CINTA DAN CINTA
Cinta sedang berjalan menuju rumahnya lewat jalan setapak. Mirza sedang asik main sepedanya. Dengan cepat Mirza mengayuh sepedahnya melewati jalan-jalan setapak di pinggir hutan gitu. Cinta jalan dengan santai gitu, karena gak mungkin ada orang lewat jalan setapak selain Cinta, karena pinggir hutan. Mirza terus mengayuh sepedahnya dengan sangat cepat. Melintaslah seorang gadis di hadapannya, ya secepat mungkin Mirza mengerem sepedahnya. Tapi naasnya menyenggol gadis yang yang melintas di depan Mirza mengendarai sepedah. Gadis tersebut terjatuh di rerumputan. Ya Mirza menolong gadis tersebut.
"Kamu tidak apa-apa?" tanya Mirza.
"Gak apa-apa kok," kata Cinta.
"Aku minta maaf ya," kata Mirza yang tulus.
"Ya, aku maafkan," kata Cinta.
Cinta pun segera pergi dari tempat tersebut. Mirza mulai tertarik dengan gadis tersebut.
"Nona nama mu siapa?" teriak Mirza.
Cinta yang cukup jauh berjalan pun menoleh ke belakang karena dirinya di panggil gitu.
"Nama.....aku Cinta, nama kamu siapa?" kata Cinta.
"Mirza," katanya.
Cinta pun segera meninggalkan tempat tersebut dengan berjalan cepat. Mirza pun meninggalkan tempat tersebut. Sampai di pondok tempat Mirza menginap gitu. Lisa cewek yang mengejar Mirza dari dulu untuk jadian gitu, sudah setembai di depan pintu.
"Dari mana aja sih Mirza?" tanya Lisa.
"Lihat sendiri," kata Mirza.
"Sepedah, keringetan. Jadi main sepedah di daerah sini," kata Lisa.
"Iya....iyalah refesing untuk apa aku main ke tempat sini. Sampe nginep di sini," kata Mirza.
"Oh, begitu," kata Lisa.
"Awas aku mau masuk," kata Mirza.
"Iya," kata Lisa.
Lisa menyingkir dari depan pintu. Mirza masuk tempat penginapannya untuk berbenah diri. Karena bosen nungguin Mirza, ya lebih baik ke mobil....Lisanya.
***
Cinta pun sampai di dapur dan segera memasak gitu. Dengan terampilnya Cinta membuat masakan gitu. Selang berapa saat masakan pun jadi langsung di hidangkan. Mirza pun telah rapih gitu, jadi ke tempat pondokan yang sudah di hidangkan makan gitu. Ya Lisa ikut juga sih, Mirza kemana pun. Mirza berpapasan dengan Cinta.
"Kamu," kata Mirza dan Cina bersamaan.
Lisa pun protektif dengan Mirza karena bertemu dengan cewek yang tidak di kenal gitu.
"Cinta, kamu di sini ngapain?" tanya Mirza.
"Aku, kerja di sini. Ya lumayan sih untuk kebutuhan aku," kata Cinta yang lugu.
"Jadi, kamu pelayan di sini. Gak level. Jauh dari Mirza dan aku," kata Lisa yang ketus gitu.
"Apaan kamu ini!," kata Mirza.
"Tapi Mirza," kata Lisa.
"Diam dulu!" kata Mirza yang tegas.
"Oh iya, Mas....silakan dimakan -makannya yang aku siapkan," kata Cinta yang santun.
"Iya, terima kasih banyak," kata Mirza.
Cinta pun kembali ke dapur untuk beres-beres. Mirza pun mulai duduk untuk menikmati makan siang yang sudah di siapkan. Lisa ya ikutan juga seperti Mirza. Mulailah Mirza menikmati makan siangnya.
"Emm, enak makan yang di buat Cinta," pujian Mirza.
Lisa juga menikmati makan siang tersebut, tapi di dalam hati mengakui makan buatan pelayan tersebut enak. Kenyataannya Lisa pun berkata "Biasa aja, lebih enak masakan aku".
"Iya, terserah kamu," kata Mirza.
