ROH PELINDUNG

Posted By Cerpen universal on Wednesday, October 10, 2018 | October 10, 2018

ROH PELINDUNG

Siang hari yang cerah di  halaman depan rumah. Ren sedang asik santai di depan rumah bersama ayah tercinta yang bernama Jet. Ren yang masih berumur 7 tahun yang pikirannya ingin bermain terus, tapi Ayah Jet memberikan banyak nasehat pada anaknya untuk lebih bertangung jawab. Ren awal tidak mengerti sama sekali. Sang Ayah Jet selalu membimbing Ren menjadi sosok yang berani dan bertanggung jawab demi adik mau lahir ke dunia ini.

Ren senang sekali punya adik. Maka setiap hari Ren tidur bersama Ibu tersayang yang nama Ling. Waktu begitu cepat Ren pun duduk menunggu di depan rumah sambil melihat langit yang cerah. Sang Ibu Ling berusaha dengan sekuat tenaga melahirkan bayi kecil yang imut. Sang Ayah Jet membantu persalinan sampai selesai. Telah lama menunggu di depan rumah Ren mendengar suara tangisan bayi yang nyaring sekali.

Ren pun senang adiknya telah lahir ke dunia ini. Bergegaslah Ren masuk ke dalam rumah langsung menuju kamar Ibunya. Terlihat bayi yang lucu oleh Ren.

"Ren sini. Adik mu telah lahir!" kata Ibu Ling.

Ren mendekati adik bayi, lalu menyentuhnya dengan tangan kanan. Bayi lucu pun hanya tersenyum saja di pelukan Ibu Ling. Ren pun senang sekali karena punya teman bermain. Sang Ayah Jet pun berhasil mendidik Ren dengan baik. Setiap malam Ren selalu tidur bersama adik bayi yang lucu. Waktu berjalan dengan cepat sekali.

Ren pada saat itu sedang bermain di halaman belakang. Terdengar suara gaduh di halaman depan. Ren bergerak ke depan rumah sambil bersembunyi di balik pohon. Seorang pemuda berkepala botak yang bernama Dedi memanggil sesosok roh dengan teknik pemanggilan. Dateng lah roh bertubuh besar yang bernama Jengis Khan.

"Jengis khan sekarang cari manusia yang memiliki kekuatan terbesar di daerah sini!" perintah Dedi.

"Baik tuan," kata Jengis Khan.

Jengis Khan bergerak cepat dan mencari sekeliling area. Lalu Jengis Khan merasakan energi roh yang kuat sekali dan masuk ke dalam rumahnya Ren. Di dalam rumah Jengis Khan menemukan sesosok bayi yang lagi tidur di tempat tidurnya. Jengis Khan mengambil bayi tersebut dan menggedongnya, lalu di bawa keluar dari rumah untuk bertemu dengan tuannya di depan rumah.

"Lapor tuan saya menemukan manusia yang memiliki energi roh yang paling kuat di daerah sini," kata Jengis Khan.

"Bagus sekali," kata Dedi.

Ren melihat adiknya mau di bawa pergi oleh yang tidak di kenal. Di dalam pikiran Ren telah tertanamkan nasehat Ayahnya Jet. Ren keluar dari persembunyiannya bergerak ke  tempat orang mau mengambil adiknya tersayang.

"Jangan ambil adik ku!" perintah Ren.

"Siapa kamu?. Berani-beraninya memperintahkan saya seperti itu. Apakah kamu tahu kamu berhadapan dengan siapa?" kata Dedi.

Ren tidak memperdulikan omongan Dedi tetap berteriak keras "Jangan ambil adik kecil saya." Dedi mendengar ocehan anak kecil yang mengaku sebagai kakak dari bayi keci tersebut. Lalu Dedi tidak mengrubis anak kecil tersebut dan menyuruh Roh Jengis Khan membawa bayi pergi. Karena perintah tuannya Jengis Khan mengikutinya dan membawa bayi ke istana Dedi dengan sekejab.

Ren berusaha menghalanginya tapi tinju dengan kuat oleh Dedi si kepala botak sampai terpental jauh. Bocah berumur 10 tahun sudah mengalami kekerasan cukup parah dari serangan orang tua yang tidak punya otak. Tapi Ren bangun dari rasa sakitnya akibat tonjokan yang kuat dari Dedi.

"Saya akan melawan kamu," kata Ren.

