MERINDUKAN SESEORANG

Posted By Cerpen universal on Thursday, October 17, 2019 | October 17, 2019


MERINDUKAN SESEORANG

Siang menjelang sore Budi berangkat menju Puncak, Bogor, ke rumah kakek dan neneknya. Budi mengendarai motor miliknya. Menempuh perjalan lebih kurang 2 jam dari Jakarta ke Puncak, Budi akhirnya sampai juga di tempat yang ditujunya. Perasaan kangen pada kakek dan neneknya terbayar sudah.

Cuaca Puncak pagi ini begitu dingin. Budi bersama Paman Atok, duduk di bale bamboo beralaskan tikar di teras depan rumah. Di meja samping bale bambu tersedia kopi hitam dan pisang goring, hidangan dari neneknya. Harum aroma kopi racikan neneknya menggoda Budi dan Paman Atok untuk segera meminumnya. Usai minum kopinya sedikit, Budi masuk ke dalam kamar, mengambil Hpnya yang lagi dicas. Dari balik kaca jendela kamar, Budi melihat Paman Atok lagi melamun.

“Paman. Kenapa? Budi perhatiin Paman dari tadi melamun. Paman lagi sakit?” tanya Budi.
“Nggak Budi, Paman gak apa-apa,” jawab Paman.

“Terus, kenapa mamang melamun. Ayo… Paman lagi mikirin siapa?” kata Budi.

“Ed... iya Budi, Paman lagi mikirin Fatimah…nih,” terus terang Paman.

“Bibi Fatimah yang rumahnya dekat rumah Paman Samsul ya? Emangnya Bibi Fatimah  kenapa Paman?” tanya Budi yang ingin tahu.

“Iya, sudah tiga hari ini Paman gak balas smsnya sama Fatimah,” kata Paman.

“Ya Paman, baru tiga hari aja paman sudah galau, Hp Bibi Fatimah… Paman lagi nggak ada pulsa kali Paman,” kata Budi.

“Iya, bisa jadi Budi. Padahal Paman lagi kengen nih sama pujaan hati,” terus terang Paman.

“Ciee…. Cieee…ada yang lagi kangen nih yee… Kopinya diminum dulu Paman,” canda Budi.

“Paman suka banget sama Fatimah, Budi, tapi Paman masih malu buat ungkapinnya,” curhat Paman.

Obrolan pagi, diatas bale bambu beralaskan tikar sambil menikmati kopi dan pisang goreng antara Paman dan Budi sesaat terhenti. Karena Paman Ujang lewat depan rumah.

“Asalamualaikum,” salam Paman Ujang.

“Waalaikumsalam,” jawab Paman Atok dan Budi barengan.

“Silakan masuk Paman Ujang,” ucap Budi sembari mencium tangan Paman Ujang.

“Budi, kapan nyampenya Budi?” tanya Paman Ujang.

“Kemarin sore Paman Ujang datangnya, kebetulan lagi libur kuliah. Budi bosan di Jakarta terus, mau hirup udara segar, jadinya Budi main ke sini deh,” cerita Budi.

“Oooh gituuu…”

“Iya seperti itu ceritanya Paman Ujang…”

“Atok, kamu lagi kerja apaan?’ kali ini Paman Atok yang ditanya oleh Paman Ujang.

“Lagi nggak semangat nih Ujang,”  jawab Paman Atok.

“Kenapa?” tanya Paman Ujang.

“Biasa Paman Ihad, Paman Atok lagi mikirin cewek. Kaya anak sekarang, Paman Atok lagi galau,” jawab Budi lagi sambil ngelirik Paman Atok.

Paman Atok tersenyum.

“Ooh begitu,” balas Paman Ujang.

“Iya seperti ituuu…ceritanya,” kata Budi.

Paman Atok kembali tersenyum.

Oh iya…. Paman Atok, adik semata wayang Ibunya Budi. Orangnya baik, saleh dan tersenyum, tapi sayang Paman Atok pemalu. Kalau Paman Ujang, adik sepupu Bapaknya Budi. Orang baik, tegas, berani dan sudah menikah. Mereka suka becanda kalau bertemu. Paman Atok tinggal di rumah orangtuanya, sementara Paman Ujang tinggal di rumah mertuanya, lebih kurang 200 meter dari rumah Paman Atok.

Selesai shalat Dzuhur berjamaah di Masjid dekat rumah, Paman Atok mengajak Budi ke rumah Paman Ujang.

Di rumah Paman Ujang,

“Asalamualaikum,” salam Paman Atok.

“Waalaikumsalam,” jawab Paman Ujang.

Mang Ujang membuka pintu,

“Atok, Budi, ayo silahkan masuk,” kata Paman Ujang.

“Terima kasih,” saut Paman Atok.

