MASKMAN

Posted By Cerpen universal on Saturday, November 30, 2019 | November 30, 2019

MASKMAN

Saat turnamen silat dan dua perguruan silat sedang bertanding untuk menentukan siapa yang paling hebat dalam menguasai teknik jurus masing-masing. Pertarungan sengit banget. Hal hasil perguruan Dragon mengalahkan perguruan Macan. Andi pun beri tahu bahwa temannya kalah dalam pertandingan silat. Jadi Andi dan kawan-kawan mulai menyusun rencana dan menghadang sang juara di tengah jalan pulang. Andi bener-bener menantang sang pemenang. 

Pertarungan tidak terelakkan, bagi Jonatan dari perguruan Dragon yang mengendarai motor sambil membawa piala kemenangan dan di hadang pemuda yang ingin bertarung. Jonatan turun dari motornya, sedang Andi sudah siap dengan kuda-kuda untuk memulai pertarungan. Jonatan menyerang Andi dengan tinjuan kearah muka, tapi dengan kesigapan dari Andi bisa menghindari serangan Jonatan dan  Andi beberapa menangkis serangan tersebut dengan tangannya. Saat serangan Jonatan makin cepat lagi, Andi berkali-kali menangkisnya  dan juga ada kesempatan untuk menyerang Jonatan karena pertahanannya terbuka.

Jonatan kewalahan dengan serangan Andi. Berkali-kali Jonatan menyerang Andi, wal hasil Andi bener-bener mengalahkan pertahan dari Jonatan dan akhirnya jatuh di jalanan dengan kaki kanan di patahkan oleh Andi. Jonatan tidak bisa apa-apa dengan keadaannya yang kalah dan kesakitan pada kakinya yang patah. Andi pun mengambil pialanya yang ada di atas motor dan segera pergi. Sampai di suatu tempat orang ngumpul-ngumpul untuk sekedar minum-minum dan mendengarkan musik. Andi dan kawan-kawan bersenang-senang karena bisa mengalahkan juara silat dan berhasil merebut pialanya.

Jonatan di tolong teman-temannya dan di bawa ke rumah sakit. Di rumah sakit, Jonatan mulai baikan. Toni, Kakak tingkatnya Jonatan di perguruan Dragon menjenguknya untuk mengetahui keadaan Andi sekaligus ingin tahu, siapa yang berbuat ulah mencelakai si adik tingkatnya sampai patah tulang di kakinya. Jonatan memberitahukan ciri-ciri orang tersebut ke Toni. Maka itu Toni mengusut siapa pelakunya?.

Andi yang selesai bersenang-senang, langsung balik ke rumahnya. Sampai di rumah. Andi memang di suguhin makan oleh Ibunya, tetapi sang Ayah ngomel sambil tiduran karena melihat ulahnya Andi yang pulang malam yang bisanya hanya bersenang-senang saja, tidak ada tanggung jawab untuk masa depannya diri Andi sendiri. Andi kesel di ocehen Ayahnya. Sang Ibu tetap menemani Andi, sampai perut Andi kenyang. Setelah itu. Andi ke rumah Kakeknya yang bersebelahan dengan rumah Andi.

Kakek sibuk dengan memperbaiki alat-alat elektronik. Andi yang kesal menggelar tikar dan tidur di lantai. Kakeknya tahu kebiasaan cucunya yang sedang kesal di omelin oleh Ayahnya. Jadi seperti biasa Andi di biarkan tidur di lantai begitu saja oleh Kakek. Waktu berganti dari malam jadi pagi. Andi pun ke tempat perguruan silatnya. Ternyata ada masalah di tempat perguruan silat. Para rentenir menyita barang-barang gurunya Andi, karena tidak bisa membayar uang yang di pinjamnya untuk sewa gedung. Andi tidak bisa membantu dengan penyitaan barang-barang oleh rentenir untuk uang pinjaman gurunya.

