DRAGONFLY

Posted By Cerpen universal on Wednesday, October 10, 2018 | October 10, 2018

DRAGONFLY

Sebuah ruangan penelitian ilmiah. Sebuah benda di masukkan ke dalam sebuah tabung kaca. Lalu beberapa ahli di bidang kimiawi menuangkan beberapa cairan dalam tabung kaca. Saat proses reaksi di dalam tabung kaca. Lampu ruangan penelitian mati. Seorang kakek tua berjalan masuk melewati penjagaan ketat dan berubah menjadi Singa putih. Para penjaga pusat penelitian menghadang Singa putih  sebuah tongkat.

Singa putih dengan kebuasannya menghajar semua penjaga di pusat penelitian sampai mati. Singa putih langsung masuk ke dalam ruang penelitian, tetapi di hadang oleh para ahli di bidang penelitian kimiawi. Singa putih tidak peduli siapa yang menghadangnya dengan sangat beringas membunuh satu-satu ahli di bidang penelitian kimiawi. Lalu segera Singa putih mengambil benda yang terdapat dalam tabung kaca.

Singa putih menghancurkan benda yang membatu dan terlihat wujud dari asli benda tersebut. Singa putih membawanya keluar dari ruang penelitian. Tapi ternyata di hadang oleh sesosok pemuda yang berjaket hitam dan meminta benda yang di bawa oleh Singa putih. Tapi Singa putih tidak mau memberikan benda yang di bawanya.

Pemuda berjaket hitam berubah menjadi Panter dan menyerang Singa putih dengan sebuah cakar yang mematikan. Singa putih menghindari serangan cakar sampai tendangan mematikan dari Penter ke bagian kepala.Singa putih melancarkan serangan sebuah tinjuan ke arah dada Penter sampai terpental dan menabrak tebok.

"Lain kaki kita bertarung lagi," kata Singa putih.

Singa putih berjalan keluar dengan cepat ternyata Penter memencet alaram. Pusat penelitian terdengar suara yang nyaring dari alaram. Singa putih dengan cepat keluar dari pusat penelitian. Sampai di pos penjagaan Singa putih berubah menjadi seorang kakek yang bernama Jack dan masuk ke dalam mobil dan bergerak cepat menuju markasnya. Pimpinan dari pusat penelitian mengirimkan sebuah robot tempur berbentuk helekopter dengan peralatan senjata perang yang mutahir. Robot helikopter mengejar mobil yang di bawa oleh Jack dan langsung di serang dengan tembakan beruntun.

Jack dengan mahir menghindari serangan robot helikopter. Sampai masuk ke dalam jalur terowongan bawah tanah. Robot helikopter tidak bisa mengejar lagi mobil Jack. Saat di tengah terowongan Jack berganti mobil  dan memberikan benda yang di bawanya di simpan di dalam tas koper kecil dan di masukkan ke dalam tas ransel dan di berikan kepada cucunya yang bernama Sisilia.

Dengan tanggap Sisilia mengikuti perintah dari Kakek Jack membawa tas ransel dengan mengunakan motor kros sampai keluar terowongan. Sisilia terus melintasi jalan raya sampai pagi hari. Ketika kecapean Sisilia istirahat di sebuah tempat duduk di sebuah taman. Sisilia menikmati dengan makan dan minuman untuk mengisi perut yang kosong pada pagi hari itu. Tapi ternyata Sisilia tidak sendiri di taman itu. Ada seorang pemuda yang berjaket biru duduk di sebelahnya Sisilia dan sambil membawa tas ransel yang mirip di bawa oleh Sisilia, lalu di taruh di tempat duduk. Sisila yang selesai makan dan minum bangun dari tempat duduknya dan membuah bekas makannya ke tong sampah yang cukup jauh. Setelah itu baru mengambil tas ransel yang di taruh tempat duduk dan langsung meneruskan perjalanan.

