CINTA UNTUK SILFI

Posted By Cerpen universal on Thursday, June 13, 2019 | June 13, 2019

CINTA UNTUK SILFI

Doni seperti biasanya sedang bermain basket di lapangan sekolah bersama teman-temannya. Saat mengoperbola melihat sosok Silfi yang nonton anak-anak main basket.
Permain Doni sampe di buang bola basket keluar lapangan.

"Doni niat...main gak?" tanya Kasno.

"Niat...niat," jawab Doni.

"Lanjut...mainnya," kata Kasno.

Permainan bola basket di mulai lagi. Bola di dapetkan oleh Doni dan langsung slamdunk dan masuk. Tim Dono seneng karena berhasil memasukan ring lawan. Anjas menyuruh teman-temannya untuk memperketat penjagaan sama Doni agar tidak mencetak angka. Seperti Kuncoro yang langsung nyaut "Ya...saya siap."

Anjas langsung menyuruh Kuncoro "Kecilkan suaramu nanti .....kedengaran lawan...strategi..kita!"

"Iya..maaf," jawab Kuncoro.

Pertandingan di mulai lagi dengan posisi yang telah di sepakati. Kuncoro berhasil membayangi Doni dengan ketat banget. Sampe akhirnya Anjas berhasil memasukkan bola ke ring tim lawan.

Doni dan kawan-kawan mulai kacau karena terus-terus kalah strategi dalam menyerang dan bertahan sama tim lawan pada akhirnya ketinggalan angka karena Anjas berhasil mencetak angka ke ring dengan nilai poin angka yang  cukup selisih jauh.

Sampai pertandingan selesai. Tim Doni kalah dengan timnya Anjas. Doni menunduk di pinggir lapangan karena kalah apalagi di tonton cewek yang di sukainya. Untuk memberi semangat kepada Doni dan kawan-kawan Kasno berkata "Lain kali kita yang menang...ini cuma latihan...bukan pertandingan kejuaraan basket dan juga Anjas dan kawan-kawannya kan...masih satu tim basket sekolah ini....ayo semangat."

"Iya...semangat."

Anjas dan timnya mendekati Kasno dan timnya untuk berjabat tangan dan berkata "Latihan...seru banget....kalau kita bersatu...kejuraan basket antar sekolah kita semua..bisa menang."

"Iya....menang," saut Kuncoro duluan.

"Kebiasaan...Kun....," kata Anjas.

"Maklum kebiasaan," saut Kuncoro.

Anjas dan timnya beserta timnya Kasno sepakat dan berteriak "Juara....untuk juara antar sekolah."

Latihan bola basket selesai. Doni ingin mendekati Silfi tapi sudah di duluan oleh Anjas. Rumor di sekolahan Silfi sudah jadian dengan Anjas.

Doni tetap murung. Untung ada Kasno yang memberikan masukan ke Doni "Lupa...Silfi...masih banyak cewek seperti dia....jangan cari perkara. Turnamen antar sekolah akan di mulai. Jadi..buat kosentrasi mu pecah gara-gara urusan cinta."

"Iya."

Doni dan Kasno pulang bareng dengan naik motornya Kasno. Sedangkan Doni gak di bolehin bawa motor sekolah karena alasan ini dan itu ya....tepatnya sih gak ada sim lah harus saat kuliah nanti di bolehkan orang tua.

Sampai Doni seperti biasa menjalankan aktivitasnya belajar dan belajar karena harus masuk Universitas yang di inginin Doni.

***

Anjas mengantar Selfi dengan mobinya orang tuanya Anjaslah. Selfi pacaran Anjas ya...biasa-biasa aja masih ada jaraknyalah karena Silfi selalu di temani oleh teman baiknyaTiana ya...ikut juga di dalam mobilnya Anjas. Sampai di rumah Silfi.

"Terima kasih..ya...sudah di anter sampe rumah," kata Silfi.

"Ya..sama-sama," saut Anjas.

"Gue..juga..sama...terima kasih...ayang Anjas," kata Tiana.

"Iya..tapi..sebenarnya kamu gak masuk itungan...ah," kata Anjas.

"Bodo...amat. Karena saya gak percaya dengan kamu...cowok playboy," kata Tiana menyudutkan.

Anjas diam omongan Tiana yang terlalu menyudutkan dirinya. Tiana dan Selfi masuk ke dalam rumah Silfi. Anjas pun membawa mobilnya pergi dari rumah Silfi.