Bertiga, mereka pun ngobrol di ruang tamu. Tidak lama berselang, istrinya Paman Ujang membawa suguhan, kopi hitam dan ubi cilembu. Obrolan siang ini lebih banyak membicarakan Bibi Fatimah, wanita idaman Paman Atok yang dikenalkan Paman Ujang. Walaupun sudah saling kenal, jalan bareng dan saling kirim pesan via sms, tapi Paman Atok belum tahu banyak tentang Bibi Fatimah. Paman Atok hanya tahu, Bibi Fatimah itu jande muda yang suaminya meninggal saat selesai ijab kabul karena serangan jantung. Paman Atok bertanya banyak pada Paman Ujang, karena Bibi Fatimah masih saudara sepupu istrinya Paman Ujang, dari Bandung. Siapa tahu aja Paman Ujang tahu tentang Bibi Fatimah. Di puncak, Bogor, Bibi Fatimah tinggal di rumah kakaknya, dan bekerja di salah satu restoran ternama yang ada di Puncak.

Jam 4 sore usai shalat Ashar berjamaah di rumah Paman Ujang, Budi dan Paman Atok pamit pulang.

“Asalamualaikum,” kata Paman Atok memberikan salam setelah sampai di rumahnya.

“Waalaikumsalam,” jawab orang dari balik pintu, ternyata Bibi Lisa.

“Silakan masuk Atok,” ucap Bibi Lisa.

“Iya, aku di luar dulu, ngadem dulu,” jawab Paman Atok.

Bibi Lisa ini tetangganya Paman Atok, sering ke rumah Paman Atok untuk bantu orangtuanya Paman Atok bersih-bersih rumah, masak dan cuci piring. Bibi Lisa suka sama Paman Atok, tapi saying, cintanya bertepuk sebelah tangan karena di hatinya Paman Atok cuma ada Fatimah.

Mala mini cuaca Puncak sangat dingin. Paman Atok rebahan di bale bambu beralaskan tikar di teras depan rumah, ditemani segelas kopi hitam panas.

Drrtttt….. drrttt… Hp Paman Atok bergetar atas sms masuk.

“Asalamualaikum… Maaf ya Akang, smsnya baru aku balas. Sudah tiga hari ini aku kepikiran Ibu aku, malam ini aku harus pulang ke Bandung, Ibu aku sakit parah. Terima kasih untuk perhatian dan kebaikan  Akang sama aku selama ini, aku tidak lupa. Insya Allah kalau kita berjodoh, pasti bertemu kembali. Wassalaikumsalam…” sms dari Fatimah.

Paman Atok kaget dengan is isms yang baru saja dibacanya. Paman Atok menyesal, kenapa tadi siang dari rumah Paman Ujang, tidak mampir ke rumah Bibi Fatimah, padahal rumah Bibi Fatimah tidak jauh dari rumah Paman Ujang. Paman Atok juga menyesal kenapa tidak berani ungkapkan perasaannya, menyatakan cinta pada Bibi Fatimah, padahal Bibi Fatimah sudah member lampu hijau. Penyesalan Paman Atok kini tiada arti, Bibi Fatimah sudah pulang ke Bandung. “Bila saatnya tiba izinkan aku menjemputmu,” sms Paman Atok untuk Bibi Fatimah.
Blog, Updated at: October 17, 2019

2 komentar:

  1. Hallo Semuanya, mau menikmati Jackpot tanpa batas ??? Mau Bonus new membernya ???
    Mau Kejutan specialnya ????
    join now sekarang di edensukses,club karena hanya di sini kamu bisa nikmati yang namanya
    kepuasan bermain Poker Online.

    Permainan Game judi online yaitu POKER , DOMINO , CEME , CEME KELILING , CAPSA , SUPER10 , OMAHAEDEN POKER HADIR MEMUDAH UNTUK BISA MENANG DAN GAMPANG MENDAPAT KAN JP..
    Promo edensukses,club diantaranya :
    ~ Minimal Deposit 15.000
    ~ Welcom Bonus New Member Rp. 10,000,-
    ~ Bonus Rollingan full 0,5% untuk semua permainan
    ~ Bonus referral 10%
    ~ Bonus Special Kejutan Yang Bisa Kamu Dapat Dari Turnover kamu

    Dan Setiap Bulannya akan UpDate Bonus Menarik lainnya
    edensukses,clubBekerja sama dengan Bank :
    ~ BCA
    ~ BNI
    ~ BRI
    ~ MANDIRI
    Jadi Mau Tunggu Apa Lagi Join Sekarang Dan Dapatkan Semua Bonusnya Hanya Di edenpoker,bet
    Email This
    Share to Twitter
    Share to Facebook
    UNTUK INFO LEBIH LANJUT SILAHKAN HUBUNGI ::

    📱 WA : +855 6173 0984
    📱 LINE : EDENPOKER
    🌐 Website :edensukses,club
    edensukses,online
    edensukses,site

    ANDA MENANG KAMI SENANG BOSKU !!

    ReplyDelete