HANYA KAMU YANG AKU CINTAI
Lia sampai di Jakarta dan berjalan menuju rumahnya. Tiba-tiba telponnya berdering dan segera diangkat Lia. Ternyata dari Ayahnya Lia yang mengkhawatirkan anak gadisnya. Lia berusaha menyakinkan Ayahnya dirinya baik-baik saja. Setelah itu di tutuplah telpon. Lia berjalan lagi. Saat di persimpangan tak segaja Lia di tabrak oleh seorang. Lia pun meminta maaf orang menabrak dia sampai jatuh padahal orang yang nabrak itu harusnya minta maaf. Di tambah barang orang yang nabrak Lia di berikan kepada orang tersebut.
Segerombolan orang berteriak "Copet". Lia mulai bingung dengan keadaan. Si orang nabrak Lia sudah kabur dengan lari tunggang dengan barang rampasan. Lia takut di gebukin masa lebih baik lari dengan cepat padahal lagi kerepotan membawa tas koper.
Sampai di persimpangan jalan Lia bersembunyi untuk menyelamatkan diri dari orang-orang yang salah terka. Eee yang di copet yabg asli malah gak di kejar untung ada si penjual Batagor yang ikutan ngejar memberitahu para warga pencopet yang asli larinya menuju jalan yang lain. Saat si pemuda penjual Batagor ingin ikutan lagi melihat Lia yang bersembunyi dan terlihat dari kaca sepion motor. Pemuda penjual Batagor langsung bersembunyi di balik mobil.
Keadaan aman buat Lia, lalu keluarlah dari persembunyian dan si pemuda penjual Batagor mendatengi Lia.
"Woy."
Lia terkejut dan agak sedikit canggung menghadapi pemuda tersebut. Tapi si pemuda malah tahu siapa Lia dan menyatakan bahwa pemuda tersebut temannya dan memperkenalkan diri si Dito. Lia merasa tidak kenal dengan Dito.
Padahal kenal Dito kenal banget dengan Lia. Sebenarnya Lia males ngurusin orang yang sok akrab dengannya tapi si Dito tetap kekeh kalau dia adalah temannya Lia. Mau gak mau Lia menyuruh Dito menunjukkan jalan ke rumahnya kalau benar temannya Lia. Dengan senang hati Dito mengantarkan Lia kerumahnya. Sampai di rumahnya Lia bertemulah dengan pembantu di rumahnya Lia si Mbok Iyem.
Sang Mbok Iyem terkejut kalau si nona besarnya dateng ke Jakarta padahal harusnya masih Jerman bersama Ayahnya tersayang. Tapi Lia bisa menyakini si Mbok Iyem karena maunya Lia pulang ke Jakarta. Mbok Iyem ikut saja maunya majikannya. Lia pun sekalian tanyain tentang Dito teman Lia atau bukan sama Mbok Iyem? Dengan yakin banget menjawab bahwa Dito "Teman non Lia".
Dito senang mendengarnya dari Mbok Iyem yang membela dirinya bahwa temannya Lia. Padahal Lia masih bingung dengan keberadaan Dito. Apakah benar teman saya?. Lia masuk ke dalam rumahnya yang besar bak istana putri raja. Dito pun bertanya dengan keadaan Lia sebenarnya sama Mbok Iyem. Langsung di beri tahu keadaan sebenarnya majikannya oleh Mbok Iyem yaitu "Amnesia". Dito langsung mengartikannya yaitu "Hilang ingatan".
Setelah itu Dito permisi pulang pada Mbok Iyem dan di persilakan. Dito pun pulang ke rumahnya sebelumnya ngambil dulu gerobak jualan Batagor yang di titipkan ke temannya penjual pinggir jalan saat mengejar pencopet. Sampai di rumah. Eee Dito di tagih hutang sama rentenir saat itu ada Sila yang main ke rumah Dito alias yang sebarnya ngejar Dito untuk bisa jadi kekasihnya si Sila. Dito terjebak keadaan dan berusaha untuk membayarnya besok karena belum punya uang. Tetap saja anak buah rentenir maksa nagih hutang karena sudah jatuh tempo pembayaran.
