CUMA MIMPI BURUK
Malam hari yang tenang di sebuah rumah tua. Dono bangun dari
tidurnya hendak ke ruang dapur untuk minum air putih. Dengan keadaan masih
mengantuk Dono berjalan tertatih-tatih. Tiba-tiba melihat sesosok di ruang
tamu. Dono pun mengucek-ngucek matanya untuk melihat dengan jelas.
"Oh...Indro," gerutu Dono.
Tapi tiba-tiba kepala botak berputar 180 derajat.
"Haaaaaaa," terkejut Dono.
Si kepala botak memuntahkan darah dari mulutnya.
"Setannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn.........................,"
teriak Dono.
Dono pun berlari ke kamar Kasino dan masuk ke dalam selimut.
"Kasino.....ada setan.....," kata Dono.
Tiba-tiba Kasino pun bangun dan berdiri tegak di hadapan Dono
masih merungkel di kasur. Kasino pun mengeluarkan banyak darah dari mulutnya.
Dono pun melihat keadaan Kasino yang berdiri tegak di pinggir kasur.
"Haaaaa.....Kasino....juga.......setannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn...,"
teriak Dono.
Dono bangun dari tempat tidur, lalu tidak sengaja terpeleset.
"Aduhhhh.......lagi ketakutan begini...............masih aja
sialnya di tambah," celoteh Dono.
Dono bangun dari jatuh di lantai dan melirik Kasino yang
memuntahkan darah.
"Haaaaaaa......setaaannnnnn...benarannnnn...setannnnn,"
kata ketakutan Dono.
Dono berreaksi cepat dengan membalik pandangan ke depan, tapi Dono
lupa membuka pintu. Jadinya Dono menambrak pintu kamar.
"Aduhhhhh...sakit...., lagi kacau tetap saja ...sial,"
kata Dono.
Dono pun pelan-pelan membuka pintu kamar. Lalu segera berlari cepat
ke ruang tamu.
"Setan.......," gerutu Dono.
Dono mencoba membuka pintu ruang tamu.
"Kok...gak bisa di buka............saya lupa kuncinya
di mana ya," kata Dono.
Dono mencari kunci di ruang tamu dengan grasak grusuk. Sedangkan
Setan Indro dan Kasino mendatengin Dono.
"Sialll...itu...setan ngejar....saya...lagi," kata Dono.
Dono terus mencari kunci pintu depan. Akhirnya usahanya membuahkan
hasil.
"Ini kuncinya," kata Dono.
Dono cepat-cepat membuka pintu ruang tamu. Tiba-tiba sesosok
berbaju putih, berambut panjang dan mengeluarkan darah dari mulutnya.
"Setaaaaan.............tapi...jangan Wulan demennan
saya.....," kata Dono yang ketakutan.
Dono pun pingsan di ruang tamu. Selang berapa saat Dono terbangun
dari tidurnya di kamar.
"Haaaaa...... saya masih di kamar...apa yang terjadi
ya?," kata Dono yang bingung.
Dono pun keluar dari kamar dan melihat Indro dan Kasino lagi asik
masin game di ruang tengah.
"Kenapa kamu Dono?," tanya Indro.
"Saya...bingung...aja," kata Dono sambil duduk bersama Indro
dan Kasino di ruang tengah.
"Bingung..kenapa?," tanya Kasino.
"Saya melihat kalian berdua muntah darah....," sedikit
cerita Dono.
"Ya.......mimpi buruk...di siang bolong......," kata
Indro.
"Makanya...jangan bangun siang-siang Dono...," kata Kasino.
"Astafirohullazim......ternyata mimpi," kata Dono yang
sadar.
"Kalau gak percaya mimpi......coba pegang pipi kiri...masih
ada iler tahu.........jorok cuci muka sana," kata Indro.
Dono langsung memegang pipi kirinya "
astafirohulazimmmmm....ternyata mimpi buruk...."
"Baru....sadarkan............," kata Indro.
"Ya....baru..sadarlah...nyawanya masih ngumpul......,"
kata Kasino.
Dono beranjak dari duduknya pergi ke kamar mandi untuk
membersihkan diri. Setelah itu berganti pakaian yang rapih.
"Mau...ke mana dono rapih......?," tanya Indro.
"Mau..ngepel salah ngapel...........," jawab Dono.
"Hati-hati jalan...jangan ketemu setan lagi...ya," kata
Kasino menakuti Dono.
"Ya.....semoga tidak ketemu setan lagi...seremmmmm..ah,"
kata Dono.
Dono pun pergi meninggalkan teman-temannya yang lagi asik main
game. Dengan mengendarai motor bututnya Dono bergerak cepat ke warung kopi di
mana Wulan berada.


0 komentar:
Post a Comment