SUSTER NGESOT
Boni dateng ke rumah sakit untuk melaksanakan kewajibannya sebagai perawat yang mendapatkan sip malam. Boni senang dengan pekerjaannya walau hanya pas-pasan gajinya sebagai anak perantauan. Boni bertemu dengan Boy temannya sekerja. Tapi Boy mendapatkan sip siang. Saat itu Boni dan Boy bercerita banyak hal sampai tentang kejadian yang tidak pantes di omongin yaitu hantu penasaran.
Awalnya Boni tidak percaya dengan cerita Boy, tapi hanya sekedar cerita Boni mendengarkan cerita Boy saat berganti sip. Boy menceritakan awal kejadiaannya kenapa ada hantu penasaran di rumah sakit ini?. Perawat wanita bernama Yati yang mendapat jatah jam kerja siang saat itu bertugas seperti biasanya. Tapi ternyata kecantikannya sudah di incar oleh preman daerah sini yang berpura-pura jadi pasien. Saat kesempatan ada preman yang jadi pasien melaksanakan niatnya menyekap di ruangan mayat.
Yati berusaha berontak dari sekapan preman yang hendak ingin menggagahinya. Yati berhasil kabur dengan menendang kemaluaan preman dengan lututnya dan di doronglah preman sampai tersungkur di lantai.
Preman marah dan menahan sakit pada kemaluaannya. Preman mengambil sebuah besi yang digunakan untuk nyatolin alat inpus dan di pukul ke kaki Yati yang mau melarikan diri.
Yati tersungkur ke lantai tidak bisa berjalan lagi dan tetap berusaha kabur dari preman yang ingin memperkosanya dengan menggeret kakinya yang bersimbah darah. Preman mendekati Yati yang tidak berdaya dengan menjambak rambutnya.
"Mau lari kemana kamu?" kata preman.
Yati berusaha untuk teriak langsung di bungkam oleh preman. Segera preman menggendong Yati yang tidak bisa berjalan dan di taruh di ranjang untuk melaksanakan niatnya memperkosa Yati si perawat wanita yang cantik.
Yati pasrah dengan keadaannya. Tapi Saat preman lengah sebentar saja. Menghajar lagi kemaluaan preman dengan tinjuan dari tangan kirinya. Preman kesakitan pada bagian kemaluaan lagi. Tiba-tiba terpelet dan menyenggol beberapa besi-besi di pinggir dinding. Dan menghantam tubuh Yati. Ternyata ada benda tajam dan karatan menusuk tubuh Yati.
"Kamu membunuh saya," kata Yati.
Yati pun meninggal. Preman ketakutan sekali dan sampai mundur beberapa langkah dan dan terpeleset. Jatuhlah preman pada tumpukkan kaca yang sengaja di taruh di pinggir dinding. Seketika preman meninggal karena tertusuk oleh kaca pada perutnya. Keesokan harinya mayat mereka berdua di temukan oleh perawat yang bekerja sip pagi. Singkat cerita di makamkanlah Yati dan preman.
"Tunggu dulu mana setannya?" tanya Boni.
"Ini baru saya mau ceritakan setannya," kata Boy.
Boy melanjutkan ceritanya pada Boni. Dengan seksama mendengarkan cerita Boy. Ternyata Yati jadi hantu penasaran di rumah sakit ini dengan berjalan ngesot dan sambil berkata "Tolong saya."
Boni pun mengambil kesimpulan dari cerita Boy yaitu tidak percaya. Boy pun membiarkan pernyataan Boni seperti itu. Boy pun berpisah dengan Boni karena jam kerja sudah habis. Sebelun berpisah Boy menyarankan pada Boni "Jangan lewat kamar mayat....ada setan suster ngesot."
Boni hanya menjawab "Iya."
Seperti biasanya tidak anggap penting sama Boni cerita hantu penasaran. Saat bertugas melewati kamar mayat. Bulu kuduk Boni berdiri.
"Apa bener ada hantu penasaran...ya," celoteh Boni.
Boni memberanikan diri. Sampai mendengar suara yang merdu dan memanggil meminta bantuan pada Boni. Lalu Boni mencari tahu dengan baik suara tersebut. Terlihat di mata Boni seorang wanita cantik berpakaian putih layaknya seperti suster yang bekerja di rumah sakit dan kedua kakinya bersimbah darah. Suster berjalan menyeret-nyeret kakinya dan berkata "Tolong saya."
Boni terkejut banget dan timbul rasa takut yang tinggi banget. Tanpa berpikir dua kali Boni berlari terbirit-birit dan berteriak " Setan suster ngesot."
Semenjak kejadian itu Boni percaya cerita hantu penasaran yang di ceritakan Boy dan meminta pada atasannya untuk di ganti sip pagi. Dengan alasan Boni yang menyakinkan pada atasannya akhirnya Boni bekerja di rumah sakit sip pagi. Lalu semenjak kejadian berulang kali bertemu dengan hantu penasan suster ngesot maka banyak pekerja di rumah sakit menghindari kamar mayat di mana tragedi terjadinya kematian Yati yang mengenaskan.


0 komentar:
Post a Comment