Memang sistem latihan silat masih berlanjut dan murid-murid masih giat berlatih silat. Andi yang sedikit kesal, maka itu pergi bersama teman-temannya ke pasar, niatnya sih beli ikan karena Andi ingat bahwa Ibunya menyuruh membeli ikan. Sampai di pasar. Memang Andi negosiasi dengan baik untuk beli ikan. Tapi gara-gara kabar berkenaan perguruannya kalah dalam pertandingan silat. Andi merasa di kecilkan oleh pedagang ikan. Andi pun menantang pedagang ikan bertarung, padahal temannya Agus telah saran ke Andi agar berbuat ulah di pasar. Andi tidak mengindahkan saran yang baik dari Agus, jadilah pertarungan di pasar.

Pedagang ikan menyerang Andi dengan pisau dan golok. Andi dengan sigap menghindari serangan dari pedagang ikan tersebut dan sekaligus menyerang dengan serangan yang mematikan pergerakan lawannya. Pedagang ikan lansung jatuh ke lantai, karena tendangan dan tinjuan Andi. Makin lama pertarungan makin panas. Seorang gadis cantik, menelpon Ayahnya untuk menurunkan pasukan dari kepolisian untuk menangkap para pembuat masalah di pasar ikan. Segera polisi dateng untuk menangkap pembuat onar. Semua orang yang bertarung di pasar, kocar-kacir ketika polisi datang ingin menangkap mereka semuanya termasuk Andi.

Andi memang, benar melarikan diri dari penangkapan tersebut. Tapi di halangin oleh gadis cantik dengan mencolok matanya saat Andi berlari ke arah gadis cantik. Memang Andi mengindari serangan mendadak dari gadis cantik tersebut, karena keadaan pasar ikan yang becek, maka itu Andi terpeleset. Ya Andi jadinya di tangkap polisi untuk di bawa ke kantor polisi untuk mempertangungjawabkan perbuatannya buat keonaran di pasar ikan.

Di kantor polisi. Andi memang di jamin keluar oleh Ayahnya. Tetap saja sampai di rumah habis di marahin oleh sang Ayah, karena ulah anaknya yang bandel dan bikin malu orang tua. Ibu seperti biasa tetap memberikan pembelaan untuk Andi dengan pelukan kasih sayang, karena anaknya sudah selamat dan tidak mendekam di penjara karena ulahnya yang sedikit nakal menurut sang Ibu. Kakek pun tahu ulah cucunya, ya seperti biasa tetap diam saja dan sibuk bekerja membereskan barang-barang elektronik yang sedang ia benarkan.

Andi memang kesal banget, karena dirinya tertangkap polisi gara-gara langkah dirinya kabur di halangin oleh gadis cantik. Maka itu, tepatnya siang hari gitu. Andi mencari gadis cantik tersebut bersama teman-temannya. Andi bertanya di pinggir jalan ketika ada cewek yang sibuk ngobrol dengan cowoknya,  kayanya sih masih pedekate gitu. Cewek yang di tanya tidak tahu siapa orang yang di maksud Andi. 

Marah-marah dengan alasan tidak jelas ke cewek tersebut. Tapi untungnya di belain cewek tersebut, karena memang ia menyukai cewek tersebut untuk niatnya jadi pacarnya. pertengkaran itu di lerai oleh teman Andi, maka itu Andi pergi. Eeee si cowok tersebut masih ngolot dengan mengatai Andi "Pengecut". Andi kesel dan balik menemui cowok yang mengatainya dan langsung di tampar. Langsung diam tuh cowok, karena temannya Andi berusaha untuk menenangkan si cowok agar tidak membalas. Ya si cowok yang di tampar Andi, sadarlah kalah karena ia hanya sendirian saja. 

Andi pun mencari gadis yang ia cari sampai ke bengkel motor pinggir jalan dan sekaligus bertanya pada pemilik bengkel. Tapi pemilik bengkel tidak tahu gadis yang di maksud Andi. Marahlah Andi, tetapi di tenangkan oleh teman-temannya. Rasa marah membeludak jadinya, ya marahlah Andi sampai membuat kekacauan di bengkel. Orang-orang di bengkel kalah bertarung dengan Andi satu persatu-persatu.