Selesai makan siang. Mirza pun mulai berkemas untuk pulang. Lisa sudah di mobil gitu. Pak Toni, pemilik pondokan pun berterima kasih pada Mirza yang sering menginap di pondokan tersebut untuk refesing. Mirza pun masuk mobilnya. Sebelum berangkat Mirza melihat Cinta yang masuk kamar yang di inapnya untuk beres-beres gitu.
"Cinta," kata Mirza.
"Ayo cepat jalan!" kata Lisa.
"Nanti dulu," kata Mirza.
"Jangan bilang kamu suka sama cewek, pelayan di sini ya?" kata Lisa.
"Kayanya iya," kata Mirza yang terus terang.
"Tapi, aku ini dianggap apa? Sampe bela-bela in kesini jemput kamu," kata Lisa.
"Kan, kamu yang mau ikut aku dan juga minjem mobil aku untuk ke sana ke sini. Ya harus kamu jemput aku kesinilah. Ini kan mobil aku. Dan juga selama ini kamu aku anggap teman aja kok," kata Mirza.
"Teman. Kok teman. Aku maunya lebih. Pacar gitu," kata Lisa.
"Gak bisa, Lisa. Cuma teman," tegas Mirza.
"Susah juga naklukin Mirza," kata hati Lisa.
"Sudah......lah pulang aja," kata Mirza.
Mirza mulai membawa mobilnya dengan baik menuju rumahnya. Cinta dengan cekatan membereskan kamar yang di sewa tersebut, jadinya rapih gitu. Lalu Cinta menemui Pak Toni di kantornya.
"Pak Toni," kata Cinta.
"Ada apa Cinta?" tanya Pak Toni.
"Aku ingin keluar dari kerjaan ini. Karena aku telah dapet kerjaan di kota Pak," kata Cinta yang malu gitu.
"Kalau keputusan kamu begitu. Bapak sih gak ada masalah. Kamu kerja di sini pun Bapak sudah senang, karena kamu kerjanya bagus. Dan juga pengganti kamu sudah ada. Ini gaji kamu," kata Pak Toni.
Cinta menerima gaji dari Pak Toni.
"Terima kasih Pak," kata Cinta.
"Iya," kata Pak Toni.
Cinta pun keluar dari kantor Pak Toni. Segera Cinta mulai mengambil barang di kamarnya dan segera berjalan menuju tempat ngetemnya angkot yang menuju kota. Selang berapa saat sampai juga sih. Cinta pun naik angkot. Mobil angkot pun penuh dengan penumpang. Sopir membawa mobil dengan baik menuju pasar di kota. Dengan sabar Cinta di dalam angkot bersama penumpang yang lainnya. Sampai di tujuan. Cinta naik ojek menuju rumah yang menerima Cinta pekerjaan.
Tukang ojek sih muter-muter sih nyari alamat sama Cinta. Akhirnya ketemu juga. Cinta membayar ojek dengan uang yang di lebihin gitu, sekalian ucapan terima kasih di antarkan sampai tujuan dengan benar. Tukang ojek meninggalkan Cinta begitu saja. Cinta pun masuk rumah. Eee ternyata di depan rumah sudah di tunggu Ibu Mira yang nunggu Cinta dari tadi. Ya segera Cinta di bawa masuk sih oleh Ibu Mira untuk di beritahu kamarnya dan pekerjaannya, apa yang harus di kerjakan gitu?!. Cinta cepat tanggap gitu, ya segera menjalankan tugasnya, sebagai pembantu di rumah yang besar gitu. Ibu Mira pun mengawasi Cinta kerja sih, ya nama juga baru gitu mengenal rumah yang megah kaya istana gitu.
Cinta pun terus mengerjakan pekerjaannya sampai waktunya makan malam yang di buat Cinta. Ibu Mira menikmati makan malam yang di buat Cinta yang enak gitu. Pak Johan suami Ibu Mira, baru pulang kerjaannya dan langsung duduk bersama Ibu Mira untuk makan malam menikmati masakan Cinta, pembantu baru.
"Enak," pujian Pak Johan.
"Ini, semua yang buat Cinta," kata Ibu Mira.
"Pinter kamu sayang, cari orang yang pinter masak dan beres-beres rumah," pujian Pak Johan ke istri tercinta.
"Aku...gitu," kata Ibu Mira.
