CINTA SUCI
Hari minggu yang baik di hari pernikahan Boni dan Evi. Suci dateng
ke pernikahan Evi sahabat baiknya bersama Doni sopir pribadinya Suci. Memang
banyak omongan orang-orang cibirkan ke tujuannya sih Suci "Perawan
tua" Tetap saja Suci tidak peduliin omongan orang. Malahan Evi selalu
memberikan semangat kepada Suci supaya cepat dapat jodoh sama seperti keadaan
Evi yaitu menikah. Boni pun sama omongannya seperti Evi demi Suci teman baiknya
Evi yang meluang waktunya dateng di pernikahan.
Doni sih seperti biasa diam aja di hadapan orang-orang. Padahal
sebenarnya maunya Suci adalah Doni selalu membelain Suci, tapi karena status
antara Bos dan anak buah jadi agak sulit.
Suci pun menyelesaikan urusannya dengan Evi di acara pernikahan.
Lalu segera balik ke rumah Suci urusan sudah beres. Dalam mobil Suci kesel
banget dan dumelnya sama Doni. Ya sebagai sopir yang baik dan anak buah sih
Doni diam aja dengan dumelnya Suci. Eeeee pada akhirnya keceplosan juga Suci
maunya sama Doni. Tetap aja Doni diam tidak menggrubis mau Bosnya.
Sampai di rumah pun. Doni memberikan perhatian yang biasa-biasa
sama Suci. Padahal maunya Suci lebih dari Doni. Suci masuk rumahnya dan Doni
pun membawa mobil Bosnya ke kontrakannya ya gak jauh dari rumah Bosnya.
Hari yang melelahkan Doni pun istirahat dengan tenang di
kontrakannya dan tidak peduli dengan perasaan Bosnya. Esok paginya. Doni pun
segera menjemput Bosnya di rumahnya. Seperti biasa Suci menawarkan pada Doni
sudah sarapan apa belum? Ya Doni pun sebenarnya sudah sarapan cuma kopi dan
nasi uduk di warung Mpok Minah.
Karena Doni udah sarapan ya...segeralah berangkatlah jadi Suci
tidak menawarkan sarapan lagi. Sampai di kantor. Suci menjalankan tugasnya
dengan baik sebagai Bos yang bijaksana. Doni pun menunggu Bos untuk menyuruh
apa gitu? Baru di rasanin oleh Doni di telpon oleh Suci untuk mengambil
kwitansi pembayaran sama Pak Heru di kantornya! dan segeralah di jalani
perintah Bosnya dengan baik ke kantornya Pak Heru. Telponan pun di tutup antara
Suci dan Doni.
Sampai di kantor Pak Heru untuk mengambil kwitansi pembayaran.
Jalannya urusan begitu mudah buat Doni karena langsung Pak Heru sendiri.
Setelah urusan selesai Doni segera ke kantor untuk menjemput Bosnya karena mau
soping ke Mall. Segera cepatlah Doni membawa mobilnya. Sampai di kantor Suci
udah di depan kantor langsung masuk mobil dan juga Doni memberikan kwitansi
pembayaran hasil kerja sama pembelian produk baru. Suci segera menyimpan
kwitansi tersebut dengan baik untuk proses pemeriksaan keuangan perusahaannya.
Mobil pun di bawa dengan baik ke Mall oleh Doni. Selang berapa
saat sampai juga di Mall. Seperti biasa Suci membeli barang yang di perlukannya
di Mall sampai Doni di minta tanggapan dengan pakaian yang di beli Suci.
Ya....sesuai pandangan cowok yang menilai dari sisi kecantikan dan pantas gak
di kenakan pakaian tersebut jadinya sih bagus-bagus aja. Suci membeli pakaian
tersebut dan segera balik ke rumah.
Tetap aja saat di rumah ada moment berduaan untuk Suci dan Doni.
Padahal Suci telah memberikan sinyal untuk Doni reaksi penunjukkan rasa suka
dengan sedikit pendekatan yang gak biasa agar Doni menyatakan cintanya sama
Suci. Doni bukannya gak sensitif aja dengan gerak gerik Suci tetapi gak etis
mencintai Bosnya sedangkan pekerjaannya hanya seorang pesuruh alias sopir
pribadi.
Suci kesal sambil menghentakan kakinya karena Doni selalu saja
sikapnya diam dan diam saja. Tidak merespon sama sekali bahwa Suci terbuka sama
Doni. Malahan Doni memilih balik ke kontrakannya. Ya Suci mempersilakan Doni
balik ke kontrakannya.
Di dalam kamar. Suci lebih kesal banget karena tidak di tanggapin
oleh Doni maka itu untuk melampiaskan kekesalan Suci nyetel musik sambil makan-makanan
yang di sukainya. Doni pun di kontrakannya pun berpikir "Apa aku menerima
aja cinta Suci. Apa kata orang?".
Doni lebih baik tidur. Esoknya. Seperti biasa Doni ingin berangkat
ke rumah Bosnya. Tak sengaja bertemu dengan Diana cinta lama Doni, maka itu
sekedar ngobrol dan minta nomor telpon agar mudah untuk menjalin hubungan
kembali. Setelah itu Doni segera ke rumah Bosnya.