Motor pun di parkirkan di pinggir jalan. Gadis cantik mengeluarkan kayu dari jog motornya dan langsung menuju ke Andi yang sibuk masih memukulin orang-orang di bengkel. Gadis cantik memukul Andi dengan kayu, tetapi tidak terasa gitu pukulannya. Saat melihat gadis yang memukulnya, Andi terpaku. Pandangan pertama membuat Andi jatuh cinta gitu. Sang gadis pun melempat batu bata ke Andi, untung saja meleset dan ada yang kena tapi tidak terasa oleh Andi. Lalu sang gadis menggunakan alat penyemprot yang di arahkan ke matanya, tetap tidak terasa oleh Andi, karena dirinya terbuai oleh kecantikan gadis yang di carinya.

Urusan tersebut selesai juga. Andi pulang ke rumah. Andi hanya melamun di rumah, walau di omelin Ayahnya. Teman-temanya juga bingung dengan ulah Andi yang melamun di tempat latihan sampai tempat ngumpul-ngumpul di mana-mana. Andi masih dalam lamunan cintanya ke gadis yang ia sukai pada pandangan pertama. Terjadi fenomena dalam diri Andi dalam lamunannya. Andi menyanyikan lagu cinta yang menginkan cintanya di terima oleh gadis yang ia sukai.

Andi pu sadar dari lamunannya. Bersama teman-temannya ke bengkel di pinggir jalan. Memang ada gadis yang di sukainya di begkel pinggir jalan lagi memperbaiki motornya. Sang gadis masih kesel dengan Andi. Tetap saja jojong Andi  berbuat kebaikan, jadinya meminta maaf atas kejadian bikin ulah sama pemilik bengkel di pinggir jalan. Sang gadis yang motornya sudah bener, langsung pergi dan tidak peduli dengan ulah Andi. Ya kegagalan Andi mendapatkan perhatian dari gadis yang di sukainya.

Esok harinya. Andi memang masih mengincar gadis yang di sukainya. Saat sang gadis berjalan dengan motor metiknya dan ada orang yang melempar kulit pisang di tengah jalan. Sang gadis berhenti melajukan motornya dan mengambil kulit pisang di tengah jalan dan memberikan kembali ke orang yang membuang kulit pisang yang ada di dalam mobil. Lalu sang gadis membawa lagi motor metiknya. Andi dan teman-teman melihat ulahnya si gadis.

"Galak juga ya," kata Andi dan teman-temannya.

Andi pun berusaha mencari cara mendapatkan perhatian dari gadis yang di sukainya. Dapet saran dari Agus untuk menyamar jadi pahlawan super gitu, karena nama baik buruk Andi yang sudah tercemar karena ulahnya bikin masalah di pasar ikan dan bengkel pinggir jalan. Andi menerima saran dari Agus dan menyamar jadi pahlawan super untuk mengambil hati gadis yang di sukainya.

Malam yang tenang gitu. Andi di antar Agus ke rumahnya gadis yang di sukainya dengan kostum pahlawan super gitu. Puput sedang bercerita ke ponakannya serperti biasanya cerita pengantar tidur saja. Telihat ada balon berbentuk hati terbang melayang ke di rumah Puput. Dua ponakan Puput tertarik dengan balon hati tersebut dan mendekatinya, begitu juga Puput. Ternyata ketahuan siapa yang menerbangkan balon hati tersebut.

Andi yang berkostum pahlawan super memang kikuk menghadapi gadis yang di sukai walau wajahnya memang di tutupi topeng. 

"Paman siapa?" tanya ponakan Puput yang bernama Billy.

Andi pun ingin memberitahu siapa dirinya, tapi berpikir panjang dulu akhirnya menemukan nama yang pantes dan berkatalah "Maskman".

"Maskman," saut Puput dan dua ponakannya bersamaan.

"Iya, Maskman," tegas Andi.