"Dengan cara apa kamu melawan saya?" tanya Dedi yang sombong dan congkak.

Ren yang anak kecil tidak mengerti apa pun? tapi dia melihat cara musuhnya memanggil roh panggilan. Ren pun mencoba memanggil roh panggilan mengikuti gerakan musuhnya saat memanggil roh pelindungnya. Tapi ternyata Ren tidak berhasil memanggil roh pelindung dirinya.

Dedi si kepala botak tertawa terpingkal-pingkal karena ulah anak kecil yang tidak mengerti memanggil roh pelindung. Dedi yang sombong menunjukkan cara ke pada Ren yang bocah bodoh. Sekejab roh pelindung dateng di hadapan Dedi.

"Jengis Khan menghadap tuan," katanya dengan penuh rasa hormat.

"Hey..nak seperti ini lah cara memanggil roh pelindung. Masalahnya kenapa kamu tidak bisa karena kamu tidak memiliki energi roh yang cukup untuk memanggil roh pelindung," kata Dedi.

"Saya..tidak peduli dengan omongan kamu. Yang penting berikan adik saya yang kamu pergi!" kata Ren.

"Adik...mu memiliki energi roh yang cukup kuat. Saya akan mendidiknya menjadi prajurit yang handal. Untuk memenuhi ambisi saya menguasai negeri dan saya menjadi raja yang mutlak di negeri ini," kata Dedi.

"Saya tidak peduli. Serahkan adik saya!" kata Dedi sambil berlari menyerang Dedi dengan sebuah tinjuan.

Jengis Khan langsung bergerak cepat menangkap Ren.

"Mau di apakan anak ini tuan?" tanya Jengis Khan.

"Kurung saja di rumahnya!" perintah Dedi.

"Baik," kata Jengis Khan.

Jengis Khan membawa Ren ke dalam rumah dan langsung di kunci semua pintu agar tidak melarikan diri. Setelah itu Jengis Khan menghilang dengan sekejab. Sedangkan Dedi berjalan-jalan ke kota sambil mencari manusia yang memiliki roh terkuat. Di dalam rumah Ren mulai berusaha sekuat tenaga keluar dari rumah. Tetap saja Ren tidak bisa menjebol pintu rumah. Ren pun mulai mempelajari apa yang di ajari musuhnya dengan baik. Ren pun tenggelam oleh sebuah kekuatan di dalam dirinya demi membangkitkan roh pelindung. Dalam dunia demensi waktu Ren bertemu dengan roh pelindung yang sedang duduk di singgah sananya.

"Apakah kamu ..roh pelindung saya?" Ren pun bertanya.

"Iya..benar tuan. Tapi anda harus membuat perjanjian dengan saya untuk dapet memanggil saya ke dunia kenyataan," kata arahan roh pelindung.

"Perjanjian apa?" tanya Ren.

"Mudah tuan. Cuma tanda tangani gulungan ini dengan darah tuan,"kata roh pelindung.

"Iya..saya ikuti," kata Ren yang lugu banget.

Roh pelindung pun membuka gulungan dan sebuah jarum menyucuk ke tangan Ren. Tetesan darah jatuh di gulungan tersebut.

"Perjanjian selesai. Panggil nama saya saat anda dalam ke sulitan," kata roh pelindung.

"Baiklah," kata Ren.

Ren pun kembali ke dunia kenyataan. Ren mulai mencoba memanggil roh pelindung dengan gerakan yang di hapalnya. Lalu energi besar merasuki tubuhnya sampai matanya bercahaya berwarna merah. Ren pun berteriak keras memanggil roh pelindungnya yang bernama "Sung Go Kong." Sekejab roh pelindung pun dateng di hadapan Ren.

"Apa perintah tuan?" tanya Sung Go Kong.

"Saya perintah kamu membebaskan saya dari rumah ini!" kata Ren.

"Baik," jawab Sun Go Kong.

Sun Go Kong mendobrak pintu dengan pukulan yang cukup kuat agar pintu terbuka. Ren keluar dari rumah dan mengejar musuhnya. Ren pun berhasil menemukan Dedi langsung menghadangnya.

"Berikan adik saya!" kata Ren.

"Anak tadi. Ngeyel banget ni anak. Bikin repot aja," kata Dedi.

