PUTRI

Posted By Cerpen universal on Monday, June 24, 2019 | June 24, 2019

PUTRI
Langit cerah sekali dan tapi suhu panas sekali. Putri berkeling menjajakan jualan dari satu kompleks perumahan ke perumahan yang lain sampai terjual semua. Sore harinya Putri ke rumah Ibu Minah untuk menyetor hasil jualan. Ibu Minah senang dengan hasil jualannya si Putri yang habis dan bayarlah hasil kerja Putri yang lumayan dan setelah di suruh makan dulu sebelum pulang ke rumah untuk mengisi perut Putri yang kosong.

Putri tanpa sunkan makan di rumah Ibu Minah dengan lahap dengan perutnya kenyang. Ibu Minah telah membungkuskan makan untuk Ibu Putri. Selesai makan Putri pamitan untuk pulang ke Ibu Minah. Dengan santai Putri pulang dengan membawa bungkusan makan untuk Ibu tercinta.

Sampai di rumah langsung Putri mengucap salam "Asalamualaikum". Sontak Ibunya Putri menjawabnya "Waalaikum salam."

Putri masuk rumah dan sang Ibunya menyambut baik anaknya pulang kerja dari dagang keliling menjajakan barang dagangan orang maklum orang susah tidak punya modal. Putri pun memberikan uang hasil berjualannya sama Ibu yang tidak seberapa tapi bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari. Dan juga makan pemberian Ibu Minah di berikan pada Ibu Putri.

Segera Ibunya Putri mengaturnya untuk di makan Ibunya dan untuk Johan ...Abangnya Putri. Setelah itu Putri membereskan dirinya yang bau kecut karena berjualan seharian terkena teriknya matahari.

Selang berapa saat Putri terlihat segar dan bersih langsung beristirahat di kamarnya. Johan pulang dengan keadaan sepoyonyan. Sampai di rumah langsung jatuh di depan pintu rumah. Ibu Putri khawatir dengan John kenapa-kenapa yang terbaring di depan rumah tidak sadarkan diri. Lalu sang Ibu Putri memanggil si Putri untuk membopong Abangnya masuk ke dalam rumah.

Saat di bopong Putri langsung mual bau gak enak dari mulutnya Abangnya.

"Minum....Arak...oplosa..baunya..gak...enak...banget," ocehan Putri.

Putri dan Ibunya membawa Abangnya ke kamarnya untuk di tidurkan.

"Ibu Putri...istirahat dulu...males..ngurusin orang...yang bisanya menghancurkan dirinya," kata Putri.

"Iya..," saut Ibu Putri.

Sang Ibu membimbing anak laki-laki satu-satunya jadi harapan setelah Bapaknya meninggal untuk membantu keluarga, tapi Johan salah jalan dalam pergaulannya sampai mabuk-mabukan yang gak ada gunanya.

Ibu Putri cuma mengusap dada dengan ulah anaknya yang nakal. Lalu pintu kamar di tutup agar Johan beristirahat dengan tenang.

Keesokan harinya Johan bangun dari tidurnya dan minta uang pada Ibunya untuk main. Sang Ibu sebenarnya gak mau ngasih tapi Johan ngotot memintanya dan juga berdalih uang tersebut di gunakan untuk melamar pekerjaan.

Ya..sang Ibu memberikan uang simpanannya untuk bayar listrik dan air padahal dari hasil kerja Putri jualan seharian.

Johan pun senang dapet uang yang cukup banyak tapi bisa di gunakan bersenang-senang dengan temannya. Sang Ibu hanya bisa mengelus dada dan dalam hatinya berkata "Kapan sadarnya nie anak...hidup susah tambah susah di bebani anak yang tidak mengerti keadaan keluarga".

Johan pun pamitan ke Ibunya alasanya kerja padahal main. Sang Ibu sudah tahu ulah anak laki-lakinya.

Johan sampai di rumah Toni seperti biasa langsung mabuk-mabukan dan juga ada teman baru yang di gaet Toni. Namanya Winda yang suka bergaul sama Toni, Johan dan beberapa anak yang lain belum dateng ke rumah Toni.

***

Putri seperti berjualan dari satu kompleks ke kompleks lainnya saat mau menyeberang hampir di tabrak mobil saat itu pengemudinya lagi asik menelpon. Untung saja sadar ada cewek di depan mobil mau di tabrak. Sontak pengemudi menginjak rem dan langsung keluar dari mobil dan meminta maaf pada orang hampir di tabraknya.

Putri sangat kesal sekali karena jualannya berantakan di jalanan karena terkejut dan jatuh di jalan. Untung saja tidak terluka. Pengemudi yang tidak sengaja mau menabrak Putri membayar ganti rugi dengan uang cukup dan sekalian Putri di anterin ke tempat Ibu Minah dan pulang kerumahnya.

Sebelum di anter berkenalan Putri dengan orang yang hendak menabraknya nama Luffy. Semenjak kejadian tersebut yang tidak sengaja Putri dan Luffy jadi teman baik.