Sila yang baik langsung membayarnya utangnya si Dito ke rentenir sekitar 10 juta. Dito langsung mengusir si penagih hutang brengsek. Dito juga bingung dengan Sila yang punya uang 10 juta. Setelah di tanya sama Dito tentang uang 10 juta ternyata baru di ambil di ATM. Dito sih iya-iya saja dengan pernyataan si Sila.
Padahal dalam hati si Dito berkata lain "Malem bawa uang 10 juta untuk apa ya...jangan-jangan modus mau deketin saya?"
Dito mengabaikan kata hatinya yang curiga sama Sila yang baik nolong diri Dito untuk menanggulangi permasalahannya bayar hutangnya. Tak lupa Dito berterima kasih sama si Sila atas bantuannya dan segera di ajak masuk oleh Dito di rumah dan sang Ibu menyajikan makan dan minuman menyambut si Sila karena bertamu kerumah di Dito dan sekalian berterimakasih atas bantuan Sila menanggulangi masalah Dito.
Saat Dito membereskan gerobaknya teringat uang sepuluh juta itu di gunakan Dito untuk bayar utang piutang almarhum Ayah Dito yang di opname di rumah sakit dan selebihnya urusan usaha yang naik turun alias untuk makan atau di sebut kebutuhan sehari-hari harus tercukupi walau sederhana.
***
Anto sedang melihat barang-barang Lia mantan ke kasihnya di taruh di kotak besar. Datenglah si Tiana melihat Anto yang duduk di pinggir kolam renang sambil mengenang hubungannya sama Lia. Api cemburu timbul di hati Tiana dan menegur si Anto yang masih punya rasa sama Lia padahal sudah jadian dengan Tiana.
Antopun kesal di ocehin oleh Tiana dan lebih baik pergi mengurusin pekerjaanya. Tiana yang jengkel dengan ulah si Anto yang mengabaikan dirinya menghentak-hentak kakinya. Lalu segera membaws barangnya si Lia di dalam kotak besar menuju rumahnya.
Selang waktu sampai di rumah Lia si Tiana dan keluar dari mobilnya dan membawa barangnya Lia di taruh di depan gerbang rumahnya. Saat ingin balik menuju kakinya kecenglek dan jatuh ke semen.
"Aduh sakit sekali," teriak Tiana.
Tiana berusaha untuk menahan sakit di kakinya yang kecenglek karena pake hak tinggi.
Saat itu Lia lagi santai di ruang depan bersama Mbok Iyem mendengar suara teriak cewek langsung terkejut keduanya dan ingin keluar mencari tahu. Tapi Mbok Iyem menyarankan untuk majikannya diam aja di dalam rumah karena masih capek. Lia menerima maksud baik si Mbok Iyem dan langsung deh Mbok Iyem keluar memastikan siapa orang berteriak tersebut?.
Mbok Iyem melihat si Tiana temannya si Lia sedang memijak kakinya yang sakit. Tiana terkejut sekali dengan kehadiran Mbok Iyem mau gak mau bangun dan melupakan rasa sakit pada kakinya. Eee ternyata Lia pun keluar juga dan sekalian Mbok Iyem memberitahu bahwa yang di hadapannya adalah temannya Lia yang namanya Tiana.
Tetap Lia tidak mengenal Tiana. Tampa basa-basi Tiana permisi dengan Lia dan Mbok Iyem untuk pulang dan segera masuk mobil. Tiana pun tahu dengan keadaan si Lia yang Amnesia karena di serempet mobil oleh Tiana karena ingin mengambil Anto yang suka sama Lia.
***
Keesokan hari yang cerah di pinggir telaga buatan di tengah kota. Lia sedang mencari tahu orang membuatkan puisi yang bagus di susun di dalam buku yang cantik. Tak sengaja kenangannya muncul tentang seseorang. Saat itu juga ada si Anto yang menikmati lingkungan sekitar di telaga buatan di tengah kota.
