JALANGKUNG

Posted By Cerpen universal on Tuesday, June 25, 2019 | June 25, 2019

JALANGKUNG

Seusai pulang sekolah Boni dateng ke rumah Rahmat dengan pake sepedah.

"Rahmat main yoook...." teriak Boni.

Rahmat mendengar panggilan Boni yang lantang. Rahmat pun keluar dari rumah sambil membawa sepedahnya.

"Ayo ...Boni ....," ajakan Rahmat.

"Ayo," jawab Boni.

Rahmat dan Boni mengayuh sepedah mengelilingi komplek perumahaan dengan penuh kegembiraan. Rasa haus pun dateng pada Rahmat.

"Boni....cari minum yuk,"  ajakan Rahmat.

"Ayo....! Dimana?" jawab Boni dan bertanya.

"Di sana!" kata Rahmat.

"Ok....di sana!" saut Boni.

Boni dan Rahmat mengayuh sepedahnya sampai di warung pinggir jalan. Sampai di warung Rahmat nitip sepedah ke Boni untuk membeli minuman. Dengan sabar menunggu Rahmat membeli minuman.

Boni segera membeli minuman 2 botol aqua dingin dan dibayar dengan uang pas. Saat mau ke tempat Boni menunggu. Rahmat tidak sengaja mendengar perbincangan dua orang yang cukup antusias tentang jalangkung.

Rahmat ingat Boni yang nungguin dia. Jadi Rahmat mengabaikan pembicaraan 2 orang tentang jalangkung. Segera Rahmat mendatengi Boni yang cukup lama nunggu.

"Ini...minumnya," kata Rahmat sambil menyerahkan botol aqua pada Boni.

"Iya...Rahmat. Tapi kenapa beli minumannya lama?" tanya Boni.

Boni pun menenggak minuman botol aqua untuk menghilangkan rasa hausnya.

"Maaf kalau menunggu lama .....Boni. Saya tidak sengaja mendengar omongan orang tentang jalangkung," kata Rahmat.

"Haaaa...jalangkung. Mainan kesirikan. Manggil roh. Orang zaman sekarang masih kebelinger," kata Boni.

"Ah...cuma omongan aja. Jangan dianggap serius ah....Boni..."

"Iya....juga. Bener kamu Rahmat."

"Ayo..main lagi Boni."

"Iya....Rahmat."

Boni dan Rahmat melanjutkan main sepedahnya setelah menghilang rasa hausnya menghabiskan botol minum aqua. Hari mulai berganti malam. Boni dan Rahmat memutuskan pulang ke rumah masing-masing.

Saat perjalan pulang tak sengaja menemukan boneka terbuat dari batang kayu dan kepalanya tempurung kelapa. Boni dan Rahmat berhenti dan ingin memastikan boneka yang di temukan mereka berdua.

Rahmat mengangkat boneka temuaannya dengan tangan kanannya.

"Jalangkung......Boni...," kata Rahmat.

"Iya.....Rahmat...buang aja. Bulu kuduk saya mulai naik alias merinding,"  kata Boni.

"Saya juga," saut Rahmat.

Rahmat membuang boneka jalangkung dengan sekuat tenaga. Tiba-tiba boneka jalangkung melayang di udara dan menampakkan roh yang merasukin boneka jalangkung berwujut sangat menyeramkan.

"Setan...........," teriak Rahmat.

"Se...se..se....tan," teriak juga Boni.

Rahmat kabur duluan dengan mengayuh sepedah dengan sangat cepat baru Boni. Rahmat dan Boni saling beriringan mengayuh sepedahnya sampai pulang ke rumah.
Blog, Updated at: June 25, 2019

0 komentar:

Post a Comment