***

Johan pun dengan teman-temannya kelewat bates pergaulannya sampai make barang-barang terlarang alias narkotika. Ternyata itu ulahnya Toni sampai di gebrek oleh polisi. Johan berhasil kabur tapi demi menolong Winda yang sudah jadi pacarnya...ya akhirnya tertangkep...polisi. Sedangkan Winda pun selamat dari kejaran polisi karena bersembunyi di tempat yang sunyi baru deh pergi keluar kota agar terbebas dari polisi dan tidak masuk penjara.

Sang Ibu Putri mendapat kabar Johan di tangkep polisi lewat tetangganya Pak Budi. Ibu Putri khawatir dengan keadaan John dan segera pergi ke kantor polisi bersama Putri. Karena terbukti Johan pemakai mau gak mau di penjara. Sang Ibu Putri tidak bisa bilang apa-apa karena sepenuhnya kesalahan Johan meminta anaknya di keluarkan dari penjara gak mungkin karena Ibunya orang miskin sekaligus janda. Sedang Putri sudah masa bodok dengan ulah Abangnya yang tidak berpikir dua kali bergaul.

Ya...Johan menerima keadaannya di penjara dan akhirnya berusaha membimbing dirinya menjadi orang baik dan tidak ingin berlama-lama di dalam penjara. Ibu Putri dan Putri pulang ke rumah dan membiarkan Johan di penjara karena kesalahan yang di perbuat. Sampai di rumah Putri dan Ibunya menjalankan hidup seperti biasanya.

Sampai suatu ketika modal pun cukup yang di kumpulkan Ibu Putri dari hasil kerja keras Putri berjualan keliling kompleks. Ibu Putri berani buka usaha di rumah dan di jajakin oleh Putri dan tidak lagi kerja sama Ibu Minah.

Hasilnya juga lumayan banget. Putri terus masih berhubungan dengan Luffy dengan teman baik sampai akhirnya Luffy punya rasa dan menyatakan perasaannya sama Putri. Ya...lugunya Putri menerima...Luffy jadi kekasihnya itu pun persetujuan Ibunya.

Selang waktu yang gak lama. Luffy dan Putri menikah dengan mengadakan pesta yang cukup sederhana. Setelah itu Luffy membangun usaha Putri menjadi lebih besar lagi.

Terkadang Putri berkeinginan jadi penyanyi untuk menyalurkan bakatnya dan Luffy membiarkan mau istrinya itu meningkatkan kemampuannya untuk maju. Putri pun mencoba pertandingan lomba menyanyi yang di adakan stasiun Tv. Wal hasil cuma sampai 10 besar saja. Tapi Putri cukup puas menjajal kemampuannya. Terkadang malah kerjaan menyanyi di acara pernikahan atau di acara resmi lainnya.

Rezeki tambahan Putri. Luffy sebagai suami yang menjaga istrinya. Sampai-sampai Putri mengeluarkan album sendiri yang di modalin oleh produser ternama dan akhirnya Putri jadi artis mengikuti alur hidup saja yang baik.

***

Setelah bertahun-tahub di penjara akhirnya Johan pun keluar dari penjara dan langsung pulang ke rumah untuk bertemu dengan Ibu tercinta dan adiknya Putri. Johan langsung bersujud meminta maaf ke Ibunya yang tercinta karena sudah menjadi anak bandel. Dan juga meminta maaf juga ke Putri karena sering memakai uang hasil kerja keras Putri berdagang keliling untuk di gunakan bersenang-senang.

Ya...Putri dan Ibunya sudah memaafkan Johan dengan kesalahaannya yang bodoh itu. Johan pun membimbing dirinya jadi baik dengan mulao bantu-bantu jualan usaha yang di bangun Ibu, Putri, dan Luffy suami Putri.

Sampai suatu ketika bertemu dengan Winda dengan penampilan lebih alim lagi. Winda pun sadar dengan kesalahaannya bertahun-tahun dan membimbing dirinya jadi muslimah yang baik.

Rasa cinta Johan pada Winda tidak berubah begitu juga Winda. Johan pun menikahi Winda dengan persetujuan Ibunya setelah Johan sudah lumayan mapan dengan kerjaannya. Putri dan Luffy senang dengan Johan berubah karena cinta untuk membangun hidup di jalan yang baik. Dengan modal yang cukup Putri dengan bantuan Luffy suaminya Putri di bukalah cabang  usaha keluarga di kota lain dan yang untuk di kelola oleh Johan dan Winda.

Usaha Johan dan Winda berjalan dengan baik sampe menerima karyawan  dari teman-temannya yang sudah sadar tidak mau menjadi orang yang tidak berguna yang bisanya merusak  diri sendiri. Putri pun tambah kebahagiannya setelah melahirkan seorang anak yang di beri nama Putri Jasmin karena maunya Luffy suaminya Putri.
Blog, Updated at: June 24, 2019

0 komentar:

Post a Comment