FLASH

Posted By Cerpen universal on Monday, December 9, 2019 | December 09, 2019

FLASH

Boy seorang anak yatim piatu yang sehari-hari berjualan koran untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, maklum Boy, anak yang putus sekolah. Jadi bisa di bilang Boy anak jalanan gitu.

Hari ini seperti biasa Boy berjualan koran di kota metrolitan. Usaha Boy membuahkan hasil, karena seorang Bapak-bapak membeli korannya. Dengan senangnya terus berjualan koran. Saat di pinggir jalan. Budi lagi asik santai setelah berjualan koran. Johan celingak-celinguk gitu. 

"Aman," kata Johan.

Johan melaksanakan niatnya merampas uangnya Budi. Memang sih melawan Budinya terhadap pelakuan Johan yang kurang ajar gitu. Tapi tubuh Johan besar, jadinya Budi kalah. Uang jualan koran di rampas oleh Johan.

Boy melihat ulah Johan ke Budi. Segera Boy yang berani untuk melawan Johan. Pertarungan terjadi antara Boy dan Johan. Boy yang bertubuh gembul bisa mengimbangi kekuatan Johan yang bertubuh besar. Johan di hajar sama Boy sampai masuk ke kali. Boy berhasil mengambil uang dari tangan Johan sebelum si Johan jebur ke kali.

"Dasar brengsek, kamu Boy," kata Johan.

Boy pun mengabaikan Johan begitu saja dan segera ke tempat Budi. Sedangkan Budi sedang beres-beres jualan korannya. Boy memberikan uang di rampas Johan. Budi pun berterima kasih pada Boy, karena telah memulangkan uang yang di rampas Johan.

Boy pun kembali berjualan koran lagi, begitu juga dengan Budi. Saat di persimpangan jalan. Boy melihat anak kecil menangis, karena kelaparan. Boy iba dan memberikan makannya yang baru di beli.

Anak kecil tersebut segera menyantap makan yang di berikan Boy. Kembali lagi Boy berjualan koran lagi, tapi di dalam hati selalu berkata "Masih banyak orang yang susah dari aku".

Boy terus berjualan korannya, tak sengaja melihat kejadian di jalan. Seorang gadis cantik sedang di perlakukan tidak baik oleh beberapa preman. 

"Aku ingin menolong gadis tersebut, tapi aku bisa mati konyol," kata Boy.

Boy pun mencari tongkat kayu untuk senjata. 

"Aku dapet senjata untuk melawan penjahat dan melindungi aku," kata Boy.

Boy dengan melawan preman dengan gagah beraninya demi menolong gadis cantik.

***

Beri tak sengaja lewat situ melihat kejahatan jalanan. Beri dengan segera berubah menjadi pahlawan super berkostum merah dan di kenal dengan nama Flash. Dengan berlari cepat Flash menolong anak laki-laki bertarung dengan para preman.

"Kamu tidak apa-apa!?" kata Flash.

"Tidak apa-apa," jawab Boy.

"Aku akan menghadapi orang brengsek," kata Flash.

"Iya," kata Boy.

Flash pun bertarung melawan preman dengan bergerak cepat sekali. Para preman kalang kabut menghadapi kecepatan dari Flash. Lalu Flash mengambil tali yang ia beli di mini market dan langsung ke tempat preman dan di ikatlah semua preman.

"Beres juga," kata Frash.

Flash pun pergi meninggalkan tempat tersebut. Gadis yang di tolong, ingin berterima kasih karena sudah di tolong begitu juga dengan Boy. Tetapi Flash sudah pergi. 

Polisi dateng meringkus para preman untuk di masukkan di penjara. Boy mau kembali ke kerjaannya ya jualan koran gitu. Gadis yang di tolong Boy, sangat baik. Semenjak kejadian tersebut Boy berteman dengan gadis yang ia tolong dan namanya Ria.

Sedangkan Flash kembali menjadi Beri lagi, kekehidupannya yang normal bukan pahlawan super gitu.

