GO KONG
Awan hitam di langit. Petir menyambar pada sebuah batu. Energi di
isap oleh batu ribuan tahun di sebuah puncak gunung. Keluarlah seekor kera
dengan membawa tongkat. Kera tersebut bernama Sung Go Kong. Dengan kesaktiannya
Go Kong memanggil sebuah awan kinton. Dengan cepat awan putih yang seperti
gumpalan kapas datang mendengar panggilan Go Kong.
"Awan kinto.......," teriak Go Kong.
Go Kong melompat dan naik ke awan kinton.
"Awan kinton melesatlah......," perintah Go Kong.
Go Kong terbang dengan cepat menuju sebuah istana di puncak
gunung. Di tengah jalan melihat Cu Pakai dan Sa Hujing terbang menuju sebuah
Istana. Go Kong menghampiri Cu Pakai dan Sa Hujing.
"Hei kalian hendak ke mana?" tanya Go Kong yang angkuh.
"Eeee...saya mau ke istana raja untuk urusan
kenegaraan...," kata Cu Pakai.
"Iya....itu...bentul...urusan kenegaraan...," saut
Sa Hujing.
"Kalau.....begitu saya ...boleh...ikut....," kata Go
Kong.
"Tidak...boleh.........," jawab Cu Pakai dan Sa Hujing.
"Apa...kamu bilang?" kata Go Kong dengan marah.
"Jadi..........mau...apa? Mau berantam.........," kata
Cu Pakai.
"Iya...mau berantem...," kata Sa Hujing.
"Jadi...kalian menantang saya....," kata Go Kong yang
makin marah.
"Iya....," jawab Cu Pakai dan Sa Hujing.
Go Kong menyerang Cu Pakai dan Sa Hujing dengan tongkat saktinya.
Lalu Cu Pakai dan Sah Hujing menangkis dengan senjatanya. Dengan kehebatan Go
Kong memainkan toya sakti dan menghajar berkali-kali Cu Pakai dan Sa Hujing
sampai terpental jauh. Go Kong melancarkan pukulan dengan toya sakti di kepala
Cu Pakai dan Sa Hujing.
"Aduh.......," teriak Cu Pakai dan Sa Hujing.
"Gimana....kalian mengaku kalah...," kata Go Kong.
"Iya.......," jawab Cu Pakai dan Sa Hujing.
Go Kong pun memukul kembali Cu Pakai dan Sa Hujing dengan toya
sakti ke bagian kepala. Cu Pakai dan Sa Hujing menangis dan lari terbirit-birit
sambil terbang menuju istana di puncak gunung.
"Ha...ha......ha.....," tertawa Go Kong.
Go Kong pun hendak terbang menuju istana. Tapi muncullah seorang
biksu di depan Go Kong.
"Haaa....Tong Sam cong...," kata Go Kong terkejut.
"Dosa......Dosa......Dosa..," kata Tong Samcong dengan
penuh ketenangan.
"Berisik..............," kata Go Kong yang kesal.
Go Kong pun marah sekali. Dengan menggunakan toya saktinya
memukul Tong Samcong. Tapi tiba-tiba menghilang.
"Ha......................," terkejut Go Kong.
Go Kong pun akhirnya melanjutkan perjalannya. Tapi tiba-tiba di
belakang Go Kong memanggil namanya dengan wibawa. Go Kong menghentikan
perjalannya. Dengan segera melihat kebelakang siapa gerangan yang memanggil
namanya?. Terlihat Budha di depan Go Kong.
"Mau.....apa ......kamu Budha?" tanya Go Kong.
"Go Kong...apa...benar kamu sakti?" tanya Budha.
"Ya...begitulah...... Saya bisa terbang ke ujung dunia dengan
awan kinton," kata Go Kong yang sombong.
"Kalau begitu buktikan....pada saya," kata Budha dengan
wibawa.
"Baik..........jangan menyesal..ya melihat kehebatan
saya," kata Go Kong yang congkak.
Go Kong terbang dengan cepat menggunakan awan kinton. Go Kong
telah terbang sudah terlalu lama dan jauh sekali. Terlihat sebuah bola besar di
depannya. Go Kong berhenti.
