ROBOT BERUANG

Posted By Cerpen universal on Saturday, August 18, 2018 | August 18, 2018

ROBOT BERUANG

Hari yang cerah Megaman di ruang latihannya. Dengan terburu-buru dateng ke ruang latihan Megaman. Sosok yang cantik tapi bikin ilfil. Megaman selalu tidak memperdulikan Dina jojong dengan latihannya.

Megaman di suruh komandan untuk menghadap,” Kata Dina.

“Haaa............baik laksanakan,” sontak jawab Megaman.

“Eeeeeeehh.....ha...ha...ha,” suara tertawa Dina sambil di sembunyikan dengan tangan kanannya.

“Saya di bolongin.......ehhhhhh,” jawab Megaman dengan lemas sekali.

“Kamu lugu dan polos mudah di mainkan,” kata Dina.

“Terserahlah Din.....,” ujar Megaman.

Tiba-tiba alaram merah berbunyi memenuhi ruangan. Megaman dan Dina langsung menghadap komandan Arm di ruangannya.  Dirungan komandan Arm melihat penyerangan lewat satelit di lakukan oleh Robot Beruang. Kehancuran yang dilakukan Robot Beruang tidak bisa di biarkan. Komandan Arm langsung memerintahkan Megaman untuk menghancurkannya.

“Siap......,” kata Megaman.

Megaman keluar dari ruangan komandan Arm.

“Suut......,” kata Dina.

“Apa...? ,” jawab Megaman.

“Berjuang Megaman,” ujar Dina memberi semangat.

“Ehmmmm,” suara batuk kecil sambil di tutup oleh tangan kanan komandan Arm.

Sontak Megaman dan Dina terdiam langsung melaksanakan tugas masing-masing. Megaman mengambil motor roketnya  melaju dengan super cepat ke tempat tujuan.  Baru sampai di pinggir jalan Megaman di halangi oleh para pengendara liar. Megaman berusaha untuk menghindar dari serangan musuh. Kemudian Megaman sedikit jengkel dengan ulah kroco-kroco yang dikirim oleh robot beruang.  Dengan mengubah sistem tangan kanannya jadi senjata Megaman menyerang  para pengendara liar dengan di tembak sampai hancur lebur satu persatu setelah itu kembali ke sistemnya melaju dengan cepat motor roketnya ke area yang di serang Robot Beruang. Selang beberapa saat Megaman sampai di mana Robot Beruang menghancurkan kota dengan cakarnya yang tajam dapat memotong apapun.

“Hentikan serangan itu,” kata Megaman turn dari motor roketnya.

“Sial Megaman,” jawab Robot Beruang.

Sang Robot Beruang menyerang Megaman dengan tebasan cakarnya. Kemudian Megaman menghindari serangan cakar tajam Robot Beruang.

“Hampir saja.......,” kata Megaman.

“Lihat dulu yang benar,” Ujar Robot Beruang.

“Haaaaaaaa............dasar sial.......kau hancurkan motorku jadi tiga bagian,” terkejut Megaman sekaligus marah.

Megaman langsung mengubah tangan kanannya jadi senjata  dan di tembak ke arah Robot Beruang. Serangan berantai Megaman mengenai Robot Beruang  beberapa kali.

“Bagaimana serangan ku?!,” kata Megaman bertanya.

“Dasar brensek...... sial banget,” jawab Robot Beruang dengan kesal.

Sang Robot Beruang  dalam terluka melarikan diri dari pertarungan. Megaman mengejarnya dengan sistem berlari dan melompat ke hadapan Robot Beruang sambil menodongkan senjatanya di depan muka musuhnya.

“Mau lari kemana kamu?,” tanya Megaman.

“Cih.......,” jawab Robot Beruang.

Sang Robot Beruang menyerang Megamannya dengan cakarnya yang tajam dan memotong apapun.  Megaman menghindar dari serangan tersebut.  Ternyata sang Robot Beruang berputar dan masuk ke dalam tanah. Sontak Megaman melihat musuhnya masuk ke dalam tanah serangannya langsung di arahkan ke dalam lubang di buat Robot Beruang. Berkali-kali Megaman menembak lorong bawah tanah tersebut tetap tidak mengenai Robot Beruang.

“Sial..............melarikan diri,” celoteh Megaman.

Megaman memangil pusat komanndo, lalu Dina menjawab panggilan. Dina langsung mengecek lewat satelit  tetap tidak di ketahui keberadaan Robot Beruang. Megaman meninggalkan tempat pertarungan menuju  markas pusat dengan menunggu jemputan datang.

Di pusat komando markas Megaman. Komandan Arm beserta anak buahnya terus mencari keberadaan Robot Beruang. Dengan sistem pelacak yang canggih buatan Profesor Ohm. Dina dapatkan info keberadaan Robot Beruang.

“Di sektor bawah tanah kota Metrol,” kata Dina.

“Megaman segera tumpas Robot Beruang dan selamatkan kota Metrol,” perintah  Komandan Arm.

“Siap komandan,” jawab Megaman.

Megaman bergegas keluar dari ruang komando dan mengambil motor roketnya dan langsung menuju keberadaan Robot Beruang.  Secepat mungkin Megaman mengendari motor roket di tengah jalan sekelompok robot dengan mengendarai mobil tronton menyerang  Megaman.  Peluru –peluru melesat dengan cepat menyerang ke arah Megaman.

“Booommmmmm.....boooommmmmm,” suara ledakan.

“Harus berhati-hati,”  celoteh Megaman.

