REZEKI KU DI BEKAS MINUMAN KALENG
"Jalan nasif tetap begini mencari rezeki di tumpukan sampah."
Heru pun mengumpulkan barang-barang bekas yang di masukkan ke dalam karung yang sangat besar sampai terisi penuh untuk hasilnya di jual. Hasil yang di dapatkan hari ini Heru cukup banyak banget, lalu pergi meninggalkan tempat pembuangan sampah tersebut.
Langkah kakinya penuh optimis untuk hari ini. Sampai di pengepul barang bekas di jual hasil kerjanya Heru. Di timbang dengan baik oleh Pak Soleh.
"Lumayan berat juga timbangannya...Heru."
"Iya..Pak."
Pak Soleh memberikan uang kesepakatan hasil jual barang bekas ...ya lumayan besar buat Heru.
"Terima kasih Pak."
"Sama-sama Heru."
Heru meninggalkan tempat Pak Soleh berjalan menuju pulang ke rumah dan mampir di warung Ibu Minah untuk membeli beras, cabe, rampai, bawang berambang, penyedap, ikan asin dan sayur. Ibu Minah membungkuskan semuanya dan segera membayarnya dengan uang pas.
Sebenarnya Heru malu membeli di warung Ibu Minah karena tubuhnya sedikit bau sampah. Ya...tapi karena urusan perut....Heru tak peduli. Sedang Ibu Minah sudah tahu pekerjaan Heru seorang pemulung yang jujur dan baik hati.
Heru berjalan menuju rumahnya yang di sebut gubuk derita.....alias numpang tanahnya pada pemilik tanah sedang bangunannya lapisan seng dan atap seng kerangka di rakit Heru dengan bambu dan kayu pohon dan kayu bekas bangunan yang di buang orang di tempat sampah.
Heru mulai memasak nasi dengan pake tunggku, lalu menggiling cabe, rampai, dan bawang berambang sampai halus di tambah penyedap rasa agar gurih saja. Ikan Asin yang di balut oleh daun pisang dan di taruh di atas tungku tujuannya manggang ikan asin pake daun pisang agar tidak gosong. Nasi udah masak barudeh sayur di rebus aja oleh Heru.
Setelah bersabar memasak dengan tradisional banget. Heru mulai menyantap ikan asin di cocol sambel di tambah sayur rembusan....langsung di masukkan ke mulut bersama nasi.
"Enaknya...masakan saya," pujian Heru pada dirinya.
Heru pun terus menyantap makan yang di buat sendiri dengan senang hati sampe perutnya kenyang baru minum air putih yang di masak sendiri.
"Segarnya," kata Heru.
Heru yang sudah kenyang menaruh piring kotornya di dalam ember yang berisi air dan segera di cuci, lalu di taruh di rak kayu bambu yang dibuat Heru sendiri. Heru mulai bersantai di sambil mendengarkan musik dari radio bututnya yang menggunakan baterai. Ya...kegiatan mendengar musik cukup lama juga. Heru pun mulai inisiatif lagi menjalan pekerjaan lagi memulung.
Berjalan Heru mencari sampah bekas yang bisa di jual. Sebuah rumah kaya membuang kaleng minuman di tempat sampa karena tempat sampah punya orang minta izin sama pemiliknya sedang membuang sampah.
Pemilik tempat sampah mengizinkan. Heru senang sekali rezeki hari ini.....kaleng minuman di masukkan ke dalam karung. Orang kaya tersebut iba dengan keadaan seorang pemuda yang melakukan pekerjaan mulung sekaligus salut karena kerja kerasnya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.....tidak meminta-minta. Orang kaya memberikan sekaleng minuman ke Heru.
"Minum lah...untuk menghilangkan rasa haus kamu."
"Iya..Pak terima kasih." kata Heru dengan santun.
Heru pun meminum minuman kaleng untuk menghilangkan dahaganya.
"Enak...nak?" tanya Bapak orang kaya.
"Iya," jawab Heru.
"Sudah lama kerja jadi pemulung?"
"Cukup lama Pak....ya..sudah 3 tahunan."
"Oh..begitu. Masih ada orang tua?"
"Sebatang kara."
"Anak yatim piatu. Saya mau menawar kerjaan ke kamu nak. Jadi tukang kebun saya. Karena saya melihat kamu tidak punya rasa malu lagi untuk mencari rezeki yang halal dan kerja keras....usaha kamu telihat dari tubuh kamu yang gosong terkena teriknya matahari."
"Saya..sebenarnya mau aja Pak menerima tawaran kerjaan dari Bapak. Tapikan Bapak gak .....kenal saya...takutnya....saya mengecewakan Bapak. Maka itu saya berterima kasih....atas tawaran Bapak. Saya sudah nyaman dengan pekerjaan saya."
"Oh..begitu. Apa kamu tidak ingin ada perubahan dalam hidup ....seperti hidup bercukupan dan menikah."
"Saya..ingin Pak. Tapi saya belajar dari jalan yang saya pilih ini untuk mencukupi kebutuhan saya....bahwa rezeki saya sudah ada yang ngatur."
"Coba pikirkan baik-baik nak. Kesempatan tidak datang dua kali."
"Terima kasih banyak Pak atas tawarannya...tapi saya masih nyaman dengan pekerjaan saya yang tidak mebebankan orang lain."
"Oh...begitu. Saya..mengerti."
"Permisi...Pak."
"Silakan."
Heru meninggalkan Bapak yang kaya tersebut dengan melanjutkan usahanya mencari barang bekas untuk di kumpulkan dan di jual demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sampai hari menjadi malam. Heru pulang ke rumah membawa barang hasil mulungnya cukup banyak. Segera Heru mandi membersihkan diri setelah itu istirahat.
Rumah Heru tidak pake listrik kaya orang-orang cuma pake lampu senter yang rusak di rakit Heru ulang di tambah dinamo bekas yang di perbaiki 2 pasang dan di atur untuk menciptakan rotor pergerakan dinamo yang setabil yang dapet mengalirkan listrik ke senter.....dan...walah....bercahayalah....rumah Heru yang gubuk derita.
Sambil tidur-tidur Heru mendengarkan musik dari radio bekasnya. Musik yang menemani Heru sampai ketiduran lagu dangdut yang bawa Roma Irama "Darah Muda".
Esok pagi Heru melanjutkan aktivitas mulungnya seperti biasa untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari dengan penuh kecerian tanpa berpikir menyesal......karena garis nasifnya hanya seorang pemulung dan orang miskin.
Yang di tanamkan dalam hati Heru "Saya bekerja dengan ikhlas dan halal.....dan tak ingin minta-minta kepada orang lain karena keadaan apapun demi....menolong diri terlepas dari penderitaan ....kemiskinan".


VAZBET - Situs Slot Mesin Online
ReplyDeleteWelcome Bonus 100%
Syarat Mudah dan Tidak Ribet !
- Maks. Bonus 1,000,000
- Min. Depo Rp 100,000 untuk Claim Bonus 100%
- Bonus Rollingan Setiap Minggu 0.8%
- Bonus Deposit 3% - 10%
Daftar yuk! ♥
WA: +855 87879520
WWW,VAZBETGAME,COM