Lia melihat Anto orang mulai di ingatnya dan di datenginya. Anto terkejut dengan kehadiran Lia dan sebenarnya mau menghindari keadaan tetapi Lia memaksa untuk mengetahui apa Anto orang yang ia cintai?. Tiana pun dateng berusaha untuk menjauhkan Lia dari Anto dan menjelas bahwa Anto itu pacarnya Tiana.
Lia tetap tidak percaya omongan Tiana. Mau gak mau menarik Anto si Tiana menjauh dari Lia. Lia mengejar Anto dan Tiana yang buru-buru pergi alias menjauh dari Lia. Dengan rasa penasaran Lia mengejar Tiana dan Anto. Ketemulah Lia dengan Dito yang sedang berjualan Batagor keliling dengan gerobaknya. Sebenarnya tidak mau menghalangi Lia dengan urusannya mengejar si Anto dan Tiana. Tapi jalan terbaik membiarkan mereka pergi menurut Dito.
Lia marah sama Dito lagi menghalanginya dan ikut campur urusan pribadinya. Ya Dito pun terima amukan si Lia. Padahal dalam hatinya Dito gak masalah di marahin oleh orang yang di cintainya walau orang yang di cintainya tidak tahu siapa yang mencintainya?.
Lia pun pulang kesal dengan ulah Dito tetap seperti biasa mengejarnya untuk baikkan dan seperti biasanya di tawarkan jualan Batagor yang enak ke Lia.
Dengan senang hati Lia menerima kebaikan si Dito. Lia menikmati Batagor buatan Dito yang enak dan mulai teringat lagi kenangan bahwa Dito adalah temannya. Dito pun senang ingatan Lia berangsur-angsur pulih pelan-pelan tapi pasti.
***
Tiana yang kesal sekali dengan keberadaan Lia menyewa preman untuk mengganggu si Lia di buat ketakutan. 2 preman yang di suruh Tia menjalankan tugasnya mendatengi Lia yang masih jalan-jalan di lingkungan sekitar dekat rumahnya. Lia diganggu preman untung ada Dito yang jadi pahlwan kesiangan menolong Lia dalam kesulitannya. Dengan keberaniaan Dito berhasil mengusir si penjahat setelah wajah bengep di tinju preman.
Lia pun simpatik dengan keadaan Dito. 2 preman mendatengi si Tiana untuk mendapatkan bayaran dari kerjaannya menggangu si Lia. Dito tahu ulah yang membuat masalah Lia sama preman adalah Tiana segera memotretnya pake Hpnya untuk barang bukti si dalang ke jahatan.
Dito pun capek ngejar preman dan sudah dapet data yang baik untuk memasukkan 2 preman ke penjara sama bosnya. Lia menunggu Dito dateng dan melihat wajah Dito yang bengep simpatiklah Lia dan mau mengobatinya di rumahnya.
Dengan senang hati menerima tawaran dari orang di cintai Dito tapi sembunyi-sembunyi agar yang di sukai tidak tahu. Sampai di rumah ketemu dengan Lisa teman Lia. Tetap Lia tidak mengenal Lisa dan berusaha mengingatnya malah pingsan si Lia. Segera Lisa dan Dito bawa masuk si Lia ke rumahnya untuk di rawat. Setelah di rawat dengan baik Lia sadar dan menyarankan sama Lisa untuk di jaga Dito supaya tidak di ganggu preman berdasarkan cerita Dito dan juga khawatir dengan keadaan Lia yang masih berobat jalan. Lia menerima saran dari Lisa teman baiknya dan segera diangkatlah Dito jadi pengawal pribadinya Lia.
***
Anto sedang mau keluar dari kantornya untuk mencari makan siang. Dapet telpon dari sekretarisnya yang berkenaan investornya menarik kerjasama dengan Anto. Mulai kacau urusan kerja Anto karena investor tersebut adalah Ayahnya Lia. Mau gak mau Anto bersiasat mendekati Lia untuk kelangsungan pekerjaannya agar tidak kehilangan investor.
