JEJEN

Posted By Cerpen universal on Tuesday, October 15, 2019 | October 15, 2019

JEJEN

Bono seperti biasa jualan bubur ayam di pinggir jalan. Tak sengaja Bono bertemu yang sedang ada masalah di jalan mau di jambret tasnya. Ya..sifat kepahlawan Bono muncul dan menghajar para penjambret dan berhasil nolong Jejen dan berkenalan dengan Jejen sekaligus berterimakasih atas pertolongan udah menyelamatkan diri Jejen. Bono pun seneng dengan Jejen maklum masih jomlo masih pencarian pasangan.

Semenjak itu Jejen dan Bono berteman. Saat Bono belanja di pasar ke temu si Jejen juga dan akhirnya jalan bareng. Tapi Jejen di sukai oleh Tino yang selalu ngejer Jejen. Karena enek ketemu dengan Tino....Jejen kabur sama Bono menghindari kejaran cintanya Tino yang tidak punya pantang menyerah. Saat bersembunyi di parkiran menghindari si Toni...Jejen diam saja membisu. Sedangkan Bono kembali ngurus belanjaan karena untuk berjualan hari ini.

Jejen menunggu di parkiran di datengi seorang Bapak yang mencari anaknya hilang dengan menunjukkan fotonya. Jejen pun iba, tapi tidak bisa menolong Bapak-Bapak yang kehilangan anaknya dan memilih pergi dari tempat parkir.

***

Keesokan harinya Jejen mendatengi si Bono untuk menjelaskan kedudukan sebenarnya sekaligus menyakini si Bono. Sebenarnya Bono gak percaya dengan omongan Jejen jadi mendatengi rumah Jejen. Eee ternyata anak orang kaya dang mengejar Jejen...si Tino yang di jodohkan ke Jejen, tapi tidak suka.

Bono akhirnya percaya dan membantu Jejen untuk menolak si Toni dengan jadi pacar pura-pura. Berhasil usaha Bono menyakini Toni kalau Jejen sudah ada pacar yang kaya raya dan pengusaha lagi.

Jejen seneng berteman dengan Bono sampe-sampe sering kerumah Bono. Padahal Bono berusaha menjauh dari Jejen. Eeee...tiba air mata Jejen saat curhat ke Bono tentang perasaan sebenarnya terbawa suasana. Bono mulai simpatik sampek tidur di pundak Bono. Ya..ternyata gendeng bocor. Yang di kirain air mata...air hujan. Bono salah tanggep dan juga ternyata Jejen ngantuk jadi langsung tidur di pundak Bono. Langsung Bono menidurin Jejen di sofa agar lebih enak tidurnya dan Bono ngurus pekerjaan yang lain.

***
Bono berjualan bubur ayam seperti biasanya. Dateng langganan Bono yang cantik dan sering di panggil Mbak Mila. Tapi ternyata langgan Bono meminta di panggil Mila agar lebih akrab gitu loh.

Ya...Bono asik-asik aja mau pelanggannya yang setia membeli bubur ayamnya. Tapi ternyata Jejen mengawasi jualan si Bono dengan sembunyi-sembunyi agar tidak ketahuan. Toni lewat daerah jualan Bono langsung Jejen kabur. Sedangkan Toni terus aja dan ingin membeli bubur ayam. Kaget..Toni..penjualnya orang di kenalnya. Ya...pacar..Jejen yang kaya raya dan pengusaha ternyata tukang penjual bubur ayam. Padahal Bono berusaha menghindari si Toni. Karena udah ketahuan ya...gak bisa mungkir lagi..kalau Bono hanya tukang penjual bubur ayam.

***
Toni pun berencana kencan sama Jejen di kafe karena ngurus hubungan mereka harus di lanjutin. Tapi Jejen gak mau tapi karena sudah ketahuan siapa pacaran bohongan Jejen hanya tukang penjual bubur ayam.

Saat Toni dapet telpon urusan penting meninggalkan Jejen sendirian dulu menikmati makan dan minum. Tapi Jejen mengerjai Toni dengan menaruh obat sakit perut di minuman Toni. Selesai telponan Toni langsung duduk dan minum. Perutnya sakit jadi ketoilet berkali-kali. Jadi Jejen tinggalkan Toni begitu saja.

***
Bono pun sedang santai di rumahnya. Lagi-lagi Jejen main ke rumahnya dan ngobrol banyak hal. Dateng bertamu ke rumah Bono.....ya Iyem dengan penampilan menor dan membawa serantang makan untuk menggaet Bono.

Ya..Jejen bersikap biasa aja dengan ke datangan Iyem yang ingin mengambil hati Bono. Sedangkan Bono menanggapi si Iyem biasa-biasa aja. Bono mengajak Jejen makan di kafe yang cukup mewah demi menyesuaikan keadaan dengan Jejen. Lalu saat moment berduan berlangsung Jejen bilang "Suka."