"Jangan-jangan...ini ujung dunia..," kata Go Kong.
Go Kong mencabut bulu dari bagian tubuhnya satu helai. Dengan
kesaktiannya bulunya di ubah menjadi sebuah kuas.
"Saya akan membuat sesuatu..........," kata Go Kong.
Go Kong menggambar di bola besar dengan kuasnya.
"Kaya....bagus juga gambaran saya yang bertemakan anak
kucing," kata Go Kong.
Go Kong dengan segera menghilangkan wujut kuas menjadi bulu lagi.
Go Kong naik awan kinton dan terbang menuju sang Budha. Selang berapa saat
sampai di hadapan sang Budha.
"Wahai...sang Budha saya sudah terbang di ujung dunia,"
kata Go Kong.
"Masa...iya...... Coba kamu lihat baik-baik tangan
saya........ Kamu menggambar anak kucing di tangan saya," kata sang Budha
yang tegas.
"Haaaaaaa.........," terkejut Go Kong.
Go Kong langsung terbang dengan kecepatan penuh.
"Go Kong......mau lari kemana?" tanya sang Budha.
"Bodok.................................amat..," saut Go
Kong dengan cepat terbangnya.
Budha menggunakan tangannya mengejar Go Kong. Denga sekejam
menangkap monyet nakal.
"Lepaskan...saya...," kata Go Kong.
"Baik..lah," saut Budha.
Go Kong langsung bangun dan berusaha untuk kabur dari tangan
Budha. Tapi sang Budha memukul Go Kong sampai terjatuh dengan sangat cepat ke
tanah.
"Aduh...sakit...tahu. Dasar Budha bodoh......bisa mencelakai
saya...," kata Go Kong yang congkak.
Go Kong berusaha bangun dari jatuhnya. Tapi tiba-tiba sebuah
telapak tangan Budha yang sangat besar menghantam Go Kong.
"Aduhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh...," teriak Go Kong.
Sekejab tangan Budha berubah menjadi sebuah gunung yang sangat
besar dan di puncak gunung ada mantra yang di tulis di selembar
kain di tempel di di dinding gunung.
"Gimana...ini ? Saya susah mengangkat gunung ini," kata
Go Kong yang kesal.
Dateng seorang dewi cantik di hadapan Go Kong.
"Sang Dewi...tolong saya....," kata Go Kong dengan
memelas.
"Go Kong...terima hukuman kamu dari Budha. Karena kenakan
kamu. Suatu hari ada biksu yang akan menolong kamu. Membebaskan hukuman dari
Budha. Setelah itu kamu bergurulah dengan biksu tersebut. Untuk menemaninya
mengambil kitab suci ke Barat," kata Dewi Kwan in.
"Berapa..lama saya...menunggu.....biksu..itu?" tanya Go
Kong dengan berteriak.
"Tunggu...saja......Go Kong.......," saut Dewi Kwan in.
Dewi Kwan in pun menghilang beserta Budha kembali ke istananya di
surgaloka di barat. Go Kong hanya bisa meratap karena kenakalannya.
Bertahun-tahun menunggu Go Kong di bawah gunung tapak Budha. Tetap biksu yang
akan membebaskan Go Kong.
"Saya bisa keluar dari hukuman ini. Tubuh saya yang di
belenggu tapi roh saya kan tidak," celoteh Go Kong.
Go Kong pun membaca rapal mantra pelepasan sukma. Go Kong keluar
dari tubuhnya.
"Hore............saya bisa bermain...," kata Go Kong
yang gembira.
Go Kong pun bermain ke sana- ke sini dengan menggunakan rohnya.
Terkadang menuju ke pemukiman warga setempat untuk meledek manusia. Go Kong pun
seneng sekali tidak tahu dengan keberadaan dirinya. Go Kong kembali ke dalam
tubuhnya lagi.
"Saya...senang sekali...sudah bermain," kata Go Kong
menjalanin hukuman Budha di kaki gunung.
Go Kong dengan sabar menunggu biksu yang di ramalkan Dewi Kwan in
untuk membebaskan hukuman Go Kong. Sudah 500 tahun Go Kong menunggu dengan
sabar. Tapi tidak satu pun biksu yang berkunjung ke tempat Go Kong.