Anto mulai mencari Lia untuk pedekate lagi. Tapi rencana Anto di ketahui oleh Tiana dan berusaha untuk menghalangi niatnya pacarnya. Tetap diabaikan tentang kecemburuan dari Tiana yang gak ada gunanya dengan urusan kerjaannya menyangkut hidup dan mati dari perusahaannya di bangun dengan kerja keras dan kepintaran melobi klain untuk percaya menanamkan modalnya sama Anto.
***
Tugas Dito di mulai menjaga Lia bersama Lisa. Saat di taman Dito sakit perut mau gak mau Lia di tinggal sendirian. Eee si Lisa ikutan kebelet ingin pipis dan segera berlari ke toilet beriringan dengan Dito. Sampai di depan toilet Dito dan Lisa salah masuk. Dito masuk toilet untuk cewek dan Lisa masuk toilet untuk.
Dito dan Lisa sadar dan keluar dari toilet dan masuk ke tempat semestinya. Dito masuk toilet untuk pria dan Lisa masuk toilet untuk wanita. Baru urusan buang hajat sesuai koridornya. Lia menunggu tapi melihat si Anto dan segera menghampirinya di pinggir telaga buatan di kota untuk mencari tahu kejelasan tentang kisah kasih diantara mereka berdua. Anto malah senang karena niatnya mendekati Lia berjalan lancar.
Mulai Anto mencoba meluluhkan hati si Lia agar mau sama dengannya. Lia mulai terayu oleh kata-kata manisnya si Anto dan terjadi moment yang romantis di keduanya yang saling pengertian satu sama lain. Lisa dan Dito selesai dengan urusan mereka berdua di tiolet dan segera ke tempat Lia menunggu ternyata tidak ada Lia di tempat. Dito dan Lisa kebingungan karena Lia menghilang dan pergi gak bilang-bilang. Di carilah Lia dengan Dito dan Lisa mondar mandir ke sana ke sini dan terlihat di pinggir telaga di tengah kota bersama dengan Anto.
Segera berlari Dito dan Lisa menghampiri Lia yang bersama Anto. Tiana pun mencari Anto tak sangka melihat kekasihnya bersama Lia di pinggir telaga. Rasa cemburunya membludak di hatinya dan langsung keluar dari mobil dan mendatengkan Anto dan Lia yang moment berduaan.
Dito dan Lisa mendekati Lia mencoba untuk melindunginya. Tiana dateng langsung menarik Anto untuk menjauh dari Lia. Tapi sebenarnya Dito berusaha menjauhkan Lia dari Anto. Malah Anto menantang Dito. Mau gak mau meladenin si Anto karena mendorong Dito. Langsung Dito meninju Anto dan menabrak Tiana di belakangnya Anto tujuan melerai pertarungan tersebut.
Efek benturan itu Anto ke Tiana berakibatnya pingsannya Tiana dan jatuh di tanah. Dito di marahin oleh Lia karena mencelakai Tiana dan langsung Anto di pecat dari kerjaan pengawal pribadi Lia. Anto menolong Tiana yang pingsan dengan di bopongnya dan juga Lia simpatik menolong Tiana dalam keadaan pinsan. Di bawalah Tiana kelinik terdekat sampe sadar. Karena melihat Lia di hadapan Tiana rasa kesalnya timbul.
Lia yang sadar tidak disukai Tiana lebih baik pulang. Tiana agak enakan langsung di antar oleh Anto. Sedangkan Dito pulang ke rumahnya di temani Lisa dan bertemu dengan Ibunya Dito. Senangnya Ibu Dito melihat anak pake baju bagus dan pekerjaan yang layak kaya orang kantoran.
Lalu Dito menjelaskan kalau dirinya baru menjadi pengawal pribadi atau sebut pekerjaan yang layak tapi sudah di pecat sama majikannya. Ibunya Dito ya menerima aja apa yang di jalani anaknya dalam menjalani hidup ini sebenarnya. Lisa pun pamit pulang pada hal di tawarkan makan dan minum sama Ibunya Dito. Tetap Lisa mau pulang dan mengucap yang baik untuk menolak ajakan Ibunya Dito untuk makan dan minumnya di rumahnya layak tamu tapi dianggap anak sendiri yaitu "Lain kali ya...Bu".