Padahal sebenarnya Bono...ingin meminta bantuan menyiapkan makan malam yang indah di taman kaya orang kaya. Jejen mengabulkan permintaan Bono. Tapi Bono tidak menggrubis omongan Jejen yang "Suka."

***
Malam itu yang indah. Makan malam yang mewah di siapkan oleh Jejen demi permintaan Bono. Seneng dengan persiapan yang bagus makan malam di taman. Tapi hati Jejen sedikit kecewa karena makan malam yang di persiapkan bukan untuk dia dan Bono melainkan untuk Mila...cewek yang di sukai Bono.

Jejen meninggalkan makan malam di taman. Bono menyambut Mila dengan memberikan sekuntum mawar merah. Dengan senang hati Mila menerima mawar dari Bono dan memberikan pelayanan spesial makan malam untuk Mila untuk mengenal satu dengan yang lain.

Waktu pun begitu cepat makan malam selesai dan akhirnya Mila di anter pulang oleh Bono dengan motornya. Saat di persimpangan jalan Bono melihat Jejen di pinggir jalan sendirian dan langsung meminggirkan motornya walau di jok belakang ada Mila.

Bono mendatengi Jejen.

"Kok...belum pulang?"

"Iya..lagi...nunggu angkot."

"Oh...gitu."

Bono ingin pergi, tapi melihat Jejen yang kedinginan karena pakeannya yang gimana gitu. Ya...Bono simpatik jadi....melepaskan jaketnya dan di berikan ke Jejen untuk dipakai  agar gak kedinginan.

***
Mila sedang duduk di pinggiran toko nungguin Bono dapet informasi tentang Jejen dan akhirnya gak suka dengan Jejen si Mila karena saingan dalam percintaan. Bono dateng langsung Mila ceplas ceplos tentang Jejen dan akhirnya Mila pergi begitu saja karena kecewa dengan Bono.

Dengan keadaan itu Bono bingung dan mencari tahu siapa yang memberitahu tentan Jejen sama Mila. Tenyata Iyem yang suka sama Bono selama ini. Langsung Bono menjelaskan pada Iyem bahwa dirinya "Gak suka."

Iyem pun sakit hati tapi karena penjelasan Bono dengan terus terang dapet menerimanya dengan ikhlas. Jejen pun menemui Bono seperti biasanya di rumahnya. Tapi ternyata omongan Bono nyelekit menyakiti si Jejen jadi ...langung di tampar Bono. Padahal Jejen ikhlas membantu Bono. Langsung pergi si Jejen dan Bono yang tahu salah mengejar Jejen dengan omongan yang kacau.

***
Toni tetap mengejar Jejen demi tujuan urusan kerjaan berhasil sama Bapaknya Jejen. Kadang nyolong-nyolong mau meluk Jejen, tapi sensitifnya Jejen dan membentak Toni agar gak mencari kesempatan. Toni pun pulang ke rumahnya begitu saja.

***
Keesokan hari Toni berhasil urusan kerja sama dengan Bapaknya Jejen sampe bawa mobil sekoper. Di hadang mobilnya Bapak Jejen dengan para penjahat. Bapak Jejen di gebukin oleh para penjahat sedangkan Toni tetap menyelamatkan koper berisi uang banyak.

Dateng..Bono..saat itu dan langsung menghajar para penjahat sampai tunggang langgang. Bapak Jejen selamat. Toni tetap memegang koper yang berisi uang. Karena jengkel dengan Toni....Bono hanya gertak sambel aja agar takut. Sedangkan Bapak Jejen mengikhlaskan isi koper dari padanya nyawanya. Toni malah seneng dengan koper isinya duit.

Bapak Jejen meninggalkan tempat tersebut begitu saja dan pulang ke rumahnya dan menerangkan kejadian di rampok penjahat. Karena kejadian tersebut Bapak Jejen sadar tidak mau memaksakan kehendaknya pada anaknya dan membatalkan perjodohan dengan Toni. Jejen seneng mendengarnya karena bebas dari Toni orang yang tidak di sukai oleh Jejen.

***
Seperti biasa Jejen dan ada pertemuan di pinggir jalan dengan Bono padahal lagi jualan bubur ayam. Bono memberanikan meminta maaf sama Jejen dan sekalian bilang "Suka." Jejen menolaknya sementara waktu untuk menjelaskan bahwa "Saya tidak ada hubungan dengan Toni...jadi bebas..."

Bono seneng mendengar omongan Jejen dan juga terus terang bahwa "Saya sudah di putusin oleh ...Mila..karena..Mila..ingin memanfaatkan saya...cintanya gak tulus dan ikhlas. Proses di putus Mila..pake bantuan ...Iyem."

"Sakit..gak..di putusin?"

"Sakit.... "

"Jejen...obatin dengan cinta kasih sayang Jejen ke Mas Bono."

"Mau....mau."

Bono dan Jejen resmi jadian alias pacaran dan sekalianlah sih Jejen bantuin Bono jualan bubur ayam dengan mendorong gerobak dan berkeliling menjajakan jualan.
Blog, Updated at: October 15, 2019

0 komentar:

Post a Comment