Ren pun memanggil roh pelindungnya Sung Go Kong dan menyuruh menghajar musuh yang jahat banget. Sung Go Kong bergerak cepat dan mulai mengarahkan tinjuannya ke arah Dedi. Tapi serangan Sung Go Kong di halangi Jengis Khan dengan tangan yang kuat. Terjadilah adu kekuatan antara Sung Go Kong dan Jangis Khan.Ternyata Sung Go Kong di hajar dengan sebuah  tendangan sampai terpental.

"Wah...wah..anak kecil jadi kamu berhasil memangil roh pelindung. Tapi roh pelindung mu tidak begitu kuat anak kecil. Baru di hajar roh pelindung saya sudah terpental," kata Dedi yang sombong.

"Roh pelindung saya..bukan roh pelindung yang biasa. Roh pelindung ini di kenal dengan raja kera sakti yang pernah menghancurkan khayangan yang di kenal namanya Sung Go Kong," kata Ren.

"Apaaaaa..................Roh Agung...Dewa Perang Sung Go Kong!?" kata terkejut Dedi.

Sung Go Kong menunjukkan wujud aslinya dengan pakaian perang kebanggaannya dan sebuah tongkat emasnya. Dedi melihat dengan jelas roh pelindung dari anak kecil yang dianiyayanya. Jengis Khan sang roh pelindung sedikit ciut nyalinya, tapi karena perintah tuannya Dedi untuk menghajar anak kecil yang selalu menghalangi langkah kakinya untuk menguasai negeri ini dengan sebuah teror kejahatan.

Jengis khan mengeluarkan senjata yang berupa golak pembunuh naga. Tetap saja Sung Go Kong tidak gentar dengan musuhnya. Jengis Khan mulai melancarkan serangan tebasan golok pembunuh naga yang terkenal di dunia persilatan. Go Kong menangkis serangan pedang dari Jengis Khan dengan tubuhnya yang kuas seperti baja.  Berkali-kali Jengis Khan menebas Go Kong dan hasil nihil tidak bisa menebasnya. Go Kong mulai melancarkan serangan tongkat saktinya  ke arah Jengis Khan. Dengan cepat Jengis Khan menghalanginya dengan golok pembunuh naga. Terjadi benturan hebat sekali di antara tongkat sakti dan golok pembunuh naga. Tetap kenyataan yang terjadi. Tongkat sakti mematahkan golok pembunuh naga yang tersohor di jagat dunia persilatan.

Serangan masuk dan pertahan jebol ke arah Jengis Khan sampai terpukul.

"Ahhhhh," teriak Jengis Khan yang terkena serangan tongkat sakti Go Kong.

Efek dari kekutan Go Kong ke Jengis Khan membuatnya terpental ke langit dan jatuh menabrak gunung.

"Saya..kalah," kata Jengis Khan tidak berdaya.

Jengis Khan pun menghilang. Dedi melihat pertarungan hebat tersebut dan juga penuh ketakutan karena roh pelindungnya kalah. Dedi yang keras kepala tetap ingin melanjutkan impiannya menguasai negeri ini. Dengan kekuatan Dedi menyerang Ren saat Go Kong lengah. Sebuah tinjuan mengarah ke Ren yang di lancarkan Dedi. Go Kong si roh pelindung langsung menghalangi dan menghajar Dedi si kepala botak di hajar sampai babak belur.

"Ampuni saya!" kata permohonan Dedi yang penuh luka.

"Dimana adik saya?" tanya Ren.

"Adik..kamu di istana saya," kata Dedi penuh ketakutan.

Ren pun menyuruh  Go Kong untuk mengambil adiknya di istana Dedi. Dengan sekejab Go Kong sampai di istana, lalu melihat bayi lucu di sebuah kamar. Go Kong mulai mengendongnya dan membawanya ke hadapan Ren.

"Tuan adik anda selamat," kata Go Kong.

"Adik saya," kata Ren sambil mengendong adiknya.

Ren pun pulang ke rumah beserta adiknya. Go Kong si roh pelindung pun menghilang. Sedangkan Dedi si kepala botak di biarkan begitu saja oleh Ren. Sampai di rumah Ren menjaga adik kesayangannya dengan baik di beri susu botol yang di buatnya. Waktu terus berjalan semestinya. Tapi Ren terus menjaga adiknya dengan baik. Tapi kenyataan pahitnya orang tua Ren tidak juga pulang ke rumah.
Blog, Updated at: October 10, 2018

0 komentar:

Post a Comment