"Tiana..kenapa kamu ngomong gitu sama Anjas begitu?"

"Kan kenyataannya...kan..begitu. Saya cuma khawatir..saja hubungan percintaan kamu...hanya permainan..saja. Jangan kamu...Selfi sudah main..hati..ya..pacarannya. Kalau bener....siap-siap patah hati."

"Kok..ngomongnya gitu. Emangnya kamu punya bukti kalau...Anjas itu playboy."

"Niee..Hp...saya..buka..sendiri saya simpen foto-foto Anjas dengan cewek lain. Alias main di belakang mu."

"Mana saya buktikan."

Silfi melihat foto-foto..Anjas bersama cewek lain selain dirinya. Silfi melihat foto-foto tersebut dengan seksama lewat Hpnya...Tiana.

"Sial..bener..dia..main di belakang saya."

"Sudah..saya...bilang..jangan percaya dengan...Anjas..playboy..anaknya."

"Udah lah jangan ngomongin..cowok lagi..gak..biarin aja jadi antar jemput saya ke sekolah."

"Maksudnya sopir pribadi...?"

"Yo....i."

Silfi dan Tiana mulai belajar barengnya sampai tugas-tugas sekolah selesai.

***

Doni main ke rumah Kasno lewat jalan ke rumah Selfi. Eee melihat Silfi dan Tiana yang sedang ngobrol di depan gerbang rumah. Ya...Doni sedikit menyapa dengan menghentikan sepedahnya tepat di depan Sifli dan Tiana.

"Malam....Sifli dan Tiana...boleh ikutan ngobrol...gak..kaya asik banget."

"Ngobrol atau mau niat lain?" tanya Tania.

"Hus...apa sih!!!,"  kata Silfi.

"Kan...modusu cowok aja Silfi," kata Tiana yang tersamar.

"Ya...cuma hanya lewat saja...jalan sini. Tapi kalau Saya di pojokin...gitu sih...kaya ketahuan..niat...tersembunyi...ya..Tania," kata Doni.

"Kelihatan banget...banget...pandangan kamu..Don....ke arah Silfi terus. Begitu Silfi...kamu..juga," penjelasan Tania.

"Apaan...sih.. kamu Tania," kata Silfi yang malu.

"Orang kenyataannya begitu," kata Tania.

"Iya..deh..kalau..sudah ketahuan Saya..ngaku deh. Saya suka salah satu dari kalian..berdua tapi sekedar teman baik...deh. Kalau lebih...jauh..ya...Saya memilih...menyelesaikan sekolah dulu. Ah...gak penting hubungan pacaran..itu. Nanti gak di restui oleh orang tua," penjelasan Doni.

"Kok..ngomongnya gitu...Doni..kamu..malah..bersikap dewasa banget," kata Tania.

"Iya...dewasa banget....," kata Selfi.

"Sudahlah..anterin Saya pulang," kata Tania.

"Iya..Saya.anter pake...sepedah... Duduk di depan atau duduk belakang...Tania?"

"Ya...belakang..lah. Kalau depan maunya kamu. Untung di kamu rugi..di saya....."

"Pikiran..jauh..banget!!!. Ayo..naik...duduk di belakang," kata Doni.

"Iya..Saya naik. Selfi..sampai...besok deh....Da...da..da..," kata Tania.

"Da...da...da...hati-hati di jalan," kata Sifli.

Doni mengayuh sepedahnya dengan baik dan Tania nyaman duduk belakang sampai ke rumah Tania. Setelah itu baru sampai di rumah Kasno yang gak jauh dari rumah Tania.

Doni dan Kasno main game Ps 4 dengan asik banget sampai larut malem baruh deh Doni pulang ke rumahnya untuk istirahat.

***

Esok harinya Doni kesiangan dan buru-buru ke sekolah karena ada karena Doni lupa ada pertandingan basket antar sekolah. Dengan cepat Doni ke sekolah. Sampai juga dan langsung masuk Bis khusus untuk mengantarkan pemain ke gelanggang olahraga tepatnya lapangan sekolah.

Doni dan kawannya tepat waktu di pertandingan. Doni dan kawan-kawan tanding dengan tim basket yang terkuat karena pernah menang ke juaraan nasional. Doni dan teman-temannya gak pernah takut dengan lawannya karena sudah latihan setiap hari untuk meningkat potensi sampai maksimal.

