KUPU-KUPU MALAM
"Selamat datang," sapa pemilik kedai.
"Pak....seperti...biasa..mie ramen satu porsi dengan minumnya sake," permintaan Lukas.
"Sebentar Bapak siapkan."
Segera pemilik kedai menyiapkan pesanan pelanggannya sebotol arah baruh deh mie ramennya. Lukas menikmati arak yang enak dan mie ramen dengan penuh kenikmatan.
Lukas terus memakan mie ramen sampe satu mangkok, lalu Lukas berkata "Tambah satu mangkok lagi."
"Iya.," jawab pemilik kedai.
Pak pemilik kedai segera menyiapkan mie ramen satu mangkok lagi. Sedangkan lukas asik minum arah.
"Enaknya," kata Lukas.
Pak pemilik kedai senang mendengar omongan si Lukas sampai tersenyum pada Lukas saat menyajikan mie ramen. Lukas pun segera menyantap mie ramen kembali dengan lahapnya sampai habisnya.
"Kenyangnya dan enak lagi," kata Lukas penuh bahagia.
Lukas pun segera menghabiskan botol araknya dan berkata "Wah...seger banget pokoknya."
Lukas segera membayar apa yang di minum dan apa yang di makannya kepada pemilik kedai. Bapak pemilik kedai senang sekali dengan pelanggan setia seperti Lukas.
"Terima kasih....semuanya," kata Lukas.
"Sama-sama," jawab Bapak pemilik kedai.
Lukas pun meninggalkan kedai di pinggir jalan. Dengan santai Lukas berjalan menikmati malam. Terlihat dari jauh seorang wanita yang mabuk keluar dari sebuah Bar. Pola berjalan wanita itu sempoyongan dan tiba-tiba pingsan saat berpapasan dengan Lukas. Dengan sempontan Lukas memeluk wanita tersebut agar tidak jatuh ke jalan alias di topang Lukas.
"Hay...jangan pingsan di sini," kata Lukas ingin membangunkan wanita tersebut.
Wanita tetap pingsan. Lukas yang niat yang baik jadi menggendongnya di bawa ke rumahnya. Selang berapa saat sampai di rumahnya. Lukas menidurkan wanita di sofa. Tiba-tiba sedikit sadar muntah-muntah. Ya...Lukas menerima keadaan itu walau sebel. Lukas membereskan muntah wanita tersebut di lantai.
Baru setelah itu memberikan selimut agar wanita yang di tolong Lukas hangat. Sampai esok pagi Lukas sibuk memasak di dapur membuat masakan dan di meja makan. Wanita bangun dari tidurnya dan kepalanya agak sedikit pusing. Mencium bau enak segera mencarinya.
"Sudah...bangun...ayo sarapan dengan saya!" ajakan Lukas.
"Iya....," jawab wanita dengan malu.
Lukas dan wanita yang baru di kenalnya sarapan pagi sekaligus bertanya Lukas ingin tahu siapa nama wanita yang di tolongnya? Sambil berjabat tangan....wanita tersebut memberitahu namanya....Maria. Dan juga Maria pun tahu nama orang yang bernama Lukas sekalian berterima kasih.
Lukas pun bertanya pekerjaan dari Maria? Dengan berani tak punya urat malu berkata "Wanita penghibur."
Lukas sedikit terkejut mendengarnya, tapi tidak berpikir nagatif dulu....mau lebih jelas pekerjaan Maria "Penyanyi di Bar atau lebih...kenikmatan sesaat?"
Maria lebih tegas lagi.
"Ya...dua-duanya."
"Ok....itu privasi kamu jadi saya tidak ikut campur," kata Lukas.
Setelah itu Maria menyelesaikan sarapan paginya bersama Lukas...baru pulang, tapi Lulas menawarkan diri untuk mengantarkan Maria pulang ke rumah. Tanpa malu-malu Maria menerimanya. Lukas mengantar Maria pulang ke rumahnya pake mobil. Setelah itu urusan Maria dan Lukas selesai.
***
Lukas menjalankan kehidupan seperti biasanya pergi ke kantor untuk menyelesaikan semua pekerjaan setelah itu pulang baru deh jalan-jalan menikmati malam yang tenang dan makan di kedai pinggir jalan langganan Lukas. Pada malam itu sedikit berbeda. Lukas bertemu Maria di kedai makan pinggir jalan sedang asik mie ramen "Maria...suka mie ramen juga?" tanya Lukas.