Pak Johan dan Ibu Mira melanjutkan makan malamnya. Mirza pun selesai juga urusannya yang bergaul dengan teman-teman kuliahnya dan segera pulang ke rumah. Saat masuk rumah Mirza melihat sosok ia kenal.
"Cinta," kata Mirza.
"Mas Mirza," kata Cinta.
"Ngapain kamu di rumah aku?" tanya Mirza.
"Aku kerja di sini," kata Cinta.
"Bukannya kamu kerja di tempat Pak Toni," kata Mirza.
"Iya, aku keluar dari tempat kerjaan tempat Pak Toni. Ya aku dapet kerjaan yang baru di sini. aku mana tahu kalau ini rumah Mas Mirza," kata Cinta.
"Pasti....Ibu. Ya sudah kamu lanjutin kerjaan kamu....Cinta," kata Mirza.
"Iya, Mas," kata Cinta.
Mirza pun menemui orang tuanya yang sedang asik makan malam.
"Mirza... makan malam dulu!" kata Ibu Mira.
"Iya, Bu. Oh Iya. Cinta kerja di rumah ini?" kata Mirza.
"Kok, Mirza sudah tahu namanya Cinta yang ngurus rumah ini," kata Ibu Mira.
"Ya, kenalan gitu saat menginap di pondok Pak Toni," kata Mirza.
"Oh...begitu. Jadi kamu sudah kenal toh. Jadi Ibu gak perlu mengenalkan lagi dong siapa Cinta," kata Ibu Mira.
"Ya, udah lah Ibu, Mirza masuk kamar dulu. Capek mau istirahat," kata Mirza.
"Iya," kata Ibu Mirza.
"Iya," kata Ibu Mirza.
Ibu Mira dan Pak Johan melanjutkan makan malamnya gitu, sampai selesai. Ya setelah itu yang membereskan makan malam ya Cinta. Mirza di dalam kamar selalu kepikiran dengan Cinta gitu.
"Apa aku jatuh cinta sama Cinta," celoteh Mirza.
Mirza pun keluar dari kamarnya dan segera menuju ke kolam renang. Terlihat Cinta sedang duduk di pinggir kolam renang sambil menikmati malam bertabur bintang. Mirza mendekati Cinta. Pada akhirnya ngobrol yang asik gitu Cinta dan Mirza. Ibu Mira melihat Mirza sedang ngobrol asik dengan Cinta. Pak Johan juga melihatnya juga Mirza dan Cinta ngobrol asik gitu.
"Jangan-jangan. Mirza jatuh cinta sama Cinta," kata Ibu Mira.
"Kaya sih gitu, kalau Mirzanya suka sih. Bapak gak ada masalah. Kaya Bapak suka sama Ibu gitu," kata Pak Johan.
"Bapak mengenang masa lalu aja. Ya Ibu sih setuju aja kalau Mirza suka sama Cinta. Toh Ibu kenal orang tuanya Cinta juga baik juga di kampung," kata Ibu Mira.
"Ya sudah biarkan, Mirza ngobrol dengan Cinta," kata Pak Johan.
"Ya, udah masuk kamar," kata Ibu Mira.
Pak Johan dan Ibu Mira masuk kamar gitu Mirza dan Cinta terus ngobrol gitu sampai akhirnya Mirza menyatakan cintanya pada Cinta. Ya sebenarnya Cinta bingung dengan pernyataan kata cinta dari Mirza karena keadaan dirinya. Mirza pun menyakini Cinta dengan penuh keyakinan gitu. Jadi Cinta menerima hubungan dengan Mirza. Kesepakatan pun di jalanin Cinta dan Mirza malam itu dan sampai di jalankan selama sebulan penuh. Ya pada akhirnya Pak Johan dan Ibu Mira sudah tahu tingkah Mirza dan Cinta, ya di restuilah dan terus belanjut sampai akhirnya Mirza meminang Cinta jadi istrinya dan acara pernikahan di buat besar-besaran di kampung gitu. Pak Toni, yang pernah jadi bos Cinta pun di undang di pernikahan. Lisa ya dateng di pernikahan Mirza, sebagai teman yang baik gitu.


0 komentar:
Post a Comment