cerpen universal on Sunday, December 8, 2019 | December 08, 2019

SUPERBOY

Tono keluar dari loteng rumah untuk melihat langit, sambil berkata "Bintang jatuh".

Andi yang ketiduran di meja belajarnya, lalu terbangun dan mendengar suara Tono, Kakaknya Andi.

"Bahaya," kata Andi.

Andi pun keluar dari kamarnya menuju loteng rumah. Ibu Mira melihat Tono yang begitu gesit banget ke loteng rumah. Perasaan Ibu Mira terasa aneh, lalu berkata "Jangan-jangan Tono".

Ibu Mira mengikuti Andi dari belakang. Tono berjalan perlahan-lahan di loteng dan jika tidak di cegah Andi, maka Tono akan jatuh ke bawah. Andi pun berusaha menenangkan Tono dengan bantuan Ibu Mira. Tono di bawa di kamarnya. Ibu Mira yang sayang dengan Tono, walau keterbelakangan mental. Maka Ibu Mira memberikan pengertian pada Tono dengan penuh rasa kasih sayang. 

Tono yang mengalami keterbelakangan mental, bisa mengerti. Andi pun di suruh Ibu Mira untuk tidur dengan Kakaknya di kamarnya, tujuan menjaganya.

Ibu Mira kembali ke kamarnya untuk istirahat, karena hari sudah larut banget. Esok paginya. Ibu Mira sudah menyiapkan semua perbekalan untuk anaknya sekolah. Andi dan Tono sudah siap untuk ke sekolah.

Selesai sarapan pagi. Andi dan Tono berpamitan dengan Ibu Mira ke sekolah. Di perjalan menuju sekolah Andi dan Tono bertemu dengan Yuliana, teman sekelas Andi. Sampai di jalan raya, tepatnya di rambu jalan untuk menyebrang. Andi menekan tombol di tiang rambu untuk memberikan tanda ada yang mau nyeberang. Memang sepi sih jalan pagi itu. Tono menyeberang duluan sampai di seberang. Tiba-tiba ramai mobil. Andi dan Yuliana masih belum menyeberang karena masih ramai mobil lewat di jalan raya. 

Tono sudah berteriak-teriak kesakitan karena kebisingan suara kendaraan. Andi dan Yuliana khawatir dengan Tono, maka itu jauh lebih bersabar menghadapi Tono yang mulai panik dengan keadaan. Saat kendaraan tidak ada lagi, mulai Andi berlari menuju Tono yang panik di seberang. Ya akhirnya Tono tenang juga. Andi pun bersama Tono lagi menuju sekolah dan juga Yuliana.

***

Ibu Mira telah sampai di tempat kerjaannya, sebagai petugas kereta api. Memang Ibu Mira berkonsentrasi dengan urusan pekerjaannya, tapi masih selalu memikirkan ke dua anaknya karena dirinya membesarkan ke dua buah cinta sendirian, sedangkan suaminya telah lama meninggal karena kecelakan mobil.

Ibu Mira terus fokus dengan kerjaan sebagai petugas kereta api karena banyak penumpang yang naik kereta api. 

***

Tono masuk kelasnya, seperti biasa menjalankan aktivitasnya seperti biasa. Andi dan Yuliana pun sama menjalankan aktivitasnya sebagai pelajar seperti biasanya. Sistem pendidikan berjalan dengan baik di sekolah, sampai selesai. Andi dan Tono telah menyelesaikan pendidikan hari ini, maka itu segera mau pulang ke rumahnya. Tetapi ada masalah, saat Andi melihat teman-teman sekelasnya membenci dirinya. Tono yang tidak bisa membantu Andi, karena keterbelakangan mental. Andi menghadapi anak-anak nakal.

Ya seperti biasa, bekal makan yang di buatkan Ibu Mira yang tidak di makan, di rampas oleh anak-anak nakal, sampai berkata-kata yang menghina Andi. Dengan sabar Andi menghadapi anak-anak nakal.

Urusan itu selesai juga. Andi pun pulang bersama Tono menuju rumahnya. Seperti biasa di rumah. Andi dan Tono melakukan kegiatan di dalam rumah sampai Ibu Mira pulang dari kerjaan dan menyiapkan makan malam seperti biasanya.