***

Waktu sudah menjelang malam, Boy pun segera pulang di rumah tua yang tidak berpenghuni lagi, karena terjadi pembunuhan di rumah di tempat yang di tinggalin Boy dan juga banyak kata masyarakat sekitar melihat hantu penghuni rumah tersebut. Boy yang yatim piatu berani tinggal di rumah tua tersebut, karena keadaan dirinya yang miskin dan ia pun izin untuk tinggal di rumah tersebut sama pemilik rumah, ya sekarang tinggal di kota lain.

Boy cukup nyaman sih tinggal di rumah tua. Saat tertentu memang muncul hantu penunggu rumah tua. Awalnya sih Boy taku, tapi sudah kebiasaan..., ya mana takut lagi. Boy jojong aja dengan urusannya dan hantu penunggu rumah tua jojong aja bikin ulah.

Boy pun capek sudah berjualan koran, jadinya ya beristirahat alias tidur. 

***

Kapten Bumerang masuk musium dengan diam-diam untuk mencuri benda antik. Beri mendapatkan info yang terbaik dengan pergerakan penjahat. Segera Beri berubah menjadi Flash dan bergerak cepat ke musium.

Kapten Bumerang berusaha mengambil benda antik. Tetapi Flash menghalanginya. Terjadi pertarungan antara Flash dengan Kapten Bumerang. Karena pertarungan di musium menimbulkan kegaduhan, jadi alaram berbunyi tanda ada pencuri. Kapten Bumerang berusaha keras keluar dari musium dengan melemparkan bumerang ke Flash untuk mengecoh Flash.

Bumerang yang di lemparkan Kapten Bumerang meledak dan berhasil di hindari Flash. Ya segeralah mengalahkan Kapten Bumerang dan tinjuan cepat dan tendangan cepatnya Flash.

Kapten Bumerang pun terkapar di lantai dan berkata "Aku di kalahkan Flash".

Flash pun pergi meninggalkan musium, setelah petugas musium menangkap Kapten Bumerang untuk di bawa ke kantor polisi. Flash pun kembali menjadi Beri dan istirahat di rumahnya dan berkata "Hari yang melelahkan".

***

Esok paginya. Boy kembali berjualan koran lagi dan mengantarkan koran ke rumah Ria, gadis yang di tolong Boy dan Flash. Ria pun membaca berita tentang Flash yang berhasil menggagalkan pencurian di musium.

Ria pun segera pergi untuk kuliah dan Boy kembali berjualan koran lagi. Sampai di suatu ketika Boy menemukan Kakek kesakitan di sebuah gang sempit. Boy yang iba menolongnya. Tapi ternyata Kakek tidak bisa di tolong, alias mati. Tapi sebelum meninggal memberikan Boy sebuah jimat. Tiba-tiba mayat Kakek menghilang. Terdengar suara yang menggema yang bisa mendengar adalah Boy, ternyata suara itu suara Kakek yang mayatnya menghilang "Pergunakan jimat tersebut Boy, untuk di jalan kebaikan".

"Baiklah Kakek," kata Boy.

Boy meninggalkan tempat tersebut dan berjualan koran lagi.

***

Beri sibuk kerja di kantornya, terjadi kepanikan ada yang mengirim bom untuk menghancurkan kantor tempat Beri bekerja. Teman-teman Beri sudah keluar dari kantor. Beri pun mencari tempat untuk berubah menjadi Flash. Telah menjadi Flash segera bergerak cepat mengambil kotak berisi bom. Flash berlari sangat cepat sekali sampai di atas gedung dan segera melempar Bom ke langit dengan kuat.

"Boom," suara ledakan Bom.

"Aku berhasil menyelamatkan semuanya," kata Flash.

Flash pun kembali mencari tempat yang baik untuk kembali menjadi Beri. Polisi memang dateng untuk memeriksa tempat yang di kirimkan Bom. Beri pun terus mencari info, untuk menemukan dalang dari orang yang mengirimkan Bom.

Polisi menemukan sebuah keganjilan, yaitu ini sial di sebuah kertas menandakan dari Kapten Bumerang. Beri pun menyadari bahwa Kapten Bumerang bales dendam ke Flash, kemungkinan yang harus di hadapi Beri bahwa Kapten Bumerang tahu siapa Flash tersebut? Maka itu Beri tidak gegabah untuk menghadapi kemungkinan terjadi. Polisi memeriksa tahanan yaitu Kapten Bumerang. Ternyata Kapten Bumerang melarikan diri dari penjara.

