APA YANG SAYA
TAKUTI
Malam begitu larut sekali. Doni sedang memilih barang yang akan di
belinya di mini market. Rasa kantuk mulai datang Doni pun menguap sangat lebar
sekali.
"Bener-bener hari yang sangat melelahkan," celoteh Doni.
Dateng 2 orang yang berpenampilan biasa-biasa aja tapi pake topeng
dan memarkirkan motor. Lansung masuk ke dalam mini market. 2 orang tersebut
mengeluarkan pistol yang di yang di todongkan kearah kasir.
"Serahkan uang.....sekarang juga," kata salah satu
penjahat memakai topeng.
"Iya..iya..," jawab karyawan mini market.
Doni terkejut perampokan di mini market. Rasa keadilannya muncul
dan memberanikan diri untuk melawan perampok. Doni mengambil kaca mata
tranparan untuk pelindung mata. Lalu mengambil sebuah pisau kecil. Setelah
itu mengambil senjata pistol mainan yang di isi peluru dulu. Mulai Doni
menyerang 2 penjahat yang bersenjatakan pistol. Doni mulai menembak dengan
pistol mainan ke arah mata 2 penjahat secara bergantian.
"Ahhh," teriak penjahat menahan sakit di mata para
penjahat secara bergantian.
2 penjahat pun memang melawan, tapi karena kelincahan dari Doni
berhasil menanganinya. Saat itu langsung pisau di gunakan untuk melukai pada
jari-jari tangan musuhnya untuk menjatuhkan pistol di tangan 2 penjahat. Doni
berhasil mengalahkan musuhnya dengan cepat dan karyawan mini market pun
membantu Doni untuk meringkus penjahat. 2 penjahat mengalami
pendarahan di jari-jari tangannya dan berusaha menahan rasa
sakitnya. Segera Doni menjatuhkan mereka berdua di lantai di bantu
karyawan mini market. Doni memeriksa senjata yang dipakai 2 penjahat.
"Ternyata senjata mainan juga dasar penjahat kacangan. Gertak sambel aja," celoteh Doni.
Setelah itu topeng dibuka oleh karyawan mini market dan terkejut mereka semuanya. Ternyata adalah karyawan yang kerja di mini market di pecat karena berbuat ulah alias tidak bertanggung jawab pada pekerjaan.
Doni pun membayar semuanya pada kasir apa yang dia pake untuk
menanggulangi kejahatan sekaligus membayar makan-makan yang di belinya. Doni
pun pulang ke rumah. Barulah petugas setempat datang dan polisi juga.
"Telat kerjaan para petugas malam ini dan polisi. Kejahatan
telah terjadi dan di koordinir oleh penjahat karena sakit hati," celoteh
Doni.
Doni pun berjalan di tengah malam yang bertaburkan bintang.
Tiba-tiba hujan. Doni pun berlari dengan sangat cepat. Hujan pun makin deras.
Doni memutuskan untuk iyup di pos kamling. Ternyata ada seorang yang iyup juga
di pos kambling adalah seorang wanita cantik baru pulang kerja terlihat dari
pakaiannya.
Doni mulai kedinginan karena hujan makin lebat sekali dan angin
bertiup sangat kencang. Sang wanita yang iyup pun kedinginan juga. Doni ingin
berkenalan dengan wanita tersebut mempung kondisinya lagi berduaan. Dengan berani
menyapa wanita tersebut. Tiba-tiba wanita berubah wujudnya yang sangat
menyeramkan.
"Setan...," teriak Doni.
Doni langsung langkah seribu dan meninggalkan wanita jadi-jadian
di pos kamling di malam yang hujan deras sekali. Sampai di rumah Doni segera
berbenah diri dan tidur dengan lampu yang terang. Esok harinya Doni menonton Tv
berita pagi. Dalam berita tersebut menjelaskan ada kejadian wanita di bunuh di
pos kamling oleh beberapa preman. Doni langsung sok menonton berita tersebut.
"Jadi benar yang saya temui kemarin malam adalah hantu
penasaran di pos kamling. Setan....," teriak Doni
Doni langsung mematikan Tvnya dan segera pergi dari rumahnya
menuju ke rumah temannya yang tidak jauh dari lingkungan sekitar untuk
menghilangkan ketakutannya bertemu dengan roh penasaran.


0 komentar:
Post a Comment