Sedang pemuda yang duduk bersama Sisilia kehilangan tasnya saat ia buang air kecil sebentar dan mengira Sisilia yang mengambilnya. Pemuda berjaket biru mengikuti Sisilia dengan menggunakan motor. Sisilia terus berjalan dengan santai melewati dari satu daerah ke daerah lain. Ketika waktu menunjukkan siang hari Sisila istirahat pada sebuah kedai makan. Lalu Sisila memesan makan  pada pemilik kedai.

Sisilia menunggu pesannya di antar dan di sajikan. Tiba-tiba seorang pemuda berjaket merah duduk bersama Sisilia.

"Hey..Sisilia sudah lama tidak berjumpa," kata pemuda berjaket merah yang menunjukkan keakrapan.

Sisilia tidak mengrubis teman lamanya dan asik makanan yang baru di sajikan oleh pemilik kedai. Sisilia dengan lahap menyantap makanan. Saat itu orang mengikuti Sisilia masuk ke dalam kedai dan memesan makan pada pemilik kedai. Pemuda berjaket biru memperhatikan Sisilia yang sedang asik makan. Tetap Sisilia jojong menghabiskan makan dan minumannya dan segera membayarnya pada pemilik kedai.

Bergegaslah Sisilia keluar dari kedai makan dan tidak lupa membawa tas ranselnya. Pemuda yang berjaket merah mengikuti Sisilia dengan motor. Sedangkan pemuda berjaket biru ingin mengejar Sisilia tapi di halangi oleh pemilik kedai karena makan yang di pesannya sudah di sajikan dan harus dibayar. Pemuda berjaket biru mau gak mau makan dan minum apa yang di pesannya.

Sisilia terus berjalan dengan motornya sampai di persimpangan masuk kota. Sisilia pun istirahat dan pemuda yang berjaket merah pun menghampirinya.

"Sisilia...bareng yuk sama saya untuk menikmati daerah ini!" ajakan pemuda berjaket merah.

"Seperti biasanya kamu...Artur menggangu saya," kata Sisilia.

"Ayo lah Sisilia........cuma menikmati daerah sini!" ajakan Artur.

"Baiklah," kata Sisilia.

Tapi saat Sisilia mau menikmati daerah sekitar bersama Artur dateng dua orang pemuda berjaket hijau dan hitam. Sisilia melihat ke dua pemuda itu jengkel sekali. Tapi Artur senang bertemu dengan teman lamannya yang bernama Tang  dan King. Artur pun mengajak teman-temannya menikmati daerah tersebut sambil makan- makan yang di beli dari kedai pinggir jalan. Semua bahagia sekali. King pun menyinggir dari kelompok untuk buang air kecil. Berjalan King menuju sebuah pinggir hutan dan hendak buang air kecil. Tiba-tiba sebuah makluk terbang di langit dan menghampiri King. Langsung menusuk jantung King.

Sontak King kehilangan kesadarannya. Ketika Sisilia mau kembali mengambil motornya dan melanjutkan perjalannya melihat King yang terkapar di rerumputan. Sisilia ketakutan sekali dan memanggil Artur dan Tang kalau King sudah mati. Tapi ketika Artur dan Tang melihat mayatnya King menghilang begitu saja.

Sisilia jadi bingung sekali. Artur dan Tang menganggap Sisilia salah lihat. Waktu berganti malam. Sisilia  dan teman-temannya berkumpul membuat api unggun. Saat itu lagi asik-asiknya menikmati suasana api unggun King menghampiri Sisilia. Tiba-tiba King berubah menjadi pucat  dan lebur menjadi debu. Lalu Tang pun berubah juga menjadi pucat dan lebur menjadi debu. Sisilia ketakutan dan bergerak meninggalkan tempat kematian teman-temannya yang mendadak.

Bertemulah Sisilia dengan pemuda berjaket biru.

"Serahkan tas yang kamu bawa!" kata pemuda berjaket biru.