Ibunya Dito memaklumi keadaan si Lisa kalau maunya begitu!?. Lisa pun pulang kerumahnya dan Dito langsung berbenah diri dan baru deh istirahat.
***
Keesokan harinya Dito menjalani aktivitasnya seperti biasa berjualan Batagor untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya agar tidak di anggap orang miskin dan tidak berguna bagi menilai dirinya Dito negatif tingking.
Dito melihat si Lia sedang berduan dengan Anto di taman kota segeralah Dito memotretnya dan hasil di kirimkan ke Tiana. Hp Tiana menerima kiriman foto berkenaan dengan Anto berduan dengan Lia di taman kota. Api cemburu langsung membakar dadanya Tiana segera mencari Lia dan Anto di taman kota.
Sampai di taman kota Tiana langsung marah-marah dengan Lia dan langsung menyebutkan bahwa "Anto itu calon suami Tiana dan segera menikah".
Anto jengkel dengan ulah Tiana. Sedangkan Lia lebih baik pergi dari situ karena pernyataan itu membuat Lia kecewa sekali. Anto pun bertengkar dengan Tiana dan memilih untuk putus dari Tiana karena alasan bahwa "Ayahnya Lia adalah investornya yang akan menyelamatkan urusan kerjaannya di perusahaannya".
Tiana sakit hati karena di campakkan Anto. Pada saat itu Dito masih di sekitar itu untuk berjualan Batagor dan segera di rekamnya omongannya si Anto yang pernyataannya mendekati Lia.
***
Lia yang lagi mencari tahu orang benar-benar mencintainya dengan membuka buku puisi tentang dirinya. Ayahnya Lia dateng untuk memberikan kejutan pada anaknya. Dengan senangnya Lia bertemu dengan Ayahnya tercinta yang khawatir dengan keadaannya dan di ajak pulanglah Lia oleh Ayahnya.
Sampai di rumah. Ayahnya beristirahat di dalam rumah karena baru pulang dari luar negeri. Lia sedang ngobrol dengan si Lisa di halaman depan. Datenglah si Tiana ke rumah Lia dan langsung berhadapan dengan Lia di halaman depan rumah untuk menjelaskan bahwa "Aku yang membuat kamu kehilangan ingatan dengan di sempret mobil dan terbentur tiang listrik demi untuk mendapatkan Anto, tapi ternyata Anto memilih kamu untuk mempertahankan kerjaan agar perusahaannya tidak bangrut".
Pernyataan si Tiana tidak membuat Lia sadar padahal sudah di pertegas oleh Lisa yang tahu kejadian yang sebenarnya walau awalnya ragu. Tetap tidak percaya juga Lia. Datenglah si Anto dengan niatnya yang licik ingin mendapatkan Lia demi keuntungan pekerjaannya.
Dengan bermanis-manis di hadapan Lia dan membuat enek si Tiana dengan belangnya si Anto. Datenglah si Dito dengan membawa rekaman vidio di Hpnya untuk menyakini Lia bahwa "Niat si Anto memanfaatkan Lia untuk Ayahnya berinfestasi di perusahaan Anto".
Lia langsung percaya dengan hasil bukti dari Dito di tambah foto-foto Tiana sedang bernegoisasi dengan preman untuk mencelakai Lia. Langsung Tiana dan Anto di usir oleh Lia.
Mau gak mau Tiana dan Anto meninggalkan rumah Lia dengan keadaan muram dan saling membenci. Lia pun berterimakasih karena kepada Dito sudah di bantu menyelesaikan urusan yang rumit. Dito pun balik urusan kerjaannya jualan Batagor. Sedangkan Lisa ada urusan yang lain untuk di kerjakan. Lia pun masih mencari orang yang benar-benar mencintainya.