"Iya....," jawab Maria.
Lukas seperti biasa memesan makan dan minuman yang biasa sama Bapak pemilik kedai. Lukas pun ngobrol dengan baik oleh Maria lebih banyak keterbukaan. Maria pun senang ngobrol sama Lukas.
Sampai....urusan makan di kedai pinggir jalan. Lukas dan Maria terus ngobrol dengan penuh asik sambil berjalan-jalan menikmati malam. Rasa itu timbul di keduanya. Maria dan Lukas saling berpandangan dan hendak berciuman.
Tapi Lukas berkata "Maaf...saya...terbawa suasana....saya..sudah punya seseorang yang saya sukai."
"Oh...begitu....saya juga minta maaf," kata Maria dengan menunduk malu.
Karena kejadian itu Lukas dan Maria berpisah.
***
Maria mendatengi Bosnya di ruang kantornya.
"Bos....saya mau keluar dari pekerjaan ini," kata Maria.
Bos Kincan terkejut dengan permintaan Maria berhenti dan bertanya "Kenapa berhenti apa alasannya? Kamu di sini enak dapet uang lebih dari kamu memberikan pelayanan pada pelanggan saya....yang berkunjung di Bar ini."
"Bos....terima atas segalanya...tetap saya ingin berhenti."
"Ok....tidak...ada masalah. Jika satu saat kamu...mau kembali...pintu Bar terbuka untuk kamu."
"Terima kasih Bos."
Maria keluar dari kantor Bos Kincan. Segeralah Maria mencari pekerjaan yang layak. Karena hidup di kota besar.....susah mencari pekerjaan tanpa koneksi untung aja Maria mendapatkan pekerjaan di toko kue.
Dengan penuh bahagia Maria memulai jalan hidup yang baru di toko kue tersebut bekerja giat banget.
***
Lukas pun siang itu berjalan-jalan bersama pacarnya Hime tak sengaja bertemu dengan Maria. Lukas menyapa Maria yang sedang sibuk kerja "Jadi kerjaan kamu.....Maria pembuat kue?" kata Lukas yang melihat pakaian Maria.
"Iya..," jawab Maria.
"Baguslah....itu," kata Lukas.
"Siapa...sayang?" tanya Hime.
"Oh...ini...Maria kenalan....saya. Teman," penjelasan Lukas.
"Oh...teman...pacar saya. Saya Hime....senang bertemu kamu," kata Hime sekalian mengajak berkenalan dengan bersalaman teman Lukas.
"Saya...juga," kata Maria.
"Siapa...nama kamu?" tanya Hime.
"Maria."
Obrolan singkat itu selesai juga karena kesibukan Maria karena masih kerja. Lukas dan Hime memakluminya karena mereka pun ada urusan juga.
***
Waktu berganti malam. Seperti biasa Lukas makan dan minum di kedai makan pinggir jalan....untuk menikmati makan mie ramen kesukaannya. Maria dateng ke tempat kedai makan di pinggir jalan sambil memarkirkan motornya dulu baru...deh makan mie ramen dan tak sangka dan tak di duga bertemu dengan Lukas.
Ya....seperti biasa berbincang-bincang sambil menikmati minum dan makan mie ramen. Baru....deh berjalan-jalan menikmati malam dengan naik motor yang bawa Lukas sampai di pinggir pantai. Suasana itu makin terasa banget. Gejolak antara Maria dan Lukas makin menggebu-gebu sampai berpandangan dan....ingin berciuman. Maria langsung berkata "Maaf....saya tidak ingin mengambil ke kasih orang lain."
"Saya...mengerti."
Maria pun memutuskan pulang dengan naik motornya meninggalkan Lukas sendirian di pinggir pantai. Lukas langsung berteriak di pinggir pantai "Bodohnya....saya."
Lukas pun pulang ke rumahnya dan berusaha melupakan semuanya.