"Apa kehebatan Paman?" kata ponakan Pupun yang bernama Lily.

"Aku bisa bersalto. Lihat ya," kata Andi.

Andi pun bersalto ke sana ke sini untuk menyakinkan bahwa dirinya punya kehebatan. Karena salah perhitungan Andi nyunsep dan jatuh ke tumpukan galon dan sampai terguling di tangga sampai di ke bawah. Puput dan dua ponakannya terkejut dengan kecelakaan yang menimpa si pahlawan super tersebut. Pamannya Puput pun keluar untuk memastikan siapa yang bikin ulah karena memang terdengar gaduh. Andi yang kesakitan karena jatuh memutuskan untuk pulang. Pamannya Puput tidak menemukan orang yang bikin gaduh. Puput dan dua ponakannya, lebih baik beristirahat untuk tidur karena hari memang sudah larut.

Saat berjalan dengan kostum pahlawan super, untuk pulang ke rumah. Ada mobil polisi yang lewat daerah situ. Andi panik, karena tidak mau berurusan dengan polisi dan apalagi dengan menggunakan pakaian pahlawan super dan berjalan-jalan di malam yang larut. Andi berlari untuk menjauh dari polisi. Dan akhirnya menemukan tempat sembunyi di antara kumpulan orang-orang tunawisma. Andi pura tidur di pinggir jalan bersama gembel.

Mobil polisi berhenti di situ. Keluar para polisi dari mobil dan menyergap sebuah tempat sampah yang berisi penjahat.

"Keluar dari persembunyian kalian," kata Pak polisi.

Keluarlah dua penjahat dari tempat sampah dan langsung menyandera anak kecil, ya sebenarnya anak kecil itu gembel juga. Polisi berusaha tidak bertindak gegabah menghadapi dua penjahat yang menyandera anak kecil. Malahan dua penjahat menyuruh polisi meletakan pistolnya di jalan. Ya polisi mengikuti maunya penjahat, menaruh pistol di jalan beraspal. Lalu salah satu penjahat mengambil pistol polisi dan di taruh ke dalam tempat sampah. Ibu dari anak yang di sandera penjahat menginginkan anaknya di bebaskan gitu. Tapi salah satu penyerang Ibu tersebut dengan pisau dua kali dan akhirnya terkapar di jalan beraspal. Para gembel ingin anak yang di lepaskan kepada dua penjahat. Ya dua penjahat melepaskan anak yang di sanderanya dan langsung melarikan diri. Saat itu lah Andi keluar dari persembunyiannya mengejar dua penjahat.

Polisi memang menolong Ibu yang terluka di tusuk oleh salah penjahat. Polisi yang lain mengejar penjahat yang melarikan diri tersebut. Andi berhasil mengejar dua penjahat dan terjadi pertarungan gitu. Memang dua penjahat menyerang Andi dengan pisau. Andi berhasil menghindari serangan dua penjahat dan langsung menyerang dengan pukulan yang kuat ke dua penjahat. Pada akhirnya dua penjahat terkulai di jalanan aspal karena menahan sakit dari serangan Andi. Polisi mendekati area pertarungan Andi dan dua penjahat. Karena Andi takut berurusan dengan polisi, nanti dianggap penjahat maka itu Andi kabur dengan melompat pager besi menuju arah rumahnya.

Polisi berhasil menangkap dua penjahat dan di bawa ke kantor polisi. Andi yang sampai di rumah, langsung ke rumah Kakeknya dan  langsung tidur di lantai karena kecapean demi mendapatkan hati seorang gadis yang ia sukainya. Kakek membiarkan Andi seperti biasanya. Keesokan harinya. Andi seperti biasanya menjalankan aktivitasnya seperti biasanya. Tapi kabar tentang pahlawan bertopeng yang berhasil mengalahkan dua penjahat, masuk berita di Tv. Kakek menonton berita tersebut.

"Cucu....ada aja ulah kamu cucu," kata Kakek.