Saat berjalan-jalan di jalan untuk santai dan berpikir. Eee masih saja Anto mengejar Lia untuk menjadikan kekasihnya agar Ayahnya mau berinfestasi di perusahaannya. Tiana tahu dan ingin menghalangi niat dari Anto ke Lia dengan di tabrak pake mobil ternyata pada saat itu juga Lia mau menghampiri si Anto untuk berbicara urusan masa lalunya yang membingungkan buatnya.
Anto kena mobil Tiana dan tergeletak di aspal sedangkan si Lia berhasil untuk menghindar dari mobil ingin menabraknya. Eee malah menabrak pohon si Lia. Benturan di kepala Lia membuat dia pusing tujuh keliling. Dito dan Lisa mendekati Lia untuk di tolong. Ternyata Lia langsung ingat bahwa Lisa dan Dito adalah teman Lia. Dito dan Lisa senang dengan keadaan Lia yang kembali bisa mengingat teman-temannya. Segera Lia di bawa pulang oleh Lisa dan Dito untuk istirahat untuk memulihkan seluruh kesadarannya.
Sedangkan Tiana di bawa ke polisi oleh warga sekitar untuk mempertanggungjawabkan ulahnya telah mencelakai si Anto yang terkapar di jalan dan segera di bawa ke rumah sakit.
***
Lia masih mencari orang mencintainya dengan sepenuh hati dan juga mendapatkan kiriman buku berisi puisi lagi untuknya dengan inisial nama. Lia mencoba menganalisanya dengan baik teka teki yang di kirimkan untuknya. Ternyata Lia sadar bahwa "Dito orang mencintainya."
Lia mendatengi rumah Dito. Berdasarkan penjelasan Ibunya Dito bahwa "Dito lagi ke Bandung untuk mencari peruntungan". Lia pun hanya bisa menunggu Dito pulang untuk menyatakan cinta karena Lia sudah meyakini dirinya cinta sama Dito di saksikan oleh Ibunya Dito dan Lisa yang sedang main ke rumah Dito.
***
Dito pun berjalan bersama Sila menuju ke kota Bandung belum naik bus travel. Eee ketemu dengan si preman lagi. Kali ini mau membawa Sila karena melarikan anak orang. Dito awalnya diam saja karena si Sila berteriak-teriak dan tidak mau di bawa pulang. Mau gak mau melawan si preman berjumlah 3 orang. Sekuat tenaga bertarung dengan preman akhirnya kalah juga si Dito dan terkapar di jalanan aspal di pukul salah satu preman di bagian belakang kepalanya. Dito pingsan dan ditinggalkan preman begitu saja. Sedangkan Lisa di bawa oleh preman untuk bawa pulang ke rumahnya sesuai perjanjian dengan orang tua Lisa mengutus mereka bertiga.
Dito di temukan warga sekitar dan di bawa di rumah sakit. Lalu menelpon Lisa untuk memberitahukan keadaannya. Malah di berikan saran untuk mengetes perasaan si Lia dengan Dito pura-pura amnesia alias hilang ingatan. Lia mendapatkan kabar si Dito dapet musibah khawatir banget dan segera menemuinya. Dito sedang duduk dengan pandangan kosong banget. Saat itu Lia mulai mendekati orang yang di cintainya sambil bersimpuh dan mengungkapkan perasaan hatinya pada Dito dan baru tahu yang sebenarnya mencintai diri Lia adalah "Dito".
Dito pun langsung senang dengan pernyataan Lia dengan mengungkapkan perasaan hatinya yang paling dalam dan sebenarnya Dito sudah tahu dan berbohong karena sebenar dia tidak amnesia. Lia pun sedikit kaget tapi senang kalau Dito baik-baik saja. Dito dan Lia memutuskan berpacaran dengan tanda pelukan kasih sayang dan di saksikan oleh Ibunya Dito dan Lisa.
Dito pun berkata "Hanya kamu yang aku cintai".
Lia senang dengan omongan Dito yang benar-benar tulus mencintainya.


0 komentar:
Post a Comment