Ternyata Doni sedikit terkejut sekali. Pak Heru yang statusnya
Duda...menyukai Suci, maka itu bertamu pagi-pagi ke rumah Suci untuk ngobrolin
masalah hati dan juga bisnis. Doni tetap tenang menghadapi setuasi yang di
lihatnya yang mempengaruhi perasaannya.
Padahal Suci ingin melihat sikap Doni yang cemburu. Tapi ternyata
Doni pintar menyembunyikan perasaannya. Ya...urusan terus berlangsung dengan
baik di rumah Suci dan Pak Heru. Sampai akhirnya Pak Heru mengundang makan
malam di rumahnya dan Suci mengiyakannya.
Pak Heru balik ke kantornya. Sedang Suci gak ke kantor karena
urusan bisnis pun telah tertangani dengan baik. Suci pun memperbolehkan Doni
pulang ke kontrakannya. Doni pun mengambil kesempatan waktu untuk ngobrol
bersama Diana temuan di kafe jadinya di telponlah Diana. Ternyata Diana mau
temuan di kafe yang di sepakatin bersama Doni. Hubungan telponan pun berakhir antara
Doni dan Diana. Segera Diana dateng ke kafe dengan penampilan yang menarik
karena ingin bertemu dengan Doni.
Saat di kafe. Diana menunggu Doni cukup lama dan akhirnya dateng
juga Doni. Ngobrol lah Doni ke Diana seperti biasanya. Niat Doni sih
ingin penjajakan lagi cinta lamanya sama Diana. Doni pun mulai merasakan
perasaan penghianatan dalam dirinya dan membohongi dirinya.
Urusan dengan Diana pun selesai juga dengan baik....Doni tidak
bisa balikkan dengan Diana. Padahal harapan Diana tinggi sama Doni agar bisa
seperti dulu lagi memadu kasih sayang. Diana pun memaklumi sikap Doni yang
masih belum bisa membuka hati untuk Diana. Jadi Doni mengantarkan Diana pulang
dengan mobil mewah milik Bosnya.
Sampai di rumah Diana pun tetap aja Doni bersikap tidak bisa
balikkan lagi karena alasan yang terus terang banget "Aku mencintai
seseorang yang berarti dalam hidup aku".
Diana pun mengerti omongan dari Doni, maka tetap terjalin
persahabatan antara keduanya. Doni pun harus menjemput Bosnya di rumahnya untuk
mengantarkannya ke tempat Pak Heru di rumahnya untuk makan malam.
Sampai di rumah Suci. Doni seperti biasa di minta tanggapan dengan
penampilan Suci yang cantik memakai gaun malamnya. Doni pun memujinya
kecantikan Suci seperti biasanya. Perasaan Suci pun senang di puji orang yang
di sukainya.
Suci pun masuk mobil bersama Doni untuk berangkat ke rumah Pak
Heru untuk makan malam berdua. Sampai di rumah Pak Heru. Suci di sambut baik
oleh Pak Heru. Acara makan malam pun di mulai. Keduanya asik ngobrol saat makan
malam. Sampai akhirnya Pak Heru melancarkan niatnya ke Suci untuk melamarannya.
Suci terkejut banget. Tapi tetap gak bisa menerimanya. Dan juga
Doni memang menyaksikan urusan antara Pak Heru dan Suci yang membuat getaran
rasa gejolak di hati dan berkata "Aku ingin membela cinta ku".
Tetap saja Doni diam saja dan membiarkan urusan antara Suci dan
Pak Heru di selesaikan mereka berdua. Suci mengakhiri makan malam sama Pak Heru
dan tetap tidak bisa menerima lamaran Pak Heru. Ya...Pak Heru tidak bisa
memaksa maunya ke Suci....jadinya biasa aja.
Suci pun memutuskan pulang ke rumahnya dan masuk mobil dan segera
Doni membawa mobil sampai ke rumah. Saat di rumahnya Suci. Memang Suci masih
terlihat murung banget di mobil sampai di rumah karena Doni memperhatikannya.
Maka itu Doni pun mulai berkata pada Suci "Apa aku bisa mengobati rasa
kegelisan di hati kamu. Bukan bermaksud lancang Bos?"
"Mas ingin bicara apa yang sebenarnya bicara aja!" kata
Suci.
"Aku cinta kamu," kata Doni yang terus terang dari
hatinya.
"Mas sungguh-sungguh ngomong itu?" kata Suci.
"Iya," kata Doni.
"Aku juga cinta Mas Doni," kata Suci.
"Jadi kita jadian?" kata Doni.
"Iya," saut Suci.
Doni pun Suci resmi menjalin kasih. Jadi malam indah pun di
lanjutkan di rumah Suci dengan menyetel musik dan berdansa Doni dan Suci.
Keduannya menikmatinya. Doni ingin berciuman dengan Suci, tapi Suci pun
menolaknya karena belum resmi jadi suami istri. Ya..Doni pun mengerti jadi
menunda keinginannya berciuman dengan Suci sampai pada waktunya....resmi menjadi
suami istri.


0 komentar:
Post a Comment