Sampai waktunya tidur. Ibu Mira selalu memberikan kasih sayangnya yang lebih ke Tono, karena keterbelakangan mentalnya. Sedang Andi memahami apa yang di kerjakan Ibu Mira. Tono tidur di kamarnya, begitu juga Andi. Ibu Mira masih harus benah-benah rumah dulu, baru tidur.

***

Bintang pun jatuh ke bumi di malam yang gelap gitu. Esok paginya. Ya seperti biasa Andi dan Tono pergi ke sekolah. Ibu Mira sibuk pergi ke tempat kerjaan. Di sekolahan, seperti biasa Tono seperti biasa menggambar sesuatu. Andi ada jam pelajaran olah raga gitu. Saat di belakang sekolah, Andi menemukan sebuah benda berwarna biru di timbunan tanah. Ya segera di ambillah benda tersebut.

Usai pendidikan di sekolah. Andi memang ada perseteruan denga Yuliana. Andi tidak sengaja menjatuhkan Pak Toha, yang sedang ngecet dinding sekolah. Cat pun tumpah di ke anak-anak nakal.

"Kacau ini mah," kata Andi.

Yuliana yang melihat kejadian tersebut yang bener-bener kacau, segera pergi secepat mungkin karena tidak mau kena masalah. Andi tahu dirinya kena masalah, maka di hadapin. Sampai di luar sekolahan. Andi di bales anak-anak nakal yang diri mereka kena tumpahan cat dinding.

Ya Andi tidak bisa melawan, pasrah saja dirinya di jatuhkan di tempat yang berlumpur. Tono memang melihat Andi yang di kerjain anak-anak nakal, tapi takut dan akhirnya menghindar. Andi dengan kuat menghadapi masalahnya di kerjain anak-anak nakal.

Baru setelah kejadian itu, Andi pulang bersama Tono ke rumah. Andi di rumah berbenah diri, setelah itu melihat gambar Tono di meja belajarnya.

"Bintang jatuh," kata Andi.

Andi pun mengambil benda yang ia temukan di belakang sekolah dan di berikan ke Tono, dan berkata "Bintang jatuh".

"Bintang jatuh, aku cuma ingin bintang jatuh. Tapi sekarang ada di tangan ku," kata Tono.

Bintang jatuh pun yang berwarna biru, berreaksi dengan Tono. Andi pun melihat Tono, seperti orang yang kesetrum gitu, maka khawatir. Terjadilah perubahan dari Tono.

"Tenang aku tidak apa-apa. Aku baik-baik saja," kata Tono.

Andi senang mendengar perkataan Tono yang menyatakan dirinya baik-baik saja. Tono pun membuktikan dirinya jadi luar biasa karena bisa berpikir cerdas, bukan seperti biasanya keterbelakangan mental. Tono mengerjakan semua PRnya dengan cepat dan juga PRnya Andi.

Lalu Andi memeriksanya apa yang di kerjakan Tono dengan PRnya dan PRnya Andi.

"Bener semuanya," kata Andi.

Tono pun mencoba mengangkat benda berat banget yang bisa di angkat 10 orang. 

"Kuat banget," kata Andi yang melihat kekuatan Tono.

Tono pun menghafal buku bela diri dengan cepatnya dan di praktekkan.

"Waw....hebat sekali dengan cepat bisa menguasainya," kata pujian Andi.

Andi pun berpikir panjang yang terjadi pada Tono. Malah Tono menjaleskan kenapa dirinya bisa kuat dan pandai segala hal "Aku, telah ber-evolusi menjadi manusia super berkat bintang jatuh ini".

"Bintang jatuh," kata Andi.

Andi mengambil bintang jatuh dari Tono, tetapi tidak terjadi apa-apa? Dan Andi sedikit bingung gitu.

"Bintang jatuh itu, berarti berjodoh dengan aku," kata Tono.

"Bisa jadi," kata Andi.

Andi senang karena Tono menjadi manusia normal gitu. Waktu begitu cepat banget. Ibu Mira pulang dari kerjaan, seperti biasa mengajak anak-anaknya makan malam.

