DOLL
Saat Anisa berkunjung ke rumahnya neneknya melihat sebuah boneka cantik di taruh di dalam lemari. Awalnya tidak perduli dengan boneka tersebut. Tetapi selama tinggal di rumah neneknya boneka telah berpindah ruangan dalam rumah. Anisa penasaran dengan boneka tersebut lalu mengambil boneka saat berada di atas meja dan membawa boneka ke Ibunya lalu bertanya tentang boneka tersebut.
Sang Ibu menceritakan tentang boneka yang bernama Alisya yang memberikan nama adalah Ibu dari Ibu yaitu nenek Anisa. Boneka Alisya hadiah dari seorang teman nenek masih kecil yang nama Alisya yang meninggal karena sakit kanker darah saat usia 10 tahun.
Boneka Alisya menemani nenek sampai ajal menjemputnya dan di simpan menjadi kenangan. Anisa pun baru mengerti setelah di ceritakan Ibunya tentang boneka Alisya. Lalu boneka Alisya di taruh di kamar Anisa tepatnya di taruh di meja belajar.
Saat malam tiba tepatnya jam 12 malam. Semua orang tidur tenang dengan tenang begitu juga dengan Anisa. Boneka Alisya bangun dan bergerak, lalu melompat dari atas meja belajar. Anisa terbangun dari tidurnya karena resah dan hendak mencari Ibunya di kamarnya.
Anisa melihat boneka Alisya bermain lompat tali sendirian di ruang tengah. Anisa bergerak mendekati boneka Alisya dengan cepat. Tapi ternyata boneka Alisya langsung tidak bergerak lagi.
"Hey boneka kenapa kamu tidak bergerak?" tanya Anisa.
Sang boneka hanya diam saja. Anisa mulai jengkel dengan boneka yang tidak bergerak lagi. Anisa mengangkat boneka Alisya dan di lempar. Ternyata boneka Alisya langsung aktrasi dan berdiri dengan dua kakinya.
"Jadi anak ternyata kasar juga," kata boneka Alisya.
"Kamu bisa bicara?" tanya Anisa.
"Iya begitulah...bisa bicara dan bergerak seperti halnya manusia," penjelasan boneka Alisya.
Boneka Alisya langsung duduk di pinggir meja sambil mengoyang-goyang kakinya.
"Sejak kapan kamu bisa bicara dan bergerak seperti manusia?" tanya Anisa sambil menarik kursi dan duduk di kursi tersebut.
"Saat itu tiba-tiba saya terbangun melihat tangan dan kaki saya boneka. Kemudian saya berkaca ternyata boneka dan saya membuka baju ternyata ada tulisan nama Alisya di badan saya," cerita Alisya.
"Mana tulisan nama itu...saya mau melihatnya!" kata Anisa yang ingin tahu.
Boneka Alisya membuka bajunya dan di tunjukkan nama yang di tertulis di badan boneka.
"Ternyata namanya Alisya. Jangan-jangan karena nama ini kamu bisa bicara dan bergerak," kata Anisa.
"Ya..begitulah. Saya adalah Alisya yang meninggal karena sakit kangker darah. Dan akhirnya saya bisa menikmati hidup dengan tubuh boneka dan bermain dengan Adinda yaitu nenek kamu Alisa," kata boneka Alisya.
"Jadi kamu adalah teman terbaik nenek...saya.," kata Anisa.
"Iya. Dulu tapi saya sekarang ini sendirian setelah nenek kamu Anisa meninggal. Tidak ada yang mau bermain dengan saya," kata boneka Alisya yang sedih.
"Kalau begitu berteman dengan Anisa. Jadi kita bisa bermain bersama," permintaan Anisa.
"Saya..mau," saut boneka Alisya.
Kabut muncul di ruangan lalu keluarlah sesosok roh Adinda.
"Teman ku....," kata roh Adinda.
Anisa melihat roh neneknya dan boneka Alisya.
"Nenek," kata Anisa.
"Teman terbaik saya," kata boneka Alisya.
Roh Adinda pun bercahaya dan langsung menghilang sekejab dan keadaan kembali normal semuanya. Sinar matahari masuk ke dalam kamar Anisa dari jendela kaca. Anisa pun bangun dari tidurnya dan hendak untuk mandi pagi dan berganti pakaian untuk pergi ke sekolah. Boneka Alisya tetap di meja belajar Anisa.
Lalu Anisa pun teringat sesuatu saat sarapan bersama Ibu dan Ayahnya.
"Apa...kenyataan apa mimpi ya...saya ngobrol dengan boneka Anisa," kata hati Anisa.
Anisa melupakannya mimpi atau kenyataan itu dan melanjutkan sarapannya. Setelah itu berangkat sekolah di antar Ayahnya tidak lupa pamitan dengan Ibu tersayang. Sedangkan boneka Alisya bermain sendirian di kamar Anisa dengan penuh keriangan sekali.


0 komentar:
Post a Comment