Andi pun masih menyusun rencana lagi bersama Agus untuk mendapatkan gadis yang di sukainya, pada akhirnya rencana di jalankan. Malam tiba. Andi pun sudah membuat balon hati untuk gadis yang di sukainya di bantuin oleh Agus. Tepat di daerah rumahnya gadis yang di sukainya. Andi sudah seperti biasa untuk menerbangkan balon hati untuk mendapatkan perhatian dari gadis yang di sukainya. Eeee ternyata gak keluar juga. 

Puput bersembunyi bersama dua ponakannya di balik mobil truk. Andi yang kesal, memutuskan pulang gitu. Saat di jalan kebelet pipis gitu di samping truk. Puput gak sengaja melihatnya dan malu jadinya. Andi selesai juga pipisnya, lalu ingin berjalan pulang. Eee ketemu gang motor yang meledek Andi dengan kostum pahlawan super. Jengkelah Andi di ledek oleh gang motor, ya jadi di tantang bertarunglah geng motor.

Tiga orang turun dari motor dengan tubuh tegap gitu dan keker. Andi berani melawan tiga orang tersebut. Pertarungan sengit terjadi. Andi berhasil membuat tiga orang tersebut tunggang langgang pergi dari situ. Puput dan dua ponakannya yang bersembunyi di balik truk melihat pertarungan tersebut.

"Hore...Paman hebat," kata Billy dan Lily.

"Kalian, sejak kapan di situ?" tanya Andi yang berkostum Maskman.

"Dari tadi bersama, Bibi," kata Billy dan Lily.

"Emang dari tadi," kata Puput.

"Jangan-jangan....kalian aku lagi......????" kata Andi sambil berpikir panjang sih.

"Iya, Bibi melihatnya," kata Billy dan Lily.

"Maaf, aku tidak sengaja," kata Puput yang malu.

Terdengar suara sirine mobil polisi. Andi segera pergi dari situ agar tidak di tangkap polisi. Puput dan dua ponakannya lebih baik balik ke rumah. Esok harinya. Andi tetap saja termenung aja di mana pun, karena masih memikirkan cara mendapatkan hatinya gadis yang ia sukai. 

Ayah Puput di kantor polisi, lagi sibuk rapat mengenai penjahat yang selalu merampok rumah-rumah orang kaya. Walau pun berhasil menangkap dua penjahat yang merampok orang-orang kaya, wal hasil dua penjahat tersebut mati semua karena di tembak oleh penjahat yang ingin menghilangkan jejak dari kejahatannya. Ayah Puput memang memegang data para penjahat masa lampau untuk memeriksa kejahatan yang terjadi di kota tempat tinggalnya. Selesai rapat di kantor polisi. Ayah Puput pulang ke rumah dengan membawa data para penjahat.

Andi memang menjalankan misinya lagi untuk mendapatkan hati dari gadis yang di sukainya. Malam pun tiba. Andi sudah di daerah rumah gadis yang di sukainya. Rencana sih seperti biasanya menggunakan balon hati untuk mencari perhatian gadis yang di sukainya. Yang keluar bukan gadis yang di sukai, melainkan Ayahnya Puput sambil membawa data para penjahat yang sedang ia pelajari. Tapi ternyata ada penjahat di samping Andi dan langsung menembak Ayahnya Puput. Seketika Ayahnya Puput tergeletak di lantai. Andi berusaha menangkap penjahat yang menembak Ayahnya Puput, tapi gagal. Malahan Andi jadi tertuduh penembakan pada Ayah Puput, karena Pupun melihat Andi alias Maskman memegang pistol dari penjahat. Pamannya Puput mengeluarkan pistolnya dan menembak Andi. 

Berusahalah Andi menghindari tembakan dari Pamannya Puput. Andi berlari secepat mungkin. Sedang Agus mencoba menangkap penjahat, tapi naas di tusuk dengan pisau oleh penjahat. Andi pun berusaha menyelamatkan Agus dengan bawanya motornya Agus dengan baik. Usaha Andi berhasil menyelamatkan Agus ke rumah sakit agar mendapatkan pertolongan yang terbaik untuk menyelamatkan nyawanya. Eeee serine mobil polisi terdengar oleh Andi dan segera kabur dengan cepat. 

