MAKLUK MENYERAMKAN
Malam hari tenang di daerah pinggiran kota. Lisa seorang pekerja asuransi yang berjalan menuju rumahnya dan memang suasana sepi sekitar daerah yang di lewati. Hp pun berbunyi. Segera Lisa memeriksa Hpnya dan melihat sebuah nomor dan nama pada layarnya.
"Oh...dari adik. Diana," kata Lisa.
Lisa pun memencet tombol jawaban pada layar Hp dan berkata "Halo".
Diana pun bicara begitu cepat sekali ada teriakan dan ketakutan. Lisa masih menggap biasa-biasa aja proses percakapan tersebut. Diana menyuruh Lisa untuk dateng ke suatu tempat dekat daerah di mana Lisa menuju arah pulang.
Terdengar suara teriakan lagi oleh Diana bener-bener menunjukkan dirinya ketakutan. Lisa berusaha untuk tetap colingan lewat Hp dengan adiknya. Tapi hubungan terputus begitu saja. Lisa pun bergerak ketempat daerah yang menunjukkan keberadaan Diana.
Sampai di tempat. Diana tidak ada. Lalu melihat sebuah Hp di sebuah semak-semak...kayanya di jatuhkan pemiliknya dan rusak lagi. Lisa mulai merasa gak enak di daerah tersebut yang di omongin oleh Diana lewat hubungan teleponan. Rasa ketakutan pun mulai membutakan keadaan Lisa. Segera Lisa bergerak dari tempat tersebut. Sekelebat makluk menyeramkan tampak dan tidak saat terlihat oleh Lisa.
Pada akhirnya Lisa nelpon Anto ke kasihnya agar cepat dateng ke daerah taman. Anto pun memang khawatir dengan keadaan Lisa karena saat telpon-telponan penuh dengan kata-kata membuat dirinya Lisa bener-bener terancam dan takut banget. Lisa menyelesaikan telpon yang singkat itu karena tahu-tahu Hpnya rusak dan di jatuh di semak-semak. Anto pun bergerak menuju daerah yang di omongin Lisa lewat telponan.
Lisa berusaha melarikan diri daerah taman tersebut karena dirinya terancam oleh makluk yang menyeramkan. Sampai dekat pohon besar. Lisa salah jalan makluk menyeramkan yang membuat Lisa takut sampai berteriak "Setan".
Makluk menyeramkan benar-benar menunjukkan wujudnya yang asli. Lisa tidak bisa lari kemana-mana karena mati ketakutan sekali. Segera makluk menyeramkan membuka mulutnya lebar-lebar dan menelan Lisa hidup-hidup.


0 komentar:
Post a Comment