***
Esoknya. Lukas menjalankan kehidupan sehari-harinya seperti biasanya. Entah....kenapa Hime dateng di hadapan Lukas dengan keadaan menangis? Lukas pun mencari tahu kenapa Hime menangis? Hime pun meminta maaf karena....ingin berpisah dengan Lukas.....karena selama ini....dirinya telah hamil. Lukas kaget mendengarnya karena Lukas sendiri belum....pernah berpikir untuk meniduri Hime. Lukas terus mendesak......Hime "Saya...harus bertanggung jawab...untuk anak...kamu kandung..., tapi Saya...tidak melakukannya. Demi....cinta...Saya...bisa menerima kekurangan..kamu..ini dianggap kecelakaan saja."
Hime...terkejut dengan omongan Lukas berjiwa besar dan bisa menerima kekurangan Hime.....yang hamil sebelum di nikahi. Dateng sosok yang...menghamili Hime...Abarai...Bosnya...Hime di mana Hime bekerja. Abarai meminta maaf kepada Lukas....mengambil orang yang di cintai Lukas dan ingin menikahi Hime demi anak yang di kandung Hime. Hime.....pun senang dengan omongan Abarai. Ya...Lukas mengikhlaskan cintanya bersama orang lain demi anak di kandung Hime.
Hime pun pergi meninggalkan Lukas bersama Abarai. Lukas...pun melupakan Hime dengan menyelesaikan pekerjaannya baru pulang ke rumahnya.
***
Malam yang tenang banget. Lukas seperti biasa berjalan-jalan menikmati malam dan makan dan minum di kedai pinggir jalan.....demi menikmati mie ramen kesukaan Lukas. Ya...seperti biasa bertemu Maria di kedai makan pinggir sekalian bercerita ini dan itu sampai Maria tahu.....Lukas sudah putus dengan Hime karena Maria bertanya tentang Hime ke Lukas? Rasa di dalam hati Maria yang ganjel hilang begitu saja dan terlihat senyum di wajahnya. Setelah....makan dan minum di kedai makan di pinggir jalan. Maria pun diajak main ke rumahnya....Lukas. Ya...maulah...Marianya.
Di rumah Lukas. Maria seperti biasa menganggap rumah Lukas seperti rumahnya sendiri.....agar lebih nyaman aja. Lukas dan Maria berbincang-bincang dengan penuh keterbukaan layaknya teman baik. Sampai rasa itu timbul lagi di keduanya. Maria dan Lukas saling mendekat....dan hendak berciuman. Lagi-lagi...Maria berbicara "Maaf saya...tidak bisa."
"Kenapa?" tanya Lukas.
"Saya....mantan kupu-kupu malam," kata Maria.
Maria meninggalkan Lukas dan hendak keluar dari rumah Lukas.
"Berhenti di situ. Dengarkan...omongan saya. Saya tidak peduli....masa lalu....., tapi yang saya inginkan masa depan bersama...kamu. Saya....cinta kamu....Maria," kata Lukas.
Maria menangis karena ada seseorang pria yang benar-benar mencintai dirinya dan memperlakukan dirinya layaknya.....seorang wanita yang pantas untuk di cintai. Maria pun berkata "Saya...juga...mencintai kamu...Lukas."
Maria berlari kearah Lukas dan memeluknya dan hentak berciuman. Tapi Lukas berhenti tidak jadi berciuman dan berkata "Kita simpan saja ciuman ini untuk di hari pernikahan kita."
"Iya," jawab Maria.
Maria dan Lukas menyelesaikan pelukannya dan kembali berbincang-bincang untuk merencanakan pernikahan secepatnya. Hari di mana banyak restu semua orang sudah di dapatkan alias resmi jadi suami istri. Maria dan Lukas berciuman di dalam kamar dengan sangat mersa dan juga Lukas baru tahu nama panjang istrinya Maria Ozawa. Tapi..itu tidaklah...penting.....yang penting hidup bahagia bersama orang yang di cintai.....Lukas dan menjalankan dengan baik di kota Tokyo ....tepatnya Jepang.


VAZBET - Situs Slot Mesin Online
ReplyDeleteWelcome Bonus 100%
Syarat Mudah dan Tidak Ribet !
- Maks. Bonus 1,000,000
- Min. Depo Rp 100,000 untuk Claim Bonus 100%
- Bonus Rollingan Setiap Minggu 0.8%
- Bonus Deposit 3% - 10%
Daftar yuk! ♥
WA: +855 87879520
WWW,VAZBETGAME,COM