Sampai di rumah Kakeknya. Andi bersembunyi dari ketakutannya. Berita di Tv menayangkan berita terbaru yang berkenaan dengan penembakan kepada pimpinan polisi dan sekarang sedang di rawat di rumah sakit. Kakek mencari tahu kenapa Andi ketakutan? Andi pun bercerita tentang kejadian sebenarnya dan dirinya pun terjebak masalah karena di tuduh menembak pimpinan polisi. Kakeknya pun membantu Andi untuk menyelesaikan masalahnya dengan membuatkan kostum yang baru untuk Andi. Tujuan Kakeknya adalah menyelamatkan pimpinan polisi yang masih target pembunuhan oleh penjahat. 

Andi cukup lama menunggu kostum baru jadi dan akhirnya jadi juga. Andi memakai kostum baru dan berkatalah dia "Aku adalah Maskman".

Andi pun bergerak menuju rumah sakit. Para penjahat sudah dateng ke rumah sakit untuk membunuh pimpinan polisi. Di rumah sakit. Andi yang menjadi Maksman menghajar satu persatu para penjahat. Puput memang menjaga kamar Ayahnya yang masih koma. Saat penjahat sudah di depan kamar Ayahnya Puput dan ada Puput juga. Memang keadaan jadi panik karena penyerangan oleh penjahat. Maskman langsung melindungi Puput dan menghajar satu persatu para penjahat sampai tersungkur di lantai. 

Penjahat kabur. Maksman mengejarnya. Pimpinan penjahat yang memakai topeng menyeramkan kaya Iblis, menyerang Maskman dengan sebuah palu.  Memang sakit sih yang di rasakan oleh Maskman, tetapi di tahan rasa sakit itu demi mengalahkan penjahat. Pimpinan penjahat kabur dan membuka topengnya. Maskman mengelihatnya wujud asli pimpinan penjahat. Maskman pun kembali ke rumah karena urusan melindungi pimpinan polisi telah selesai.

Ayah Puput mulai sadarkan diri dari keadaanya. Puput menyelesaikan urusan Ayahnya di kantor polisi dengan membawa data para penjahat, tadinya di kasih ke petugas polisi tapi di bawa pulang lagi oleh Puput. Pimpinan penjahat menyuruh anak buahnya, ya anggota polisi yang di bayar gitu untuk membunuh Ayahnya Puput di rumah sakit. Rencana pembunuhan di gagalkan oleh Pamannya Puput. Polisi yang di bayar penjahat untuk membunuh Ayahnya Puput di tangkap, langsung di masukkan ke penjara. 

Andi yang menjadi Maskman menemui Puput untuk mengambil data para penjahat. Puput memang kaget kedatangan Maskman yang meminta data para penjahat yang di taruh di kamarnya. Saat Pamannya datang menemui Puput. Maskman telah berhasil mengambil data para penjahat dan segera pergi dengan cepat. Pamannya Puput tidak bisa mengejar Maskman.

Sampai di rumah gurunya. Andi memberikan data para penjahat tersebut ke gurunya. Sang guru menceritakan tentang adik seperguruannya bernama Zeng, yang didik baik-baik malah jadi penjahat dan di tangkap polisi karena kejahatannya. Andi pun di berikan teknik rahasia dari seni silat yang belum di turunkan ke adik seperguruannya. Andi berlatih teknik rahasia dari seni silat sampai menguasainya.

Zeng malah menjadi- jadi dengan menyuruh anak buahnya menyandera anak-anak yang pergi kesekolah pake bus antar jemput dan juga menyandera keluarga dari Puput. Andi pun mencari persembunyian dari Zeng lewat anak buahnya. Ternyata markasnya Zeng ada di sebuah rumah pinggir pantai. Andi pun menyamar bersama Kakeknya ke rumahnya Zeng untuk mengetahui keadaan sebagai tukang minta-minta. Andi berhasil melihat situasinya dengan baik. Saat Maskman mau memberantas komplotan Zeng di markasnya. Zeng tahu ada salah satu yang berkhianat, jadi di tembak mati.

