DUNIA PARALEL
Gatot Kaca mendengar suara teriakan minta "Tolong".
Segera Gatot Kaca terbangun dari pertapaannya di puncak gunung Merapi. Lalu
terbang Gatot Kaca mencari suara yang minta tolong. Terlihat dari langit oleh
Gatot Kaca. Dewi Andini teman Gatot Kaca di kejar oleh Raksasa Buto Ijo.
Dewi Andini terjatuh dan di tangkap oleh Raksasa Buto Ijo. Gatot Kaca langsung
menyerang dengan tinjuannya ke Raksasa Buto Ijo sampe benget.
Dewi Andi terlepas dari gengaman Raksasa Buto Ijo. Tapi di sisi
lain ada si Ranggar melepaskan anak panahnya ke Dewi Andini. Gatot Kaca gagal
menyelelamatkan Dewi Andini yang meninggal dunia karena panah Ranggar si
Kesatria jahat anak buahnya Duryudana.
Raksasa Buto Ijo bangun dan menyerang Gatot Kaca. Karena sangking
marahnya Gatot Kaca meninju Raksasa Buto Ijo sampai terpental jauh dan menabrak
gunung batu sampe pingsan. Gatot Kaca membawa Dewi Andini ke Krisna siapa tahu
bisa di selamatkan?. Krisna pada saat itu sedang bersantai di pinggir sungai
dan Gatot Kaca dateng meminta pertolongan membuat Dewi Andini hidup.
Krisna tidak ingin membantu Gatot Kaca untuk menghidupkan Dewi
Andini. Tapi Gatot Kaca terus memohon sampai bersujut pada Kirisna dan Krisna
terkejut dengan ulah Gatot Kaca bersujud demi menghidupkan Dewi Andini. Krisna
membantu Gatot Kaca untuk menghidupkan Dewi Andini.
Krisna hanya memberikan jalan untuk menghidupkan Dewi Andini
dengan pintu waktu di mana Gatot Kaca menolong Dewi Andini sebelum di panah
Ranggar di lepaskan. Gatot Kaca pun masuk ke dalam pintu waktu. Belum selesai
Krisna bicara mengenai pintu waktu. Gatot Kaca sudah masuk ke dalam pintu
waktu.
"Gatot....Gatot...kamu bisa masuk...ke dalam dunia paralel
yang lain.....," kata Krisna.
Gatot Kaca terombang ambing di aliran waktu dan tahu-tahu sudah
menukik dari langit dan hendak jatuh ke tanah. Dengan sergapnya Gatot Kaca
terbang dan turun ke tanah dengan gagahnya.
"Haaaaa....saya..dimana?" teriak Gatot.
Gatot Kaca bingung sekali melihat lingkungan sekitar ramai dengan
manusia yang sibuk dengan urusannya. Gatot Kaca ternyata berdiri di tengah
jalan dan mau di tambrak mobil truk karena sopir kaget melihat seorang manusia
yang berpakaian wayang. Mememang sempat mengerem dadakan, tapi jaraknya terlalu
dekat mobil truk dengan Gatot Kaca. Dengan sigapnya Gatot Kaca menghentikan
mobil truk yang mau menabraknya.
Pak sopir keluar dari mobilnya dan ingin melihat manusia yang
berpakaian wayang yang di tabraknya.
"Nak..kamu..gak apa-apa?" tanya Pak sopir.
"Iya...gak apa-apa? Tapi ini...di mana ya...Pak?"
"Ini Yogyakarta......nak."
"Kok.....di pinggir jalan banyak sekali gambar sepanduk
gambar Presiden Pak Prabowo?"
"Presiden... Indonesia sekarang...memang Pak Prabowo."
"Kok....aneh ya...padahal di masa saya yang Presidennya
bukannya Pak Joko Widodo?"
"Pak Joko Widodo...kalah dalam pemilu....nak. Sekarang
ini....lagi proses mau menggugat ke MK alias sengketa Pemilu." penjelasan
Pak sopir.
"Jangan-jangan dunia...paralel. Bukan dunia yang saya tuju.
Di dunia ini Presidennya Pak Prabowo."
Krisna muncul di dunia paralel tersebut dan segera mengarahkan
Gatot Kaca untuk masuk ke pintu waktu menuju dunia yang seharus di tuju. Gatot
Kaca masuk ke pintu waktu dan menuju dunia yang di tuju dan langsung
menyelamatkan Dewi Andini dengan ketepatan waktu saat Ranggar mau memanah Dewi
Andini. Gatot Kaca sudah di hadapan Ranggar dan segera mematah panah dengan
tangan Gatot Kaca dan sekalian di tinju Ranggar sampai terpental jauh menabrak
pohon-pohon dan akhirnya pingsan.
Gatot Kaca menemui Dewi Andini.
"Kamu tidak apa-apa?"
"Tidak..apa-apa....kok. Terima kasih atas segala
bantuannya."
Gatot Kaca langsung kembali masanya lewat pintu waktu yang
dibukakan oleh krisna. Di masa sebenarnya Dewi Andini hidup kembali. Gatot Kaca
senang sekali. Lalu Gatot Kaca pun menemui Krisna dan ingin tahu tentang dunia
paralel?. Krisna menceritakan tentang dunia paralel pada Gatot Kaca dengan
baik. Ternyata Gatot Kaca baru tahu bahwa di dunia paralel ternyata ibarat
dunia di bolak balikan saja. Setelah urusannya selesai Gatot Kaca kembali ke
pertapaannya di gunung Merapi.


0 komentar:
Post a Comment