Kapten Bumerang membuat permainan lagi di Bank, merampok dan sekalian menyandera orang-orang tidak bersalah untuk supaya Flash keluar. Beri melihat kenyataan berisiko pada orang-orang tidak bersalah. Maka itu segera Beri berubah menjadi Flash dan segera ke tempat kejadian kejahatan.

***

Boy yang berjualan di depan Bank, melihat para polisi mengepung Bank yang sedang di rampok dan orang-orang di sandera. Boy ingin menolong orang yang butuh bantuannya. Maka itu Boy menggunakan kekuatan jimat yang di berikan Kakek dan berubah menjadi pahlawan super.

***

Flash masuk ke dalam Bank untuk menyelamat orang-orang yang di sandera oleh Kapten Bumerang. Sedangkan Kapten Bumerang berhasil mengalahkan Flash dengan bumerang yang di lemparkan ke Flash, meledak dan mengeluarkan cairan yang lengket.

Flash tidak bisa bergerak, karena tubuhnya penuh dengan benda yang lengket.

"Flash, akhirnya kamu yang kalah. Aku yang menang," kata Kapten Bumerang.

***

Boy yang berubah menjadi pahlawan super berkostum berwarna biru tua dan di dadanya berlambangkan huruf R, jadi Boy pun berkata "Aku, menjadi pahlawan super yang di kenal dengan nama Rama".

Rama pun bergerak dengan cepat ke dalam Bank. Di dalam Bank, Rama melihat Flash tidak berdaya karena terkena benda yang lengket banget alias lem. Rama bertarung dengan Kapten Bumerang. Dengan kemampuan Kapten Bumerang melemparkan bumerangnya ke arah Rama. Dengan cepat menghindari serangan Kapten Bumerang dan langsung meniju ke perut Kapten Bumerang dengan pukulan yang kuat banget. Sampai-sampai Kapten Bumerang terpental jauh dan menabrak dinding dan akhirnya pingsan. Bumerang yang di lemparkan ke Rama jatuh ke lantai karena Kapten Bumerangnya pingsan, jadi tidak bisa mengendalikan lagi.

Rama pun menolong para sandera agar bebas dari ikatan yang mengikat mereka dan juga menolong Flash yang terjebak lem yang lengket banget. Rama pun segera pergi meninggalkan tempat tersebut dan mencari tempat untuk berubah menjadi Boy. Setelah itu Boy kembali berjualan koran.

Polisi masuk ke dalam Bank untuk menangkap Kapten Bumerang yang pingsan. Flash pun meninggalkan Bank dengan cepat sekali. Flash pun kembali menjadi Beri dan menjalankan aktivitasnya seperti biasanya kerja di kantor.
Blog, Updated at: December 09, 2019

1 komentar:

  1. Gampang dan Mudah di Akses !!!!
    Cukup Daftar Dengan Nomor Handphone
    Anda Sudah Menjadi Member edensukses !!!
    Agen Judi OnlineTerkini Dan Terpercaya

    Promo Bonus New Member dan Member Tetap :
    ~ Bonus New Member Rp. 10,000,-
    ~ Bonus Rollingan full 0,5% untuk semua permainan
    ~ Bonus referral 10%
    ~ Bonus Special Kejutan Yang Bisa Kamu Dapat Dari Turnover kamu

    Minimal deposit hanya 15 ribu
    1 User ID Untuk Semua Jenis Permainan
    - POKER , DOMINO , CEME , CEME KELILING , CAPSA , SUPER10 , OMAHAEDEN.

    Deposit Via Pulsa :
    - Telkomsel
    - XL
    - OVO
    - Go Pay

    Informasi kontak kami
    📱 WA : +855 17640528
    📱 LINE : EDENPOKER
    Telegram : EDENPOKER
    🌐 Website :edensukses,club
    Email : edenpoker.idn@gmail.com

    ReplyDelete