Andi yang menjadi Maskman merasa gagal, karena terjadi pembunuhan terhadap orang yang memberikan informasi tentang keberadaan Zeng. Rencana pun berubah. Zeng pun meminta tebusan kepada pihak kepolisian dan di antarkan oleh Maksman. Polisi mencari Maskman untuk membantunya dalam misi menyelamatkan anak-anak yang di sandera di dermaga. Maksman muncul di atap kantor polisi dan mau bekerja sama dengan polisi. Sampai di tempat tujuan. Maksman menyerahkan dirinya pada anak buah Zeng.

Uang memang diambil oleh anak buah Zeng dari mobilnya. Maskman pun dalam keadaan terikat tangannya dan di pukulin oleh anak buah Zeng. Tetap bertahan Maskman dari keadaannya, karena Kakek Andi beserta Pamannya sedang mengalahkan anak buah Zeng satu persatu. Baru ketika kolingan lewat alat yang di pasang di telinga Andi, oleh Kakeknya bahwa anak buah Zeng berhasil di kalahkan satu persatu. Maskman mulai menghajar penjahat yang menghajar dirinya sampai tidak berdaya di lantai. Maskman pun bergerak cepat menyelamatkan anak-anak yang di sandera dengan bantuan Kakek.

Pertarungan demi pertarungan tidak terelakkan. Sampai Pamannya Puput di tembak di kakinya oleh penjahat. Maskman berhasil mengalahkan si penjahat yang menembak Pamannya Puput. Sampailah Maksman untuk menyelamatkan Puput yang di sandera juga sama penjahat. Saat ingin melepaskan ikatan pada Puput, Maskman di hajar oleh Zeng dengan palu sampai tersungkur.

Dalam keadaan menahan sakitnya Maskman akibat serangan Zeng....pake palu. Zeng membuka kedok Maskman dengan membuka topengnya.

"Maskman, orang yang di cintai oleh Puput adalah Andi," kata Zeng.

Puput tidak menyangka orang yang dicintainya adalah Andi, yang selalu buat ulah. Andi pun bertarung dengan Zeng dengan seni bela diri silat yang sama. Zeng berhasil mengalahkan Andi berkali-kali sampai terpojok. Andi mulai menggunakan teknik rahasia yang diajarkan gurunya. Pertarungan pun di mulai lagi. Zeng menyerang Andi dengan jurus-jurus silat yang mematikan, tetapi Andi berhasil menghindari serangan Zeng dengan baik dan membalikan keadaan.

Andi berteriak "Teknik Rahasia".

Serangan tinjuan rahasia yang di aliri energi tenaga dalam yang kuat pada tangan kanan, langsung di lancarkan ke tubuh Zeng. Serang itu benar-benar mutlak terkena Zeng, sampai dirinya muntah darah.

"Andi...kamu hebat," kata Zeng menahan sakit karena serangan kuat itu.

Andi pun belum selesai melancarkan tendangan dari kaki kanannya yang di aliri energi tenaga dalam. Zeng berusaha menangkisnya dengan tangannya, tapi serangan Andi terlalu kuat dan mementalkan dirinya. Zeng kalah dalam pertarungan silat dengan adil. Polisi sudah mengepung daerah tersebut. Zeng lebih baik mati dari pada di penjara, maka itu mengambil benda tajam berupa logam berkarat dan langsung di tusuk ke perutnya. Seketika Zeng pun mati.

Puput mendekati Andi dan hendak beciuman gitu. Tapi Andi tetap tidak ada respon, ya jadinya Puput dan Andi cuma berpelukan saja.


END 
Blog, Updated at: November 30, 2019

0 komentar:

Post a Comment