"Saya..bohongin Dewi Kwan in dan Budha...," kata Go Kong
yang kesal.
Go Kong pun keluar dari tubuhnya. Roh Go Kong pergi menuju alam
akherat. Selang berapa saat Go Kong sudah di gerbang neraka. Go Kong dengan
gagahnya masuk ke dalam kerajaan neraka. Para penjaga gerbang melihat Go Kong
ketakutan sekali.
"Raja Kera....mau menemui siapa?" tanya penjaga gerbang.
"Saya ingin bertemu raja neraka...... Saya ingin bertanya
sesuatu?" kata Go Kong.
"Kalau begitu ikut saya," kata salah satu penjaga
gerbang neraka.
Go Kong masuk ke dalam istana menemui raja neraka. Selang berapa
saat sampai di hadapan raja Tenma sang raja neraka.
"Mohon maaf paduka saya mengganggu. Ada Raja Kera," kata
penjaga gerbang neraka.
"Raja....Kera..sudah lama tidak bermain ke sini. Apa gerangan
main ke sini? Bukannya saudara Raja Kera di hukum Budha di gunung taplak
Budha," kat Raja Tenma.
"Iya...begitulah..kabar burungnya........ Ya..omong-omong
saya mau bertanya keberadaan biksu yang mau membebaskan saya?" kata Go
Kong.
"Itu...masalah Raja Kera. Tapi untuk mengungkapkan rahasia
suratan takdir dilarang," kata Raja Tenma.
"Apa...mau..saya mengobrakabrik istana ini lagi...?"
kata Raja Kera yang marah.
Raja Tenma sangat terkejut dengan sikap Raja Kera yang pemarah.
Raja Tenma berusaha membujuk Raja Kera agar tidak menghancurkan istana neraka.
Raja Kera pun akhirnya menurunkan amarahnya dengan bersantai di duduk di
singgah sana raja Tenma sambil minum teh gingseng yang enak. Raja Tenma mencari
buku catatan akherat tentang Tong Sam Cong yang akan membebaskan Raja Kera dari
hukuman Budha.
Dengan susah payah akhirnya raja Tenma menemukan daftar nama Tong
Sam Cong. Lalu raja Tenma mulai membacakan catatan buku akherat. Tapi tiba-tiba
Raja Kera terkejut sekali. Karena Tong Sam Cong masih dalam proses pendidikan
menjadi biksu dan belum melaksanakan perjalan ke barat. Go Kong pun kecewa
dengan informasi yang di dapatkan dari raja Tenma.
"Kalau begitu saya pulang dulu.....," kata Go Kong.
"Iya.....," jawab raja Tenma.
Go Kong pun melesat dengan kekuatannya menuju gunung lima
jari. Selang berapa saat sampai di gunung lima jari. Go Kong langsung masuk ke
dalam tubuhnya kembali.
"Siallllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllll.................................,"
teriak Go Kong yang kesal.
Teriakan Go Kong yang marah membuat sauasana menjadi kacau. Semua
makluk di sekitar gunung lima jari pada kesakitan karena teriakan Go Kong yang
memekakkan telinga. Go Kong pun akhirnya berhenti dari kekesalannya. Mulai Go
Kong belajar untuk lebih bersabar menunggu Tong Sam Cong yang akan membebaskan
dirinya dari hukuman Buhda. Waktu begitu cepat sekali. Tahu-tahu Dono pun
bangun dari tidurnya.
"Haaaa.........sebenarnya saya Dono apa Go Kong....?"
kata Dono.
Dengan seksama Dono memeperhatikan keadaan dirinya.
"Astafirohhulazimmmm.......saya bermimpi jadi Go Kong pantes
jalan ceritanya ngacok. Kebanyakan nonton serial film kera sakti....jadinya
terbawa mimpi," kata Dono.
Dono pun bangun dari tempat tidurnya dan segera ke kamar mandi
untuk membersihkan diri. Lalu setelah itu berganti pakaian yang rapih untuk
pergi ke kantor.


0 komentar:
Post a Comment