CINTA ROKOK GITU
Sore hari yang cerah gitu. Tono dengan lagaknya kaya orang dewasa, padahal umurnya baru 11 tahun. Tono mendatengin rumah Dodo yang umurnya 28 tahun, belum nikah sih tapi tingkah kaya orang gak bener gitu. Dodo sih lagi asik ngobrol sama teman baiknya Gunawan sih, ya umurnya 26 tahun sih.
Tono langsung menghidupkan rokonya gitu dan di isapnya pas pus kaya kereta api gitu. Ya Dodo dan Gunawan pun sama menghidupkan rokoknya gitu dan hisap juga sih.
"Tono, kemarin kamu gak dateng kenapa?" tanya Dodo sembari mengisap rokok yang di mainkan asapnya.
"Aku ada kerjaan di rumah," kata Tono yang lagaknya kaya Dodo, ya sambil ngerokok gitu....pas pus.
"Kerjaan apa Tono, paling ngabisin beras rumah aja," ledekan Gunawan sambil memainkan rokoknya di jarinya.
"Bisa aja kamu Gunawan kamu ngomongnya. Aku kan bantu orang tua gitu," kata Tono yang sikapnya santai.
***
Obrolan yang di obrolin Dodo, Tono dan Gunawan tetap asik gitu gaya kaula anak muda saat ini. Pak Teguh yang umurnya 58 tahun, ya cuma ikut alur dari ulah Dodo anaknya itu dengan kawan-kawannya di lingkungan sekitar.
Heru bukan warga di lingkungan tersebut melihat ulah para warga yang tingkahnya petenteng laganya kaya orang benar aja, padahal pengangguran gitu maka itu Heru terus fokus kerjaan gitu, ya kuli bangunan Pak Toyib.
Tono tetap asik ngobrol sama Dodo dan Gunawan, padahal yang di bicarakan gak penting banget cuma ngoceh bau. Sampai Tono hambis rokoknya dan di hidupkan batang rokok lagi. Ya jauh beda dengan Gumawan dan Dodo kerjaannya sama dengan Tono yang asik menghisap rokok.
Pak Teguh, tetap mengawasih ocehan anak sekarang....ya sambil menghidupkan rokoknya dan segera di hisapnya gitu dengan santai.
***
Andi selesai membaca karangan Budi.
"Budi kenapa kamu membuat cerita seperti ini?" tanya Andi.
"Ya akukan....dapet ide ceritanya dari lingkungan sekitar. Ya memang tingkah warga sini ya...begitu," penjelasan Budi.
"Jadi kehidupan di lingkungan sini bergaulnya kaya orang gak genah gitu ya," kata Andi.
"Ya begitulah. Tono, kan umurnya 11 tahun udah berani ngerokok. Ya karena pergaulan di lingkungan ya seperti itu," kata Budi.
"Kalau cerita tentang lingkungan kan....gak ada cerita cinta yang di angkat," kata Andi.
"Kata siapa gak ada cintanya. Rokok itu cintanya. Karena mereka suka menghisapnya setiap hari kaya kereta api, pas pus pas pus," kata Budi.
"Itu sih bukan cinta Budi, tapi kecanduan. Sekali sudah di mulai merokok, maka terusan merokok," kata Andi.
"Benar omongan kamu Andi. Jadi ya beda tipis lah," kata Budi.
"Aku akan menulis tema cerita cinta yang beneran aja. Dari pada cerita kamu Budi....cuma sisipan aja. Cuma cinta pada rokok," kata Andi.
"Biarin, yang penting nulis," kata Budi dengan sikap masa bodoknya.
Andi pun menulis cerita di bukunya. Sedang Budi asik menggambar gitu.


0 komentar:
Post a Comment