Sisilia tambah ketakutan sekali dan berlari masuk ke dalam pabrik. Pemuda berjaket biru terus mengikuti Sisilia dan meminta tas yang di bawa Sisilia. Karena ketakutan Sisilia terjatuh. Terlihatlah si Artur oleh Sisilia. Bangunlah Sisilia dari jatuhnya menghampiri Artur.

"Artur tolong saya," kata Sisilia.

Tapi Artur berubah menjadi monster Kelelawar dan menyerang Sisilia dengan sebuah cakar dari tangannya. Sisilia mampu menghindari serangan monster Kelelawar dan berlari menjauh. Ternyata Sisilia tidak sengaja menabrak pemuda berjaket biru yang mengikutinya.

"Serahkan tas itu," kata pemuda berjaket biru.

Sisilia menghindari pemuda berjaket biru. Tapi ternyata terjatuh ke tanah dan tas yang di bawa Sisilia terlepas dari pegangannya. Pemuda berjaket biru mengambil tas yang di bawa Sisilia dan memeriksanya.

"Ternyata isi tas ini bukan milik saya," kata pemuda berjaket biru.

Sisilia  di serang kembali oleh monster Kelelawar. Tapi Sisilia berhasil menghindar  dari serangan Kelelawar dan mengambil tasnya dekat pemuda berjaket biru. Sisilia membuka tas dan mengeluarkan koper berisi sebuah alat perubahan. Sisilia mencoba memakainya alat perubahan barupa sabuk kekuatan dan memencet sistem pada sebuah alat yang berbentuk Hp, lalu di satukan pada sabuk.

Sistem terkoneksi tapi ternyata sabuk menolak si pemakai dan mementalkan Sisilia. Kondisi makin gentik Kelelar mulai menyerang Sisilia. Lalu dengan cepat Sisilia memakai sabuk kekuatan pada pemuda berjaket biru dan memencet sistem perubahan. Alat perubahan terkoneksi dan menerima si pemakainya. Pemuda berjaket biru berubah kostom yang canggih yang bernama Dragonfly. Mulai Dragonfly menyerang monster Kelelawar dengan serangan tinjuan dan tendangan. Monster Kelelawar pun mampu mengimbangin serangan dari serangan Dragonfly.

Kemudian monster Kelelawar meningkatkan perubahannya dengan terbang dan menyerang cepat Dragonfly. Serangan cepat monster Kelelawar membuat Dragonfly kewalahan. Tapi dengan ke optimisan Dragonfly menyerang dengan sebuah tendangan dan membuat monster Kelelawar terjatuh. Dengan cepat Dragonfly berlari dan menyerang monster Kelelawar dengan sebuah tendangan yang mematikan. Seketika monster Kekelawar mengalami efek serangan tendangan Dragonfly. Tubuh monster Kelelawar terbakar dan akhir meledak.

Dragonfly memenangkan pertarungan dan kembali ke wujud semula seorang pemuda berjaket biru. Setelah itu pemuda berjaket biru memberikan sabuk kekuatan pada Sisilia dan berkata "Maaf kalau saya membuat mu takut."

"Iya ..tidak apa-apa kok," kata Sisilia.

Sisilia menerima sabuk kekuatan pemuda berjaket biru dan di  masukkan ke dalam tas koper kecil, lalu di masukkan ke dalam tas ransel.

"Ngomong-ngomong nama anda siapa?"  kata pemuda berjaket biru ingin berkenalan dengan Sisilia sambil mengulurkan tangan.

Sisilia mengulurkan tangannya dan bersalaman dengan pemuda berjaket biru , lalu berkata "Saya Sisilia." Pemuda berjaket biru pun berkata "Nama saya Kent." Semenjak itu Sisilia dan Kent berteman baik dan melanjutkan perjalan ke kota tujuan untuk menyerahkan sabuk kekuatan pada Kakek Jack.
Blog, Updated at: October 10, 2018

0 komentar:

Post a Comment