Setelah urusan makan malem selesai. Ya segera Andi, Tono dan Ibu Mira ke kamar masing-masing untuk beristirahat. Esok paginya. Seperti biasa Andi dan Tono ke sekolah. Sedangkan Ibu Mira ke tempat kerjaannya.

Andi dengan senangnya belajar di sekolah, walau di ganggu oleh Yuliana, gak ada masalah. Sampai pendidikan di sekolah selesai. Andi pulang sekolah bersama Tono. Ya seperti biasa di gangu anak-anak nakal yang membenci Andi. Tono yang sudah normal, malah lebih hebat lagi karena kekuatan supernya. Tono melinduni adiknya yang di ganggu anak-anak nakal. Dulu Andi yang melindungi Tono, sekarang Tono yang melindungi Andi. Tono membuat anak-anak nakal kapok dengan kehebatan Tono, jadinya tidak berani lagi menggangu lagi Andi, ya sederhana sih cuma berantem dengan kekuatan 1 % kekuatan Tono, agar tidak melukai anak-anak nakal, cuma bikin kapok dan takut sama Tono dan Andi, agar tidak mengganggu lagi.

Selesai urusan sengan anak-anak nakal. Andi dan Tono pulang ke rumah. Sampai di rumah. Andi pun memesan baju pahlawan super dengan on line untuk Tono. Dengan sabar Andi baju yang di pesannya.

Kiriman dateng ke rumah. Ya Andi membayar dengan uang pas dan Andi mendapat baju pahlawan super yang ia pesan. Segera baju pahlawan super di berikan ke Tono. Ya Tono segera memakainya.

"Bagus," pujian Andi.

"Sekarang aku jadi pahlawan super," kata Tono.

Tono pun mendengar suara minta pertolongan dari kejauhan. Segera Tono keluar dari rumah dan terbang ke langit dengan cepat banget menuju ke tempat kejadian. Andi hanya bisa melihat Tono yang terbang dengan cepat banget, sampai berkata "Superhiro".

Tono pun melihat kereta api yang kacau jalannya saat melayang di udara. Segera Tono menghentikan laju kereta api demi menyelamatkan semua orang yang ada di kereta api. Memang berhenti juga laju kereta api.

"Beres juga, aku menyelamatkan orang-orang di dalam kereta," kata Tono.

Tono pun segera kembali ke rumah. Semua orang senang karena telah di tolong oleh pahlawan super yang masih anak-anak gitu. Sampai di rumah.Tono, bercerita ke Andi,  karena berhasil menolong orang banyak dengan kekuatan supernya.

Andi pun memastikan omongan Tono dengan menyetel Tv, dan ternyata berita mengabarkan tentang pahlawan super dengan panggilan namanya "Superboy", yang memberikan nama tersebut masyarakat yang di tolong oleh pahlawan super tersebut.

Andi dan Tono senang sampai di rumahnya. Sampai waktunya Ibu Mira pulang dari kerja, ya seperti biasanya makan malam seperti biasanya. Ibu Mira tidak tahu perubahan Tono, yang sudah normal tidak keterbelakang mental lagi. Sampai makan malam selesai.

Ibu Mira membereskan urusan rumahnya seperti biasanya. Tono dan Andi, bisa aja menolong Ibu Mira menyelesaikan urusan rumah dengan kehebatan dari Tono yang super. Tapi Andi dan Tono merahasiakan semuanya, jadi biasa-biasa aja.

Waktunya tidurnya.Tono dan Andi tidur di kamarnya. Esok harinya. Andi dan Tono ke sekolah seperti biasanya. Ibu Mira ke tempat kerjaannya. Andi malah senang di sekolah, karena dirinya aman tidak diganggu lagi dengan anak-anak nakal. Sedangkan Tono, ya terkadang jadi pahlawan super dengan berganti kostum untuk menolong orang-orang yang butuh bantuannya, menjadi Superboy. 

Semenjak itulah Tono, menjalankan dua kehidupannya dengan baik satu sisi sebagai pelajar dan satu sisi menjadi pahlawan super. Andi pun mengidolakan Kakaknya Tono yang menjadi Superboy yang menolong banyak orang yang butuh bantuan dari kekuatan Tono yang di dapatkan dari bintang jatuh berwarna biru.
Blog, Updated at: December 08, 2019

0 komentar:

Post a Comment