Megaman kemudian mendekati mobil tronton tersebut dan melompat dari motor roketnya dan naik. Setelah itu Megaman mengubah tangan kanannya jadi senjata, lalu di tembakkan merim-meriam yang menembakin Megaman dari tadi. Robot yang mengendalikan  keluar dari mobil tronton naik ke atap. Megaman dengan cepat menghajarnya dengan tinju  tangan kirinya di tambah serangan tembakan dari tangan kanannya sampai di meriam. Segera Megaman meningkatkan serangan kekuatan energi plasma dan menembak meriam sampai hancur berantakan.

Robot-robot kecil menyerang dari udara. Megaman menghindar sambil menembak dengan sistem bren plasma dan pada akhirnya para robor-robot kecil hancur satu persatu. Langsung Megaman bergerak cepat ke kepala mobil tronton. Dengan kekuatan penuh Megaman menembak robot yang mengendarai mobil tronton. Megaman langsung menyingkir robot yang rusak tersebut mengendarai mobil tronton dan menyerang mobil tronton yang lain.

Kedua mobil tronton betabrakkan dengan sangat mematikan. Megaman memepet mobil tronton musuh sampai ke pinggir bukit. Robot pengendara mobil tronton terjepit keadaan, lalu menyuruh anak buahnya menembak mobil tronton yang di kendarai Megaman di tembak dengan meriam. Mobil tronton yang Megaman hancur parah. Sekali lagi Megaman menabrkannya ke arah mobil tronton yang di kendarai musuh. Seketika terjadi benturan yang mematikan dan Megaman melompat keluar dari mobil tronton.

“Boooommmmm,” suara ledakan dari kedua mobil tronton.

“Hampir saja,”  kata Megaman.

Dengan sistem pemanggilnya Megaman, motor roket datang dengan cepat. Megaman naik motor roket langsung menuju  di mana keberadaan Robot Beruang. Selang beberapa saat Megaman sampai di terowongan menuju  keberadaan robot Beruang. Turun Megaman dari motor roketnya. Dengan melangkah  dan mengubah tangannya kanannya jadi senjata Megaman masuk terowongan bawah tanah. Pelan-pelan Megaman melangkah agar tidak ketahuan musuh. Terlihat cahaya di ujung terowongan dengan cepat Megaman melesat dan bersembunyi di sebuah kotak yang tersusun rapih.

Megaman mengintip Robot Beruang beraksi mengebor tanah menuju kota. Dan terlihat juga para robot kecil memasang bom.   Dengan pelan dan cepat Megaman menghancurkan satu-satu anak buah Robot Beruang. Sampai Megaman di sistem pengeboran langsung mematikannya dengan cepat.

“Woy kenapa ini mesin mati ini?,” tanya Robot Beruang ke anak buahnya.

“Tidak tahu tuan,” jawab Megaman menyamar.

Robot Beruang mendatangi ke sistem pengeboran.

“Brak......,” tinju Megaman ke arah muka Robot Beruang.

Robot Beruang terjatuh dan tersungkur dan Megaman langsung menodongkan senjatanya ke arah Robot Beruang.

“Kali ini kamu tidak bisa lari,” kata Megaman.

“Sial....banget.....,” jawab Robot Beruang.

Tiba-tiba anak buah Robot Beruang menembak Megaman dari belakang. Megaman menghindari serangan dadatan dari anak buah Robot Beruang dan langsung menembaknya dengan tepat. Anak buah Robot Beruang hancur dan kemudian Robot  Beruang tidak menyia-nyiakan waktunya menyerang Megaman dengan cakarnya yang tajam. Berusaha melompat dengan cepat menghindari serangan yang dapat memotong Megaman.

Robot Beruang tahu kalau Megaman akan mengindari seranganya. Kemudian Robot Beruang meninju dengan cepat ke arah Megaman dan langsung di tambah dengan tendangan yang mematikan. Megaman berusaha menangkisnya tetap terpojok dengan serangan tersebut. Robot Beruang melakukan tinju kembali ke arah Megaman sampai tidak berdaya. Di angkatnya tubuh Megaman dengan tangan besarnya Robot Beruang dan di lemparnya jauh kemudian di keluarkan senjata cakar tajamnya yang mematikan. Megaman dalam keadaan yang paling sulit langsung mengaktifkan sistem perubahan menjadi Megaman X Four Amor.

Dengan Kekuatan Megaman X Four Amor menangkis serangan dari cakar tajam Robot Beruang, lalu mengaktifkan sistem roket di bahu dan di kaki. Menyerang Robot Beruang dengan tinju berantai Megaman X Four Amor sampai hancur. Klimaknya  dengan mengubah senjata tangan kanan di isi penuh energi plasma langsung di tembakan ke arah Robot Beruang.

“Buuuuuuuuzzzzz............,” suara senjata Megaman X Four Amor.

“Aaaahhhhhhhh,” teriak Robot Beruang.

Energi bola plasma yang besar meleburkan Robot Beruang. Megaman X Four Amor kembali berubah ke sistemnya semula, lalu meninggalkan tempat pertarungan. Dengan mengendarai motor roketnya Megaman kembali ke markas komando. Kota Metrol terselamatkan dari serangan Robot Beruang.  Kemudian Komandan Arm menyuruh timnya untuk membersihkan area  yang jadikan markas oleh Robot Beruang.

Seperti biasa di markas pusat Megaman melatih dirinya di ruang latihan. Sedang Dina selalu memperhatikan Megaman.
Blog, Updated at: August 18, 2018

0 komentar:

Post a Comment