CINTA FITRI
Galang sibuk kerja di kantornya. Terdengar suara tangisan dari
Mila, temannya kerja Galang sekigus pacarnya. Galang pun bertanya pada Mila
"Kenapa menangis?".
Ya Mila pun memberikan jawaban yang membuat Galang jadi marah
besar banget yaitu "Aku hamil".
Galang pun bertanya "Siapa yang menghamili Mila?".
Ya Mila pun memberikan jawaban yang membuat Galang marah besar
adalah "Pak Tono".
"Bos," saut Galang.
Galang pun bergerak menuju ruangan Pak Tono dan segera
menghajarnya dengan bogem mentah di wajahnya karena kesal banget. Karena
ulahnya itu sendiri menghajar Pak Tono jadinya Galang di pecat dan urusan
pacaran dengan Mila berakhir begitu saja.
Galang pun sadar dalam dirinya berkatalah kata hatinya "Cewek
zaman sekarang gak bisa jaga kehormatannya. Alasannya kelayakan hidup. Cinta
itu kebohongan aja yang aku jalanin sama Mila. Akhirnya cewek yang berkhianat".
Galang yang tidak punya pekerjaan lagi memilih untuk merantau ke
kota lain untuk mengubah nasifnya yang sial di kota asalnya. Sampai di tempat
yang bagus di kota yang baru mulailah Galang mencari pekerjaan dengan
mengirimkan lamaran kerja ke perusahaan.
Ya banyak perusahaan menolak karena alasan ini lah dan itu lah
untuk tidak menerima Galang di perusahaan. Seperti biasa Galang menerima
nasifnya dan berusaha lagi. Maka itu Galang pun lebih baik duduk santai di
kontrakannya dan menunggu panggilan lagi dari surat lamaran kerja yang di
kirimkan ke perusahaan.
Galang melihat sosok gadis cantik yang ada di depan
kontrakannya....ya tepatnya sih tetangga sih. Galang pun bertanya ke Toto,
teman satu kontrakan gitu untuk mencari tahu tentang cewek di depan kontrakan.
Toto pun memberitahukan cewek yang ada di depan kontrakan tersebut
"Fitri anak Pak Heru. Masih kuliah dan juga jomlo".
"Fitri namanya," saut Galang.
Galang pun mencoba berkenalan dengan Fitri dengan berani tetapi
bukan saat ia keluar dari rumahnya saat papasan di jalan aja sekedar bergaul
saja. Itu pun di temanin Toto agar tidak jadi prasangka yang bukan-bukan. Fitri
pun senang berkenalan dengan Galang untuk nilai pertemanan. Saat tiga langkah
meninggalkan Galang dan Toto. Fitri pun menoleh ke belakang melihat Galang.
Dalam hati Galang pun berkata "Cewek ini membuka hati untuk
aku".
Fitri pun malu dan segera melanjutkan perjalannya menuju urusannya
ke kampus. Galang dan Toto pun balik ke kontrakan untuk sekedar santai minum
teh dan makan kue pasar untuk menikmati hidup yang nganggur gak ada kerjaan.
Telpon pun berdering dan segera di angkat Galang. Percakapan itu
singkat banget. Galang akhirnya di panggil untuk kerja di perusahaan ia lamar.
Esok harinya di pagi yang cerah.
Galang berangkat untuk pergi kerja. Saat ingin naik angkot bertemu
dengan Fitri yang mau ke kampus juga....ya sekalian aja Galang mengajak Fitri
ngobrol di dalam angkot yang mengantarkan Fitri ke tujuannya dan Galang pun
langsung ke tempat kerjaannya juga. Sampai di ruangan kantor mulai lah Galang
menjalankan aktiviasnya sebagai karyawan yang baik.
Hari demi hari jalanin oleh Galang dengan mulus banget di
kerjaannya yang baru. Sedang urusannya dengan Fitri pun Galang mengalami
kemulusan dalam hubungan perteman saja. Sampai suatu ketika ada rombongan yang
datang ke rumah Fitri untuk di melamarnya. Galang pun sedikit kaget banget saat
ia mau berangkat kerja.
"Cinta aku bisa kandas ini mah," kata Galang.
Galang pun harus bersikap dewasa banget mengadapi situasi seperti itu
bertanya pada hati dan hati berkata "Aku pernah menyatakan cinta pada
Fitri. Belum pernah. Jadi bener aku tidak berhak apa-apa?".
Galang pun membiarkan urusan Fitri di lamar pagi itu. Galang
menjalankan aktivitasnya dengan baik di kerja dan kerja untuk menaikan derajat
dirinya dari orang gak punya jadi punya. Sampai usai bekerja langsung pulang
tidak main ke mana-mana. Istirahatlah Galang di kontrakannya.
Galang pun bertanya ke Toto urusan dengan Fitri. Ya seperti biasa
Toto memberikan menceritakan urusan Fitri dengan jawaban yang memuaskan untuk
Galang "Fitri menolak lamaran karena tidak suka dengan orang
melamar".
Galang langsung bergerak dengan Toto untuk bertamu ke rumah Fitri
sekedar ngobrol aja. Belum pintu di ketuk....Fitri keluar dan menemui Galang
dan Toto di depan rumah.
Sambil ngobrol biasanya sih. Galang pun sekedar mencari tahu
kebenaran tentang acara lamarannya Fitri. Seperti biasanya Fitri terbuka banget
menceritakannya sesuai dengan omongan Toto "Menolak lamaran".
Galang pun memberanikan diri menyatakan perasaannya sama Fitri
dengan kesaksian Toto dengan mengucapkan kata-kata yang membuat Fitri terkejut
"Fitri kalau Akang yang melamar Fitri jadi suami Fitri gimana?"
Fitri berpikir sejenak dan menjawabnya "Fitri mau di lamar
Akang Galang".
"Yes," kata Galang dengan antusias.
Toto pun gak menyangka bahwa Fitri menerima lamaran Galang. Karena
teman baik ikut senang aja kalau Galang di terima cintanya sama Fitri. Galang
pun melanjutkan obrolan resminya sama Pak Heru untuk melamar Fitri itu pun
setelah orang tua Galang dateng untuk melamar Fitri.
Gak memakan banyak waktu urusan pun berjalan baik. Pernikahan pun
di laksanakan. Fitri dan Galang resmi jadi suami istri yang sah. Pekerjaan
Galang pun lancar untuk mencukupi kebutuhan rumah tangganya bersama Fitri
dan juga Fitri pun terus melanjutkan kuliahnya sampai selesai mendapat gelar
sarjananya.


0 komentar:
Post a Comment