AULIA

Posted By Cerpen universal on Monday, June 24, 2019 | June 24, 2019

AULIA
Setelah kepergiaan Ayah yang tercinta. Aulia menyadarkan dirinya untuk membantu Ibunya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Sang Ibu pun mengerti bahwa Aulia anak yang kuat dan berani menjalani hidup yang berat ini. Aulia pun meminta izin Ibunya untuk bekerja jadi pembantu Ibu Sofian dan di dapatkan dari teman informasi di butuhkan pembantu Ibu Sofian.

Ibunya Aulia sebenarnya tidak tega membiarkan Aulia bekerja jadi pembantu padahal Ibu Aulia masih bisa mencukupi kebutuhan sehari dengan usaha menjahit. Karena masih ada tunggakan hutang saat Ayah Aulia berobat di rumah sakit yang di pinjam pada Ibu Fatimah. Ibu Aulia membiarkan anaknya bekerja dan meridoi jalan di pilih anaknya tercinta si Aulia. Di rumah Ibu Sofian....Aulia di sambut baik dan langsung di suruh bekerja membereskan rumah yang besar kaya istana.

Aulia menyapu, ngepel, dan banyak hal di lakukan di rumah Ibu Sofian. Pekerjaan Aulia sangat berat sekali sampai-sampai keteteran. Sedangkan anak Ibu Sofian ....si Handoko mulai tertarik dengan Aulia. Ibu Sofian tidak suka anaknya suka dengan Aulia. Padahal Aulia pun tidak suka dengan Handoko karena sudah ada pacar si Ridwan....itupun Ibunya Aulia tidak setuju.

Aulia tetap jojong saja bersembunyi-sembunyi hubungan dengan Ridwan dengan alasan "Kalau menolak cinta cowok nanti gak laku-laku alias susah untuk dapetkan pasangan hidup". 

Aulia jalan hidup seperti biasanya walau si Handoko terus menerus memperhatikan Aulia saat bekerja. Ibu Sofian terus memantau Aulia bekerja dengan baik di rumahnya.

Waktu berjalan cukup cepat di rasakan oleh Aulia menjadi pembantu Ibu Sofian dan akhirnya dengan kesabaran dan keuletan Aulia dapat meluluhkan hati Ibu Sofian yang keras dan terus mendapatkan kepercayaan untuk mengatur rumah dengan baik agar terlihat bersih dan rapih. Gaji pun ada peningkatan jadi pembantu di rumah Ibu Sofian...jadi Aulia seneng banget karena bisa membayar semua hutang ke Ibu Fatimah dengan lunas.

Terkadang Aulia membelikan makan dan baju yang bagus untuk Ibunya untuk menikmati hasil kerja keras Aulia. Ibu Aulia senang dengan bakti anaknya tercinta. Aulia pub mulai merasa pendewasaan dalam dirinya setelah bertemu dengan temannya si Indah yang melanjutkan kuliah sampai menjadi sarjana dan bekerja di kantoran.

Aulia kepingin juga seperti Indah. Tetap Aulia berpikir dua kali untuk kuliah. Maka Aulia mencoba melamar kerjaan dengan statusnya ijasah SMA. Di coba-coba melamar untuk kerja di kantor. Eeee...keberuntungan dateng juga Aulia di panggil juga dan di wawancarai dengan staf kantor dan di terima.

Ibu Sofian pun membiarkan Aulia keluar dari kerjaan jadi pembantu demi masa depan Aulia lebih baik. Padahal Ibu Sofian telah menganggap Aulia seperti anaknya sendiri. Kerasnya Ibu Sofian ingin membimbing Aulia menjadi gadis yang kuat menghadapi ujian hidup ternyata Aulia berhasil.

Aulia pun sekarang bekerja di kantor sebagai OB. Ya....ternyata bertemu dengan Handoko yang bekerja di perusahan di mana Aulia di terima bekerja di situ. Aulia bersikap biasa-biasa aja dengan Handoko tetap jojong bekerja. Terkadang Aulia belajar untuk mengatur ini dan itu. Karena Aulia cekatan dalam bekerja maka diangkatlah Aulia menjadi staf bagian berkas kantor yang mengangkat adalah Pak Teguh....Pimpinan perusahan tempat Aulia bekerja.

Aulia seneng dengan jabatan barunya dan giat bekerja lagi. Sang Ibu pun senang dengan keberhasilan Aulia. Diam-diam Handoko senang keberhasilan Aulia. Hubungan Aulia bersama Ridwan berjalan dengan baik. Tapi suatu ketika Aulia melihat Ridwan berjalan dengan cewek dan makan bareng di sebuah kafe padahal saat itu Aulia lagi bersama dengan Pak Teguh...di kafe sedang miting bersama kelain di lantai dua.

