NICO STORY

Posted By Cerpen universal on Friday, November 29, 2019 | November 29, 2019

NICO STORY

Nico di hempaskan oleh kekuatan Kuma dari tangannya yang mempunyai kekuatan teleportasi. Nico terdampar di suatu pulau. Cuaca memang dingin banget karena memang di lingkungan sekitar salju semuanya yang berwarna putih banget banget. Tina mencoba menolong Nico yang pingsan begitu saja. Saat Tina mendekati Nico, mulai lah sadar Nico dari keadaannya pingsan tersebut. 

"Dingin," kata Nico.

"Mbak, memang musim dingin, sekitar area penuh dengan salju," kata Tina yang lembut.

Nico mencoba mengingat kejadian tentang dirinya yang bertarung dengan Kuma yang mempunyai kekuatan teleportasi. Ternyata Nico sadar, diri kalah bertarung dengan Kuma dan di hempaskan dengan kekuatan teleportasi dengan tangannya Kuma.

"Ini di mana?" tanya Nico kepada Tina.

"Pulau Neverland," jawab Tina.

"Neverland. Sejauh ini aku di hempaskan dengan kekuatan dari Kuma," kata Nico.



Nico pun bangun dari keadaannya dan di bantu Tina. Nico pun berusaha menahan rasa dinginnya. Sampai di tempat tinggal Tina. Nico pun beristirahat tenang di atas loteng sekaligus saling berkenalan dan akhirnya tahu nama masing-masing. Tina pun menyiapkan makan untuk Nico. Ibu Lila ngoceh yang cukup pait ke Tina "Tina apa kamu ini mencari perkara saja. Tidak boleh membawa orang asing masuk ke tempat tinggal kita!"

"Iya, aku tahu, tapi aku ingin menolongnya, kasihan di cuaca sedingin ini," pembelaan Tina.

Ibu Lila tidak bisa berbuat apa-apa dengan ulah anak kecil yang masih berumur 12 tahun. Ibu Lila diam saja, tapi sedangkan Ibu-Ibu yang lainnya ngoceh tentang pendatang asing yang tinggal di tempat tinggal dia. Ibu Mira melaporkan tentang warga asing ke petugas penjaga dengan tujuan agar dirinya terbebas dari hukuman yang di jalanin bertahun-tahun. Tina memberikan makan kepada Nico, ya ala kadarnya hanya semangkok bubur nasi.

Dengan rendah hatinya, Nico menerima kebaikan dari Tina. Segeralah Nico menyantap bubur nasi yang di berikan oleh Tina, untuk mengisi perut yang kosong. Tiba-tiba bel berbunyi. Tina bergegas keluar dari tempat tinggalnya bersama Ibu-Ibu yang lain. Tina bekerja keras menjadi kuli membangun jembatan antar pulau bersama Ibu-Ibu yang lain. Cukup lama Tina bekerja membangun jembatan bersama Ibu-Ibu yang lain di cuaca yang dingin. Jam bekerja pun selesai. Tina kembali menemui Nico.

Saat Nico ingin tahu apa yang di kerjakan Tina, seperti biasa Tina menutupinya agar Nico tidak tahu. Pembicaraan mulai menarik banget, ketika Nico bercerita tentang pulau-pulau yang indah. Tina langsung antusias banget, jadi mengambil lukisan yang di buatnya di papa, saat dirinya tidak lagi bekerja. Lukisan tersebut di berikan Nico untuk di lihat baik-baik tentang pulau yang diceritakan Nico. Dan Nico menyatakan "Iya" bahwa sesuai lukisan Tina dengan keadaan pulau yang di ceritakan Nico.

Tina senang sekali dengan lukisannya dan juga ingin sekali pergi dari tempat tinggalnya ke pulau lain untuk melihat keindahan dan kehidupan orang-orang yang tinggal di pulau lain. Tiba-tiba petugas pun dateng untuk warga asing. Nico pun berusaha melarikan diri, jadi keluar dari jendela dan berdiam diri di atap rumah dengan cuaca yang dingin banget. Petugas terus mencari warga asing tersebut. Tina menyembunyikan Nico. Walau petugas mengancam dengan menghancurkan lukisan yang d buatnya, tetap tidak memberitahukan Nico. 

Nico pun mendengar keributan di dalam rumah, jadi dengan hati-hati turun dari atap rumah dan langsung di pergokin oleh para petugas yang berada diluar rumah. Nico pun bertarung mengalahkan satu-satu petugas yang membawa senjata senapan. Tapi akhirnya Nico menghentikan pertarungan yang sengit itu, walau dirinya sudah menang karena telah banyak petugas yang jatuh tidak sadarkan diri di tanah yang bersalju.

Petugas yang bersama Tina mengancam ke Tina. Jadi Nico tidak melawan lagi. Nico di tangkap karena warga asing yang tidak jelas masuk wilayah yang memang di larang. Samapi di kantor Nico di intrograsi dengan baik-baik. Ya Nico menceritakan keadaan dirinya sebenarnya kepada petugas, pada akhirnya ia tidak bersalah. Nico pun bertanya ke petugas berkenaan pulau neverland dan apa yang di kerjakan oleh orang-orang sampai anak kecil pun seperti Tina bekerja keras untuk membangun jembatan. Sang petugas memberitahu yang bersifat umum saja berkenaan orang-orang di Neverland kenapa membangun jembatan? Nico pun terkejut sekali bahwa Tina seorang budak beserta Ibu-Ibu yang lain dan di paksa untuk membangun jembatan antar pulau di suruh oleh pemimpin pulau Neverland yang berlangsung sudah bertahun-tahun lamanya.

Nico pun tahu dengan keadaan dirinya, pada akhirnya dirinya pun bisa jadi budak di pulau Neverland karena hukum di buatnya mutlak tidak memandang bulu. Nico masih mencari solusi agar terbebas dari hukuman tersebut, kalau ada yang menjamin alias orang penting di pulau ini bisa membebaskan dirinya dari hukum mutlak tersebut, tapi konyol. Nico tidak ada jalan keluar, jadi menerima nasifnya seperti Tina, menjadi budak untuk membangun jembatan antar pulau.
Blog, Updated at: November 29, 2019

0 komentar:

Post a Comment