Awal permainan bolabasket tim Doni mengalami kalah poin karena di serang habis-habisan...sama tim lawan. Saat pertengahan...mulailah menguasai lapangan Doni dan kawan-kawan dan banyak mencetak angka. Dan juga Doni melihat Silfi di bangku penonton bersama Tania. Doni tidak ingin mengecewakan orang yang di sukainya menonton permainan bola basket buruk.

Doni langsung konsentrasi dengan penuh ketotalan. Doni meminta Kasno mengoper ke Doni bukan ke Anjas. Sedang Anjas pun tidak ada masalah yang penting menang dan bisa menghancurkan tim lawan.

Doni mendapatkan bola dari Kasno dengan akurat. Langsung dengan instinya sebagai pemain penyerang untuk mencetak angka. Doni berhasil slamdunk. Tim Doni...mengejar ketinggalan dengan tahap demi tahap, tapi pasti ke tujuan.

Sampai..siasat kedua di lancarkan Kasno mengoper ke Anjas dan berusaha mencetak angka ke ring lawan. Tapi bisa di belok sampai bola basket di lempar Anjas gagal masuk ring. Bola lepas terjadi. Doni langsung bergerak cepat karena berhasil lepas dari penjagaan dan mengambil bola basket segera di lancarkan di masukkan kedalam ring lawan.

Akhirnya..berhasil mencetak angka. Kombinasi serangan Doni dan Anjas berkali-kali mendesak lawan sampai memenangkan pertandingan dan mengalahkan juara nasional.

Doni dan kawan-kawan tidak boleh berpuas hati karena pertandingan yang sebenarnya masih banyak tim basket kuat-kuat lebih kuat dari lawan sekarang. Dan juga dianggap hal keberuntungan saja sama Doni dan kawan-kawan..mengalahkan juara nasional.

Usai pertandingan Anjas di dekati cewek lain selain Silfi dan begiti mersa. Sifli dateng bersama Tania untuk menemani saja dan juga mengucap selamat ke Anjas karena berhasil menang pertandingan basket antar sekolah.

Tapi di lihat Silfi kenyataan yang sebenarnya bahwa Anjas selingkuh. Di tamparlah pipi Anjas dengan tangan Silfi dan berkata "Putus."

"Tukang selingkuh," kata Tania yang menyatakan kebenaran.

Anjas tidak bisa berkata apa-apa lagi? Silfi dan Tania meninggalka Anjas begitu saja. Doni dan Kasno melihat semuanya Anjas di putusin Silfi.

Doni pun akhir punya peluang untuk menyatakan cinta pada Silfi.

***

Doni pun mulai berusaha dekat dengan Silfi dengan cara apa pun? Tapi Silfi tidak mau menjalin hubungan lebih laki alias gak mau pacaran karena belajar dari kesalahan dan lebih baik menyelesaikan sekolahnya.

Doni gak bisa untuk memaksakan kehendaknya dan lebih baik kembali jadi temannya Silfi. Temannya dekatnya Sifli....si Tania...tahu kalau Doni....sungguh-sungguh cnta sama Silfi karena Silfi cinta pertama Doni dan akhir dari sebuah jawaban bahwa benar-benar menyukai Silfi apa adanya dengan segala kekurangan dan kelebihannya.

***

Bertahun-tahun Doni mengejar cinta Silfi dan terus menerus jadi bayangan yang selalu menjaganya dan membuat bergembira terus dengan jadi teman baiknya. Sampai akhirnya Silfi dan keluarganya pindah dari kota Jakarta ke Sulawesi karena Ayahnya lagi bangun usaha di kampung halaman.

Demi Silfi cinta pertama Doni dan juga Doni sudah menyelesaikan kuliahnya dan juga udah kerja di perusahaan yang bonafit. Langsung Doni pergi ke Sulawesi bersama Tania untuk menyatakan cintanya pada Silfi.

Sampai di rumah Silfi .....Doni dan Tania di sambut baik karena teman lama main ke Sulawesi dengan urusan cinta. Saat Doni diajak keliling melihat daerah-daerah wisata di Sulawesi dan juga Tania ikut juga. Saat...moment pas banget. Doni...menyatakan cintanya lagi....ke sekian kalinya..sama Silfi dan di terima.

Segeralah dinikahin oleh Doni..... Silfi dengan acara lamaran yang cukup sederhana tapi mewah. Tania pun senang karena berhasilkan menyatukan 2 orang mencintai termasuk dirinya Tania yang dilamar oleh Kasno.... cinta SMAnya...Tania.
Blog, Updated at: June 13, 2019

0 komentar:

Post a Comment