Aulia marah dan minta izin sebentar ke Pak Teguh untuk melabrak pacarnya selingkuh yang sedang asik ngobrol di bawah.  Aulia turun bertanya baik-baik sama Ridwan untuk kejelasan hubungannya alias pacarannya yang cukup lama. Ridwan tidak bisa berkata jujur di hadapan Aulia karena ada kekasih barunya si Mina namanya yang terlontar dari mulut Ridwan.

Malah lebih membela Mina dari pada Aulia yang sudah di pacarin dan juga di pojokin malah Aulia yang mengejar Ridwan. Hubungan percintaan di bikin terbalik padahal Ridwan yang mengejar Aulia demi menutupi kebohongan dari Ridwan dan memenangkan Mina.

Aulia dengan tegas sekali berkata "Putus". Langsung Ridwan pun terkejut dan mau gak mau menerima keputusan Aulia padahal di dalam hati Ridwan masih ada rasa cinta pada Aulia. Ridwan pun menunduk. Sedangkan Mina pun bukan cewek polos sebenarnya telah mencari tahu siapa di Ridwan yang sebenarnya lewat teman-temannya. Maka Mina pun sadar tentang sebuah nasehat orang tua "Siapa yang mengambil pasangan orang lain hidupnya tidak langgeng".

Mina yang penuh kesadaran karena di jadikan kekasih gelap atau disebut selingkuhan. Maka memutuskan untuk putus dengan Ridwan. Sontak Ridwan terkejut dan kaget dengan sikap pemutusan sepihak dari Mina. Ridwan berusaha untuk menjelaskan duduk permasalahannya agar Mina jadi kekasih Ridwan.

Tetap Mina dengan keputusan yaitu "Putus". Ridwan tidak bisa berkata-kata lagi semua salah dirinya sendiri hanya bisa menunduk malu.

Mina pun pergi meninggkan Ridwan begitu saja di kafe. Sedangkan Aulia sudah melanjutkan urusan kerjaannya sama Pak Teguh.

Aulia terus kerja dengan baik di perusahaan Pak Teguh dan lama-lama kehidupan Aulia makin jadi lebih baik lagi. Handoko pun terus mendekati Aulia untuk mengambil hatinya sampai-sampai dateng ke rumah Aulia untuk bersilaturahmi dengan Ibu Aulia.

Sang Ibu Aulia menyukai Handoko karena ke santunan dan juga kebaikannya. Tapi perasaan Aulia tidak bisa menerima Handoko. Aulia terus saja dengan sikap yang penuh pendirian dan mengabaikan Handoko.

Waktu berjalan sesuai dengan rencana Aulia. Tetapi ada halanganya yaitu status pendidikan Aulia yang menghambat dirinya ke jenjang jabatan di kantor. Pak Teguh pernah memberikan nasehat..."Aulia kuliah lagi untuk jenjang jabatan yang tinggi".

Aulia jadi mengerti dengan sistem pendidikan menjadi hal nomor satu untuk status jabatan. Maka itu Aulia bekerja sambil kuliah malem. Walau keteteran dengan kerjaan. Tapi Pak Teguh tahu usaha kegigihan Aulia..untuk meningkatkan karir.

Akhirnya Aulia sadar. Kuliah di tinggal kan dan cuma dapet beberapa saja mata kuliah, tapi Aulia berhasil menguasai ilmu. Dan membiarkan diri kerja seperti biasa dan juga jabatannya cukup baik dia bekerja di perusahaan.

Akhirnya juga Aulia sadar sekali. Hanya Handoko .....lelaki yang setia menunggu jawaban dari cinta Aulia. Gak makan waktu lama sih...Aulia menerima cinta Handoko.

Segeralah Aulia di nikahi oleh Handoko dengan acara resepsi cukup mewah semua staf kantor di mana Handoko di undang termasuk Pak Teguh. Saat di...pernikahan....Pak Teguh memberikan hadiah pada Aulia promosi jabatan yang baik karena usaha Aulia yang ingin maju. Aulia senang dan berterima kasih pada Pak Teguh yang baik padanya. Handoko hanya bisa tersenyum bahagia dengan keberhasilah Aulia termasuk Ibu Sofian dan Ibunya Aulia tercinta. Dalam hati Aulia selalu ada bayangan Ayah tercinta dan di pikiran Aulia hanya ada nasehat Ayahnya yang membimbing Aulia menjadi anak yang berguna dan berbakti pada orang tua.
Blog, Updated at: June 24, 2019

0 komentar:

Post a Comment